close
Nuga Tekno

WhatsApp Terap Enkripsi “En-to-End”

WhatsApp di penghujung  April 2016,  menerapkan enkripsi end-to-end untuk pengamanan ekstra sebagai lanjutan pembaharuan di awal Maret lalu berupa penerapan fitur berbagi dokumen.

Kebijakan ini merupakan jawaban dari beredarnya sebuah screenshot aplikasi WhatsApp versi baru yang tengah dikembangkan.

Nah,  nantinya,  Anda bisa mengirim berbagai jenis dokumen lewat WhatsApp sebagai kelengkapan eksistensi jejaring media sosial ini.

Perusahaan tersebut disinyalir berencana menambah dukungan untuk sharing file terkompresi berformat Zip.

Ada juga kemungkinan pengguna bisa mengirim file dalam format apa pun asalkan file tersebut dikompresi dalam bentuk Zip.

File Zip memungkinkan pengguna menyematkan banyak file sekaligus dalam sekali kirim, misalnya dengan mengompres sepuluh foto menjadi satu  file Zip sehingga lebih praktis.

Karena sifatnya yang terkompresi, ukuran file pun ikut berkurang sehingga menghemat pemakaian data internet.

WhatsApp versi baru yang masih dalam pengembangan, memperlihatkan dukungan untuk file Zip

WhatsApp saat ini baru mendukung pengiriman file dengan beberapa format

Selain dukungan sharing file Zip, WhatsApp juga diduga sedang mengembangkan fitur “Call Back”.

Pengguna bisa langsung menelepon kembali kontak yang melakukan missed-call tanpa perlu membuka aplikasi WhatsApp.

Caranya adalah dengan menyentuh tombol missed-call WhatsApp yang muncul di notification bar.

WhatsApp agaknya turut berencana menambah fitur voicemail tambahan untuk perangkat iOS, yakni “Record Voice Mail” dan “Send Voice Mail”.

Sekarang WhatsApp belum bisa dipakai mengirim file Zip, melakukan call back instan, ataupun mengirim voicemail.

Fitur-fitur tersebut agaknya baru akan ditambahkan dalam update yang bakal segera dirilis.

Pengguna WhatsApp sudah bisa berbagi dokumen.

Sebelumnya WhatsApp telah dapat digunakan untuk berkirim foto, video, kontak, dan lokasi ke sesama pengguna.

Fitur berbagi dokumen sudah tersedia sejak Maret lalu

Meski begitu, WhatsApp belum mengumumkan secara resmi ihwal fitur teranyar pada layanan instant messaging miliknya.

Untuk saat ini, dokumen yang bisa dibagi hanya file dengan format PDF. Menurut Techcrunch, ke depannya, dokumen dengan format lain akan turut disertakan.

Fitur berbagi dokumen sudah tersedia bagi pengguna iOS dan Android yang menggunakan WhatsApp versi terkini.

Untuk mengunduh WhatsApp terbaru dan mencoba fitur pengiriman dokumen, silakan kunjungi toko aplikasi Apple App Store dan Google Play Store.

Pada Android, pengguna cukup menekan ikon penjepit kertas yang terhimpit di antara ikon telepon dan ikon menu tiga titik.

Ikon penjepit kertas tersebut bermakna untuk menyisipkan file. Setelah menekannya, enam format file yang didukung WhatsApp akan muncul.

Pilihan berbagi dokumen ada di pojok kiri atas. Pilihan file lainnya antara lain audio, lokasi, kontak, dan foto atau video.

Saat memilih pembagian dokumen, pengguna bakal dibawa ke penyimpanan dokumen pada smartphone dengan file berformat PDF. Pengguna cukup memilih salah satu dokumen yang hendak dibagi.

Namun, penerima dokumen harus sudah memperbarui aplikasinya. Jika belum, WhatsApp tak bisa mengirimkan dokumen yang hendak dibagi.

Pada iOS, pengguna cukup menekan satu ikon di pinggir layar untuk kemudian memilih “share document” dari pilihan yang muncul.

Ketika membagi dokumen, WhatsApp—baik di iOS maupun Android—akan menampilkan pratinjau file, nomor halaman, serta ukuran dan tipe file.

Setelah merilis kemampuan panggilan suara (voice calling) awal tahun ini, WhatsApp disinyalir sedang menguji coba fitur panggilan video (video calling).

Langkah itu dinilai sebagai usaha menyaingi Viber dan Skype. Jika benar, WhatsApp tak lagi sekadar layanan “instant messaging” melainkan “multimedia messaging”.

Dilansir KompasTekno, Rabu (23/12/2015) dari DigitalTrends, uji coba video calling pertama kali diungkap blogger Jerman.

Ia mengunggah hasil pemindaian (screenshot) fitur video calling beta ke blog personalnya. Pada screenshot, video calling WhatsApp tampak jernih dan antarmukanya mirip Facebook Messenger.

Beberapa orang memprediksi fitur tersebut bakal diluncurkan resmi dalam beberapa minggu ke depan. Pengguna iOS diperkirakan lebih dulu menikmati fitur tersebut.

Bocoran lain menyebut pembaruan WhatsApp juga memasukkan kemampuan tab multiple-chat.

Pengguna bisa mengobrol maya dengan banyak orang tanpa harus menutup satu ruang chat untuk beralih ke ruang chat lain.

Desain bernuansa hijau ala WhatsApp juga digosipkan akan berubah. Belum ada konfirmasi resmi dari WhatsApp terkait isu-isu yang beredar.