Yahoo Menyadap Email Pengguna?

Penulis: Darmansyah

Sabtu, 30 Mei 2015 | 16:38 WIB

Dibaca: 0 kali

Yahoo, raksasa internet asal Amerika Serikat, dihadapkan pada tuduhan penyadapan email pengguna setelah seorang hakim mengatakan perusahaan itu harus siap dengan gugatan bersama atau “class action” secara nasional.

Tuduhan itu, seperti ditulis di laman situs “the verge,” berupa tindakan ilegal yang dilakukan Yahoo dengan menyadap isi email yang dikirim ke pengguna Yahoo Mail dari akun email lain, dan memanfaatkan informasi tersebut untuk meningkatkan pendapatan iklan.

Hakim Distrik San Jose, California, AS, Lucy Koh mengatakan, pengguna yang mengirim atau menerima email di Yahoo Mail sejak 02 Oktober 2011 bisa menggugat secara berkelompok menggunakan regulasi penyalahgunaan informasi dan dugaan pelanggaran privasi.

Koh juga mengatakan non pelanggan Yahoo Mail di California yang mengirim pesan ke Yahoo Mail sejak 02 Oktober 2012 bisa menuntut perusahaan tersebut.

Pengguna email non Yahoo telah menuduh Yahoo menyalin dan menganalisa email mereka, termasuk kata kunci dan lampiran, untuk tujuan “iklan yang ditargetkan” kepada sekitar dua ratus tujuh puluh lima juta pengguna Yahoo.

Padahal, analisa seharusnya dilakukan untuk mendeteksi pesan sampah (spam) dan program jahat atau dikenal dengan istilah “malware.”

Gugatan bersama umumnya digunakan para penggugat agar lebih mudah dan dengan biaya lebih murah dalam melayangkan gugatan.

Juru bicara Yahoo Rebecca Neufeld, ketika dikonfirmasi Reuters enggan mengomentari kasus ini.

Sebelumnya Yahoo, telah berupaya meningkatkan keamanan data pengguna dengan memperkenalkan fitur On-demand sebagai pilihan mengakses akun dengan cara lebih aman, dan membuat pengguna tak perlu lagi mengingat kata sandi.

Fitur On Demand mengikat sebuah nomor ponsel dengan akun Yahoo pengguna. Sistem akan mengirim kunci verifikasi setiap kali pengguna ingin mengakses akun.

Bagi pengguna yang telah mengaktifkan fitur ini, Yahoo akan mengirimkan sebuah kode unik melalui aplikasi atau SMS ke ponsel ketika pengguna ingin masuk ke akun. Kode unik ini bakal habis masa berlakunya dalam waktu tertentu.

Di sini pengguna tidak perlu mengetikkan kata sandi karena di sana tidak tersedia kotak untuk memasukkan kata sandi. Sebagai gantinya, pengguna bakal melihat tombol “Send my password.”

Yahoo berharap fitur On Demand dapat menyederhanakan proses masuk akun sekaligus memudahkan pengguna agar tidak repot lagi mengingat kata sandi

Dalam sebuah keterangan di blog resmi Yahoo, perusahaan itu berkata saat ini fitur On-demand telah tersedia untuk pengguna di Amerika Serikat.

Selain meningkatkan keamanan pengguna, Yahoo telah membuat kebijakan untuk tidak memberi pilihan ponsel BlackBerry kepada karyawan.

Dikutip dari situs Business Insider, Yahoo dinilai cukup tegas karena yakin bahwa Yahoo membutuhkan transisi menjadi perusahaan yang mengedepankan aspek “mobile” dan menginginkan para karyawannya menggunakan perangkat populer.

“Kami ingin memastikan semua orang di sini bisa memiliki pengalaman dengan ponsel pintar. Jadi kami harus ucapkan selamat tinggal kepada BlackBerry. Kami tidak lagi memakai BlackBerry,” ujar Mayer, bos Yahoo.

Mayer bahkan berpikir bahwa BlackBerry tidak masuk dalam kategori ponsel pintar modern.

business insider dan the verge

Komentar