Ada Lowongan Kerja di Situs Resmi Apple

Penulis: Darmansyah

Selasa, 29 Agustus 2017 | 08:14 WIB

Dibaca: 0 kali

Situs resmi Apple ternyata memiliki iklan lowongan kerja yang tersembunyi, dan iklan itu diawali kalimat: “Hai! Anda telah menemukan kami”.

Seperti ditulis “bbc news,” hari ini, Selasa, 29 Agustus,  iklan lowongan kerja yang tersembunyi  itu diperuntukkan bagi engineer

Setelah menyampaikan kalimat menyapa seperti di atas, perusahaan teknologi itu menjelaskan bahwa mereka tengah mencari seorang engineer berbakat untuk merakit komponen penting.

Jurnalis bidang keamanan siber, Zack Whittaker, adalah yang menemukan iklan lowongan tersembunyi tersebut.

Dia menemukannya ketika melakukan analisis beberapa data yang dikirimkan dari aplikasi iPhone. Dia sendiri tidak mengajukan lamaran pekerjaan di bidang tersebut.

“Sebagai bagian dari lintasan aliran, saya dapat melihatnya. Iklan tersebut terhubung dengan satu URL. Di situlah iklan itu tertera,” ungkap Zack.

Iklan tersebut terdapat di bawah alamat situs “us-east-1.blobstore. apple.com” – yang saat ini muncul pesan salah atau error message jika dibuka.

Zack Whittaker, yang menjadi editor bidang keamanan siber di situs CNet, mengatakan bahwa dirinya sangat senang atas temuannya ini.

“Luar biasa, melihat cara perusahaan berinovasi untuk merekrut orang-orang untuk bergabung di perusahaan mereka,” kata Zack.

“Acap kali memperoleh pekerjaan itu kebetulan dan keberuntungan. Tapi dengan cara seperti ini, tentu suatu yang menarik,” katanya lagi.

Dalam iklan itu, disebutkan kualifikasi yang harus dipenuhi para pelamar, yaitu antara lain memahami teknologi server modern dan sistem distribusi.

Apakah Whittaker tertarik untuk melamar pekerjaan itu?

“Apple tidak membutuhkan orang seperti saya,” katanya.

Bagaimanapun, penggunaan pesan tersembunyi untuk merekrut tenaga kerja memiliki sejarah yang panjang.

Pada Perang Dunia II, sebuah kantor pusat pemecahan kode, Bletchley Park, memasang teka teki di surat kabar untuk menarik minat orang bekerja pada mereka.

Dan pada tahun lalu perusahaan Inggris, Dyson membuat serangkaian seri berisi empat tantangan, yang dimulai dengan kunci tersembunyi di video YouTube.

Setahun sebelumnya, GCHQ menggunakan pembersih bertekanan tinggi untuk menyemprotkan grafiti dengan kode tersembunyi di ruas trotoar di berbagai wilayah Inggris.

Mereka juga menggunakan kuis yang disajikan secara online.

Pada tahun yang sama, bekas engineer Google, Max Rosett menulis artikel tentang bagaimana dirinya menemukan pekerjaannya di Google.

Dia mengaku tidak sengaja menemukannya ketika sedang mencari istilah-istilah bahasa pemograman saat mencari pekerjaan baru.

Kemudian sebuah pesan muncul saat dirinya melakukan pencarian di Google, yaitu apakah dia siap untuk sebuah tantangan.

Di sanalah dia mulai menangani berbagai masalah sampai akhirnya dia bekerja di perusahaan Google.

“Salah satu keahlian penting yang harus dimiliki seorang engineer, khususnya spesialis keamanan siber adalah mampu menyelesaikan masalah,” kata Alan Woodward dari Universitas Surrey.

Lantas, apakah bekerja di Apple itu menyenangkan?

Ya, sebelumnya  banyak orang mendambakan menjadi karyawan di  perusahaan teknologi yang itu, terutama untuk posisi TI.

Namun pengakuan dari mantan karyawan Apple ini mungkin akan mengubah pandangan tersebut.

Ben Farrell, yang baru-baru ini berhenti dari pekerjaannya di kantor Apple di Sydney, Australia, menuliskan pengalamannya selama bekerja di Apple dalam blog-nya.

Dalam postingan blog tersebut, Farrell mengatakan bahwa karyawan Apple harus bisa bekerja enam belas jam dalam sehari, yang diisi dengan satu meeting ke meeting berikutnya.

Farrell yang dahulu bekerja sebagai Quality Program Manager untuk program dukungan teknis AppleCare itu mengaku bahagia setelah keluar dari pekerjaan yang mungkin diidamkan banyak orang.

“Enam belas jam sehari diisi dengan rapat terus menerus, mungkin sudah biasa di perusahaan lain, namun meeting di Apple itu seperti agenda untuk menjatuhkan (karir) seseorang,” demikian tulis Farrel dalam blog resminya.

Budaya di dalam Apple itu menurut Farrell bukan hanya memiliki tuntutan tinggi, namun juga picik dan kebanyakan karyawan mencoba saling menjatuhkan agar dirinya sendiri yang sukses.

Spirit dalam tim hampir tidak ada karena menurut Farrell setiap orang saling menyerang dan memiliki agenda untuk menyenangkan dirinya sendiri.

Curhatan Farrell tentang kondisi kantor Apple yang menurutnya tidak sehat itu juga membuatnya kehilangan waktu bersama keluarga.

“Saya menolak perjalanan dinas karena waktu itu harus mendampingi istri saya yang sedang hamil, yang terjatuh dari tangga dan harus dirawat di rumah sakit,” ujar Farrell.

Namun karena menolak perjalanan dinas, penilaian kinerja Farrell menjadi minus, dan dibawa ke tingkat manajemen, walau alasan keluarga yang darurat di atas telah diutarakan Farrell.

Selain itu, Farrell juga mengaku sering mendapat pesan yang nadanya menyerang melalui perangkat smartphone-nya. Hal itu terjadi tidak kenal waktu, entah saat dirinya di kantor atau sudah di rumah.

“Kamu online nggak? Status kamu sedang away, kamu baca pesan aku nggak?” demikian dicontohkan Farrell.

Farrell juga mengaku sering menerima voicemail yang kasar saat ia terlambat sau menit saja dalam pertemuan rapat. Ia juga sering dilecehkan terkait dengan etika kerja orang Australia.

Menurut orang manajemen yang berasal dari Singapura, orang Australia itu tidak bersahabat dan hanya mau bekerja dengan sesama orang Australia saja.

Komentar