WhatsApp, Kini, Punya Fitur Keamanan Baru

Penulis: Darmansyah

Selasa, 15 November 2016 | 10:06 WIB

Dibaca: 0 kali

WhatsApp kini memiliki fitur pengamanan terbaru, yakni Otentifikasi Dua Langkah.

Seperti ditulis laman situs “wizars,”  fitur yang diluncurkan itu masih dalam bentuk  beta platform berupa otentifikasi dua langkah sudah tersedia

WhatsApp menjelaskan, fitur Otentifikasi Dua Langkah ini boleh diaktifkan dan tidak, tapi tujuan dari otentifikasi dua langkah ini adalah untuk verifikasi nomor telepon pengguna.

Saat verifikasi, pengguna diharuskan memasukkan kata sandi sebanyak enam digit.

Fungsinya, untuk menghindari tangan jahil atau hacker yang ingin mengakses akun WhatsApp pengguna, dengan menverifikasi nomor pengguna tersebut pada handset lain.

Tapi, itu tidak bisa dilakukan karena pengguna telah mengamankan nomornya dengan Otentifikasi Dua Langkah.

Selain kata sandi, pengguna disarankan untuk memasukkan alamat email. Alamat email berfungsi untuk menonaktifkan fitur tersebut, jika seandainya pengguna lupa kata sandi, email akan membantu.

“Kami tidak memverifikasi alamat email ini untuk mengkonfirmasi keakuratan. Kami sangat menyarankan Anda memberikan alamat email akurat sehingga Anda tidak terkunci dari akun Anda, jika Anda lupa passcode.”

“ Jika Anda menerima email untuk menonaktifkan verifikasi dua langkah, tapi tidak meminta ini, jangan klik link tersebut. Seseorang bisa mencoba untuk menverifikasi nomor telepon Anda pada WhatsApp,” ujar WhatsApp menuliskan fungsi fitur keamanan baru tersebut.

Cara mengaktifkannya, cukup buka pengaturan WhatsApp, pilih Account, lalu pilih Verifikasi Dua Langkah dan aktifkan.

Tapi, jika pengguna tetap mengaktifkan fitur tanpa memasukkan sandi, akan ada verifikasi nomor telepon setiap tujuh hari sekali.

Dan jika pengguna tidak mencantumkan alamat email ketika verifikasi dua langkah, pengguna juga harus menunggu tujuh hari kemudian untuk validasi nomor telepon.

Selama itu pula, pengguna tidak bisa menggunakan WhatsApp dengan nomor tersebut.

Jadi cara yang paling aman sebaiknya memasukkan kata sandi dan alamat email.

Sebelumnya WhatsApp juga sudah  menguji layanan video call, yang bisa  ‘mempercantik’ dirinya dengan kehadiran fitur yang diberi Status.

Fitur ini memungkinkan pengguna dapat berbagai foto dan video yang akan hilang dalam masa dua puluh empat jam.

Sejatinya, konsep tersebut lebih dahulu hadir pada aplikasi Snapchat. Namun, tampaknya fitur tersebut digemari pengguna smartphone.

Terbukti Instagram yang ‘mencaplok’ fitur Snapchat itu, langsung mendapat respons positif. Fitur Stories mampu menyedot seratus juta pengunjung dalam dua bulan kehadirannya.

WhatsApp sedang bereksperimen dengan Status pada layanannya dengan hadir dalam versi beta.

Fitur tersebut dapat dinikmati untuk pengguna WhatsApp dari ponsel berbasis Android dan iOS.

Tech Crunch menjelaskan, foto atau video yang diunggah akan menghilang dalam satu hari, serupa yang terjadi di Snapchat dan Instagram.

Fitur itu akan tersemat di antara tab untuk chatting dan panggilan.

Dalam mengungah foto atau video itu, pengguna dapat memolesnya dengan goresan pensil, menambahkan teks, hingga emoji.

Belum diketahui, kapan Status akan menyambangi semua pengguna WhatsApp.

Tetapi, untuk merasakan fitur beta Status, versi WhatsApp harus yang terbar

WhatsApp terus memberikan layanan terbaik bagi penggunanya dan melindungi layanan mereka dengan enkripsi end to end.

Fitur keamanan itu memastikan privasi dan riwayat percakapan pengguna terjaga.

Namun demikian, meskipun sudah mengaktifkan enkripsi end to end, tetap saja ada peluang atau celah yang bisa dimanfaatkan penjahat siber untuk membobol enkripsi tersebut.

Guna menghindari pengawasan dan upaya mata-mata dalam layanannya, menurut laporan Android Authorityp, WhatsApp diduga bakal mengenalkan fitur keamanan kode kunci enam digit untuk melindungi privasi pengguna.

Android Authority menemukan sinyal itu dalam program penerjemahan WhatsApp. Dalam program itu, terdapat penanda yang merujuk pada kode kunci.

Tanda yang dimaksud yaitu ‘masukkan kode kunci enam digit’, ‘kode kunci tidak cocok, dan ‘Coba masukkan lagi alamat email pemulihan’.

Dalam catatan itu, email pemulihan bisa menjadi opsional. Biasanya alamat email pemulihan diperlukan dalam kasus pengguna secara tak sengaja mengunci akun mereka.

Android Authority menyebutkan bisa saja pembaharuan WhatsApp ke depan akan mengizinkan pengguna memasukkan kode kunci enam digit untuk melawan upaya gangguan privasi pengguna.

Komentar