close
Nuga Tekno

YouTube Kini Punya Video “Breaking News”

Laman situs “android police,” hari ini, Senin, 21 Agustus, membawa kabar gembira tentang layanan berbagi video YouTube yang punya fitur baru bernama Breaking News.

Sesuai dengan namanya, fitur tersebut berfungsi menampilkan kumpulan berita aktual mengenai peristiwa tertentu yang berasal dari seluruh dunia.

Sebut saja, video-video terkait serangan teror di Barcelona yang baru-baru ini terjadi akan muncul di kolom Breaking News di YouTube.

Tema konten itu pun akan berubah sesuai dengan peristiwa besar yang sedang terjadi.

Kumpulan video Breaking News tersebut ditampilkan secara horizontal di bawah salah satu video yang terdapat di Home aplikasi mobile atau web YouTube.

Jika pengguna tidak ingin menyaksikan Breaking News, cukup dengan menekan ikon “x” itu jika Anda membuka  YouTube dari desktop atau memilih opsi “not interested” dari ikon titik tiga (jika membukanya dari aplikasi mobile).

Breaking News kemungkinan akan diluncurkan ke pengguna YouTube di seluruh dunia secara bertahap.

Namun sekarang fitur tersebut belum bisa dilihat oleh pengguna YouTube yang berada di Indonesia.

Selain itu masih belum diketahui dengan jelas, apakah Breaking News akan menampilkan peristiwa besar yang terjadi di dunia, seperti aksi teror di Barcelona.

Atau akan dipakai untuk menampilkan berbagai peristiwa sehari-hari.

Kabar  gembira lainnya juga datang dari YouTube  berupa counter atau penghitung jumlah penonton video  miliknya yang bisa  diunggah.

Pengguna aplikasi YouTube di Android  bisa mengetahui, berapa orang yang sedang menonton suatu video pada saat bersamaan.

Fitur ini mirip dengan tampilan informasi jumlah penonton di Facebook Live.

YouTube kabarnya sedang menguji fitur bernama “watching now” yang memungkinkan hal tersebut. Sebuah counter baru diletakkan di antara judul video dan tombol “Like”.

Sesuai namanya, “watching now” menunjukkan berapa jumlah orang yang sedang menonton video secara real time.

Counter “watching now” relatif tidak mengganggu tampilan, karena ditulis menggunakan font berukuran kecil, tapi tetap mudah dilihat saat dikehendaki.

Untuk kreator, fitur ini bisa berguna untuk mengira-ngira, apakah sebuah video bakal mengumpulkan jumlah view yang banyak dan menjadi populer atau tidak.

Demikian juga bagi pemirsa. Paling tidak, counter “watching now” bisa menginformasikan berapa banyak orang di internet sedang menyaksikan video yang sama.

Saat ini  fitur tersebut masih dalam uji coba. Baru segelintir pengguna YouTube di Android yang bisa melihat counter “watching now”.

Selain kabar gembira video di YouTube akan membuang beberapa fitur yang jarang dipakai pengguna.

Sebut saja fitur Video Editor YouTube bersama dengan fitur Photo Slideshow yang keberadaannya juga relatif tak diketahui pengguna.

Kedua fitur rencananya akan dihilangkan mulai 20 September mendatang.

Sebuah imbauan ditampilkan di laman Video Editor dan Photo Slideshow agar pengguna kedua fitur menyelesaikan proyek-proyeknya sebelum tanggal dimaksud.

“Anda punya waktu dua bulan untuk memfinalisasi proyek video sebelum kami mematikan kedua fitur. Setelah itu Anda tidak akan bisa mengakses proyek-proyek di Video Editor, tapi video-video yang sudah dipublikasikan dengan Video Editor tak akan terdampak,” sebut YouTube dalam sebuah posting pengumuman.

Dibanding editor video pihak ketiga yang berjalan di komputer, Video Editor YouTube terbilang lamban dan tidak praktis karena materi video perlu diunggah ke YouTube terlebih dahulu. Hasil akhirnya pun harus diunduh lagi ke komputer.

Google sendiri pun di akhir pengumumannya menyarankan agar pengguna melakukan editing video dengan aplikasi pihak ketiga yang banyak tersedia secara gratis ataupun berbayar.

Meski Video Editor dan Photo Slideshow akan dihapus, fitur Enhancements di yang terdapat Video Manager bakal tetap tersedia.

Pengguna masih bisa memakainya untuk melakukan trimming, menambah subtitle, cards, aneka filter, dan lain-lain.

Tags : slide