Wuah…Indahnya Bulan “Merah Darah”

Penulis: Darmansyah

Rabu, 8 Oktober 2014 | 10:46 WIB

Dibaca: 3 kali

Bulan “merah darah.” Atau “blood moon.” Ya, langit malam Indonesia, Rabu, 08 Oktober 2014, akan memiliki daya tarik oleh cahaya kemerahan karena bulan akan tampil beda. Warna merah darah.

Saat itu terjadi, malam nanti, bersamaan dengan saat gerhana bulan, permukaan benda langit itu akan berwarna merah. Fenomena ini sering disebut “blood moon” atau purnama merah darah.

Gerhananya terjadi pada 08 Oktober. Di Indonesia bisa terlihat, di Jakarta juga bisa dilihat. Gerhana akan terjadi pada pukul 16.15 WIB, namun saat itu warga di kawasan barat Indonesia belum bisa melihatnya.

Pada fase gerhana bulan total datang, Bulan akan terhalangi Bumi. Saat itu cahaya Matahari akan dibiaskan atmosfer Bumi ke Bulan sehingga Bulan terlihat merah.

Kondisi ini nantinya akan tergantung kondisi atmosfer Bumi saat itu.

Fenomena blood moon ini pernah terjadi pad April 2014 lalu di Indonesia. Namun sayangnya tak semua wilayah Indonesia bisa melihat gerhana bulan tersebut. Gerhana bulan ini bisa terlihat cukup jelas di kawasan timur dan tengah Indonesia.

Warga di Papua dan sebagian besar Maluku bagian timur akan dapat melihat fase gerhana bulan sebagian. Saat itu langit di kawasan tersebut sudah mulai gelap sehingga bulan bisa terlihat.

Sementara warga di Maluku bagian Barat, Sulawesi, Nusa Tenggara, sebagian besar Kalimantan bagian Timur dan Jawa bagian timur akan mendapati bulan berada dalam fase gerhana bulan penumbra hingga berakhirnya gerhana tersebut.

Sama seperti di bagian timur Indonesia, langit di kawasan ini juga mulai gelap sehingga gerhana bulan masih bisa terlihat.

Gerhana bulan total diperkirakan terjadi akan membuat permukaan bulan berwarna merah. Fenomena ini biasa disebut blood moon atau purnama merah darah.

Sebutan masyarakat blood moon atau purnama merah darah, tapi ini sebenarnya fenomena yang biasa setiap gerhana bulan seperti itu.

Warna merah saat gerhana terjadi adalah hamburan cahaya matahari oleh atmosfer Bumi. Akibatnya cahaya biru menjadi berkurang dan yang terlihat warna merahnya..

Warna merah ini akan makin jelas bila ada debu-debu hasil letusan gunung berapi di permukaan atmosfer Bumi. Kalau ada debu-debu ini akan makin merah warnanya.

Gerhana bulan adalah fenomena alam biasa, dimana hal ini terjadi karena bulan berada pada bayang-bayang sinar matahai yang tertutup oleh bumi. Namun Gerhana Bulan yang terjadi pada hari ini, 8 Oktober 2014 adalah gerhana bulan yang istimewa. Istimewa karena ini adalah Gerhana Bulan Total.
Bulan akan tampak memukau. Bulan akan tampak kemerahan-oranye, sebuah fenomena yang dikenal sebagai “BULAN DARAH”.

Berdasarkan rilis Badan Meteorologi dan Geofisika, Gerhana Bulan hari ini dimulai pukul 15.14 wib sampai 20.25 wib. Periode totalitas selama 1 jam, pukul 17.24 – 18.24 wib.

Indonesia Timur : Seluruh fase dari awal, gerhana sebagian, totalitas, kembali ke gerhana sebagian dan akhir gerhana, dimulai pukul 17.14 wit. Planet Uranus dapat dilihat dengan mata telanjang, mengiringi gerhana bulan.

Indonesia Tengah : Masih berpeluang menyaksikan gerhana sebagian pada tahap awal. Planet Uranus dapat dilihat dengan mata telanjang, mengiringi gerhana bulan.

Indonesia Barat : Tidak bisa mengamati gerhana secara keseluruhan, namun gertahana total dapat terlihat saat matahari hampir tenggelam di barat dan bulan terbit dengan warna merah darah dari timur. Planet Uranus tidak terlihat.

Gerhana bulan blood moon kali ini benar-benar sangat spesial dan sangat jarang terjadi.
Dalam dua tahun ini terjadi empat kali Blood Moon dan terjadi bertepatan dengan Mendapatkan empat gerhana bulan total berturut-turut adalah kejadian langka, kalau main kartu itu seperti mendapat poker empat jenis sekaligus.

Peristiwa besar dan penting terjadi pada masing-masing tiga kali fenomena Blood Moon yang sangat jarang terjadi ini. Peristiwa ini bahkan mengubah arah dan arah sejarah Yahudi

Apa yang terjadi saat ini, seperti perang Israel dengan Hamas, gerakkan ISIS, ketegangan politik di Ukraina, semuanya berpotensi terjadinya pertumpahan darah. Belum lagi di bidang ekonomi. Krisis ekonomi di Eropa belum berakhir, bahkan diprediksi mencapai puncaknya di rahun 2015. Nilai mata uang eropa jatuh. Akan semakin parah apabila terjadi krisis minyak.

Apapun yang terjadi, akan lebih baik kalau kita mengambil sikap untuk berserah pada Tuhan. Umat Muslim melakukan sholat Gerhana. Umat Kristen berjaga-jaga dalam doa. Maka, jangan lewatkan untuk melihat fenomena langka ini. Jam-jam nya sudah disebutkan seperti disebut di atas.

Komentar