Yahoo Aktifkan Lagi Fiturnya Yang Raib

Penulis: Darmansyah

Senin, 17 Oktober 2016 | 09:48 WIB

Dibaca: 0 kali

Setelah satu bulan  menghapus sebuah fitur penting dalam layanan e-mail miliknya, Yahoo, di akhir pekan lalu, mengembalikan fitur bernama  auto-forwarding untuk berfungsi kembali sekaligus meneruskan e-mail yang masuk ke akun Yahoo ke alamat e-mail lain.

“Fitur auto-forwarding sudah dikembalikan,” tulis blog perusahaan itu secara resmi.

“Pengguna sudah bisa memakainya lagi mulai”

Kenapa Yahoo tiba-tiba menghentikan fitur itu?

“Selama ini kami l sedang memperbarui platform,” terang Vice President of Yahoo Mail Product Management, Michael Albers

“Pembaruan ini membuat kami bisa memberikan pengalaman yang lebih baik saat pengguna memakai Yahoo Mail, menambahkan dukungan multi-akun, serta meningkatkan kinerja. Kami mematikan fitur itu  sebagai bagian dari proses ini,” ujarnya memberi alasan.

Sebelumnya, pada September lalu Yahoo, mengalami pembobolan data besar-besaran yang memengaruhi sekitar lima ratus  juta akun pengguna.

Beberapa pekan pasca-kasus itu, Yahoo justru mematikan fitur auto-forwarding.

Penghapusan itu diketahui karena sejumlah pengguna mengeluh karena tiba-tiba tidak dapat mengakses fitur auto-forwarding di akun Yahoo mereka.

Padahal, itu merupakan fitur dasar yang biasa dipakai agar e-mail yang masuk ke akun Yahoo juga bisa otomatis dikirimkan ke akun lain.

Akibatnya, muncul dugaan yang menyebutkan bahwa Yahoo melakukannya dengan sengaja demi mencegah para pengguna lari ke layanan e-mail lain.

Bobolnya data itu sempat membuat Yahoo lintang pukang akibat digugat oleh penggunanya atas tuduhan lalai.

Gugatan itu diajukan berselang satu hari setelah Yahoo menyatakan data pelanggannya telah dibobol.

Berkas gugatan itu diajukan di pengadilan federal di San Jose, California, oleh Ronald Schwartz, warga New York, yang mengatasnamakan semua pengguna Yahoo di Amerika Serikat, yang informasi pribadinya bocor.

Ia berupaya membawa perkara tersebut dalam gugatan massal dengan kerugian yang belum dapat diperkirakan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Yahoo! memastikan pihaknya telah menjadi korban serangan hacker yang mengakibatkan bocornya data-data pribadi sekitar 500 juta pengguna layanan-layanan internet perusahaan tersebut.

Data yang dicuri termasuk nama pengguna, alamat e-mail, nomor telepon, tanggal lahir, password yang terproteksi dengan bcrypt, dan pertanyaan security question berikut jawabannya.

“Penyelidikan kami menyimpulkan bahwa informasi yang dicuri tidak termasuk password tanpa enkripsi, data kartu pembayaran atau informasi rekening bank,” kata Yahoo! dalam sebuah pernyataan.

“Kami bisa mengonfirmasikan bahwa salinan sejumlah informasi pengguna telah dicuri dari jaringan perusahaan pada dua tahun lalu oleh aktor yang dibeking oleh negara,” lanjut Yahoo.

Menurut sebuah  sumber yang tidak disebutkan namanya itu, hacker bisa membobol sejumlah besar data karena semua produk Yahoo tersambung ke satu pusat basis data.

“Saya percaya angkanya lebih besar daripada yang dilaporkan,” kata sang sumber, seorang mantan eksekutif Yahoo yang tak lagi bekerja di sana tapi mengklaim masih berhubungan dengan para pegawai perusahaan tersebut.

Basis data sentral Yahoo ini menghubungkan aneka layanan online Yahoo, seperti Mail, Finance, dan Sport di satu tempat. Karenanya, data pengguna yang tersimpan di dalamnya sangat banyak.

Sang sumber menuturkan ketika peretasan itu terjadi, basis data Yahoo menyimpan satu miliar pengguna aktif bulanan, berikut dengan data pengguna lain yang tidak aktif tapi belum dihapus.

CEO Marissa Mayer memang sempat mengumumkan pihaknya memiliki pengguna aktif bulanan global sebesar satu miliar.

Basis data utama Yahoo masih digunakan sebagai sarana penyimpan data login pengguna.“Itulah yang berhasil dibobol,” kata si mantan eksekutif,

Yahoo tidak mengungkapkan bagaimana hacker berhasil meretas sistemnya.

Yang jelas, Yahoo telah meminta seluruh pengguna untuk mengganti password sebagai tindakan pencegahan usaha pencurian data.

 

Komentar