WhatsApp Rilis Fitur Contekan Snapchat

Penulis: Darmansyah

Selasa, 21 Februari 2017 | 10:25 WIB

Dibaca: 1 kali

Usai rumor tentang fitur barunya yang akan mirip Snapchat, hari ini, Selasa, WhatsApp benar-benar merilis video pendek dan foto ke kontaknya untuk kemudian hilang dalam dua puluh empat jam.

Fitur serupa Snapchat tersebut dinamai “Status”.

Jika selama ini status WhatsApp hanya berformat teks, maka kali ini fitur tersebut diperbarui sehingga lebih ekspresif dengan kehadiran format foto, video, serta GIF.

Untuk video, pengguna bisa merekam gambar hingga empat puluh lima detik. durasi itu terhitung lama dibandingkan Instagram Stories yang hanya lima belas detik, maupun Snapchat yang cuma sepuluh detik.

Aneka format status yang dibagi secara personal ke teman bakal hilang dalam waktu dua puluh empat jam.

Ketika hilang, konten itu bakal benar-benar musnah sebab WhatsApp menggunakan sistem enkripsi end-to-end.

“Fitur baru ini memungkinkan Anda berkabar dengan teman-teman menggunakan WhatsApp dengan cara mudah dan menyenangkan,” begitu tertulis pada blog WhatsApp.

WhatsApp merilis fitur ini secara perlahan. Belanda dan Paris mendapat giliran pertama pada pekan ini.

Selanjutnya, Inggris, Spanyol, Italia, Israel, dan Saudi Arabia, bakal dapat giliran pekan depan. Negara-negara lain, termasuk Indonesia, dijanjikan menyusul berikutnya.

Facebook agaknya begitu mengidolai kemampuan Snapchat, sehingga menjiplaknya untuk dua layanan sekaligus yakni Instagram dan WhatsApp.

Layanan Facebook sendiri dikatakan sedang menggodok fitur serupa Snapchat, namun belum jelas kapan dirilis.

Sebelumnya WhatsApp masih malu-malu menyatakan punya fitur milik Snapchat.

Mereka menyembunyikannya  fitur yang bernama Status itu

Konsepnya sangat mirip dengan Snapchat, yaitu menampilkan video atau video singkat yang akan hilang sendiri dalam waktu tertentu.

Sementara waktu ini, fitur Status masih tersembunyi dalam barisan kode pemrograman WhatsApp. Namun khusus pengguna yang memakai WhatsApp versi beta dan memakai iOS atau Android yang telah di jailbreak, bisa langsung melihat dan menjajal fitur tersebut.

Menu Status ditampilkan WhatsApp di antara menu Calls dan Chats di bagian atas.

Tampaknya WhatsApp memang sengaja memberikan akses untuk penguji aplikasi beta untuk menjaring berbagai masukan.

Status benar-benar mirip dengan Snapchat. Pengguna bisa memakainya untuk memamerkan berbagai hal dalam bentuk foto atau video singkat yang akan menghilang selepas 24 jam.

Foto dan video singkat itu pun bisa diedit sesuai keinginan penggunanya. Misalnya menambahkan coretan, lalu membagikannya pada kontak atau orang-orang tertentu.

Semua foto atau video tersebut akan tampil dalam kolom bernama Status. Letaknya berada di antara kolom Calls dan Chats.

Ada kemungkinan fitur ini tidak akan dirilis ke aplikasi WhatsApp dalam waktu dekat. Bahkan saat ini, pengguna masih membutuhkan file tambahan untuk bisa mengakses Status versi beta.

Berlainan dengan WhatsApp, Instgram, lewat CEO-nya,  Kevin Systrom, langsung mengakui  mengenai fitur Stories

Dengan blak-blakan, dia mengakui bahwa fitur itu ada karena menyontek Snapchat.

Seperti diketahui, fitur Stories baru saja ditambahkan ke Instagram pada pekan lalu. Pengguna bisa memakainya untuk membagikan slide foto atau video berdurasi sepuluh detik.

Semua slide tersebut akan menghilang setelah berusia satu hari sejak tanggal pertama dibagikan.

Seperti halnya Snapchat, Instagram Stories ini juga menyelipkan fitur berupa gambar, teks, emoji dan berbagai filter warna.

“Snapchat seutuhnya pantas mendapatkan pujian ini,” ujar Systrom mengakui kemiripan antara Stories dengan Snapchat.

“Menjadi seorang inovator adalah sesuatu yang mengagumkan. Sebagaimana Instagram patut dipuji karena membawakan filter untuk dipakai penggunanya.”

“ Tapi ini bukan tentang siapa yang menemukan sesuatu. Ini soal sebuah format dan bagaimana cara Anda menghadirkannya kembali ke banyak orang dengan gaya Anda sendiri,” imbuhnya.

Systrom juga mengatakan bahwa yang sedang terjadi saat ini adalah setiap perusahaan selalu berusaha mengadopsi format terbaik untuk penggunanya. Dalam hal Instagram, itu adalah aktivasi fitur Stories.

Soal contek mencontek fitur memang sesuatu yang sudah banyak terjadi di ranah teknologi.

Komentar