Instagram Stories Udah Bisa “Mention”

Penulis: Darmansyah

Jumat, 11 November 2016 | 14:59 WIB

Dibaca: 1 kali

Instagram memenuhi janjinya untuk mewujudkan secara cepat fitur Stories-nya agar bisa langsung “mention.

“Kami sudah bisa mention,” tulis blog resmi Instagram Jumat siang WIB, 11 November 2016.

Ya , berbagi momen lewat Instagram Stories kini semakin seru.

Ada tiga pembaruan yang diberikan, yakni Mention teman, berkirim gambar GIF, dan fitur See More.

Untuk me-“mention” akun Instagram teman lain pada Stories. Caranya cukup dengan ketik “@” diikuti nama akun teman di layar Stories.

Fitur ini bermanfaat agar pengguna yakin konten Stories-nya dilihat oleh orang yang di-mention.

Misalnya ketika pengguna me-mention si A dalam sebuah konten Stories, maka si A akan menerima notifikasi khusus agar melihat konten itu.

Fungsi lain fitur Mention adalah untuk mempromosikan akun Instagram lain

Berkirim gambar GIF di Stories bisa dimungkinkan berkat dukungan Boomerang.

Aplikasi ini merupakan aplikasi spin-off Instagram yang berfungsi membidik momen dalam format GIF.

Dengan adanya Boomerang pada Stories, pengguna tak harus melulu membagi momen dalam format foto atau video saja, melainkan juga dalam format GIF yang bisa menjadi alternatif yang menyenangkan.

Cara memanfaatkan Boomerang pada Stories terhitung simpel. Saat membuka layar Stories, pengguna cukup menyetel mode Boomerang yang terletak di sisi bawah layar

Terakhir, pengguna bisa mengeksplor lebih jauh tentang seseorang melalui fitur See More pada Stories.

Fitur itu memungkinkan pengguna mengakses tautan-tautan yang berhubungan dengan seseorang ketika ia mengunggah Stories.

Untuk sementara, See More baru diuji coba di kalangan pengguna dengan akun terverifikasi. Belum jelas kapan fitur itu bisa dijajal pengguna Instagram pada umumnya.

Bagi Anda yang belum bisa menikmati kemampuan baru Instagram, coba update aplikasi di Android maupun iOS

Awal Agustus, Instagram memperkenalkan fitur baru bernama Stories.

Dengannya, para pengguna bisa mengunggah foto dan video yang diimbuhi teks dan coretan layaknya di Snapchat.

Kini, Instagram telah memperbarui Stories dengan menambah fitur yang juga mirip dengan Snapchat, yakni mampu untuk melakukan zoom in saat merekam video, juga berganti kamera depan dan belakang.

Cara untuk melakukan zoom in adalah dengan menggeser jari ke atas tombol shutter saat sedang merekam video.

Untuk zoom out, gerakkan jari kembali ke tombol shutter, mirip dengan mekanisme zooming pada Snapchat.

Adapun pengguna Instagram bisa mengganti kamera depan atau belakang ponsel untuk merekam video dengan mengetuk layar ponsel dua kali. Hal ini bisa dilakukan di tengah-tengah proses perekaman.

Instagram yang menambahkan fitur di atas masih belum tersedia di toko aplikasi Android Google Play Indonesia.

Update ini tampaknya akan diberikan secara bertahap di beberapa negara.

Sebelumnya, CEO Instagram, Kevin Systrom, pernah mengakui bahwa Stories memang dibuat dengan “mencontek” Snapchat.

Foto dan video yang diunggah pengguna ke Stories akan terhapus secara otomatis setelah 24 jam. Aliran konten Stories berdiri terpisah dari timeline utama. Cara mengaksesnya adalah melalui deretan avatar berbentuk bundar di laman home Instagram.

Sebelumnya, CEO Instagram, Kevin Systrom membuat pernyataan mengejutkan mengenai fitur Stories yang baru dikenalkan.

Dengan blak-blakan, dia mengakui bahwa fitur itu ada karena menyontek Snapchat.

Seperti diketahui, fitur Stories baru saja ditambahkan ke Instagram pada pekan lalu.

Semua slide tersebut akan menghilang setelah berusia satu hari sejak tanggal pertama dibagikan. Seperti halnya Snapchat, Instagram Stories ini juga menyelipkan fitur berupa gambar, teks, emoji dan berbagai filter warna.

“Menjadi seorang inovator adalah sesuatu yang mengagumkan. Sebagaimana Instagram patut dipuji karena membawakan filter untuk dipakai penggunanya. Tapi ini bukan tentang siapa yang menemukan sesuatu. Ini soal sebuah format dan bagaimana cara Anda menghadirkannya kembali ke banyak orang dengan gaya Anda sendiri,” imbuhnya.

Systrom juga mengatakan bahwa yang sedang terjadi saat ini adalah setiap perusahaan selalu berusaha mengadopsi format terbaik untuk penggunanya. Dalam hal Instagram, itu adalah aktivasi fitur Stories.

Soal contek mencontek fitur memang sesuatu yang sudah banyak terjadi di ranah teknologi.

Komentar