close
Nuga Tekno

WhatsApp Bikin Gebrakan Video Call

Layanan aplikasi WhatsApp membuat gebrakan baru lewat layanan panggilan video alias video call untuk melengkapi  layanan panggilan suara yang sudah mereka realisir beberapa waktu lalu.

Langkah   WhatsApp  ini terlihat dengan jelas ketika menyuguhkan beta terbaruyang tersedia di Google Play Store.

“Ada fitur yang memungkinkan pengguna bisa melakukan video call,” tulis “ubergizmo,” Senin, 16 Mei 2016.

Berdasarkan tangkapan gambar yang beredar di internet, fitur tersebut bisa diakses melalui chat room.

Pengguna bisa memilih opsi “Audio Call” atau “Video Call” ketika melakukan panggilan melalui WhatsApp.

Bersamaan dengan gebrakan itu, ke depannya, WhatsApp juga berencana untuk menghadirkan fitur yang memungkinkan pengguna untuk mengundang seseorang ke group

Sebelum menghadirkannya pada versi beta, rumor akan fitur video call pada WhatsApp sudah mencuat ke permukaan sejak Desember tahun lalu.

Hal ini ditandai dengan munculnya tangkapan gambar ponsel Android yang sedang menggunakan fitur tersebut pada sebuah situs web asal Jerman.

WhatsApp  juga telah melengkapi aplikasi yang memungkinkan penggunanya berbagi dokumen.

Kini  WhatsApp  juga sedang menyiapkan kemungkinan memiliki fitur baru seperti Call Back, Voice Mail, dan mengirim dokumen dalam format .Zip.

Semua itu diketahui dari gambar tangkapan layar aplikasi WhatsApp terbaru di sebuah ponsel yang beredar di Internet.

WhatsApp seakan hendak menjadikan layanannya bisa dipakai untuk segala kebutuhan komunikasi, termasuk komunikasi bisnis, karena menyertai fitur berbagi dokumen.

Fitur Call Back memungkinkan pengguna untuk melakukan panggilan ulang WhatsApp Call hanya dengan menekan sebuah tombol yang terdapat pada notification bar bagian atas. Dengan begitu, pengguna tak lagi harus membuka aplikasi WhatsApp untuk melakukan hal tersebut.

Tak hanya tombol Call Back, WhatsApp yang baru juga akan dilengkapi dengan dua tombol, yakni “Record Voice Mail” dan “Send Voice Mail”.

Keduanya bisa ditemukan saat pengguna melakukan panggilan telepon via aplikasi WhatsApp.

Tombol “Record Voice Mail” bisa digunakan untuk merekam suara yang ditangkap dari mikrofon. Untuk mengirimkan suara yang sudah direkam, pengguna bisa menekan tombol “Send Voice Mail”.

Tak hanya itu, ke depannya aplikasi WhatsApp pun akan mampu mengirimkan file dengan format Zip.

Dengan begitu, pengguna bisa memaketkan beberapa dokumen yang ingin dikirim dalam satu file Zip.

Belum jelas kapan berbagai fitur baru tersebut akan tiba. Yang pasti, Android dan iOS adalah dua platform yang akan bisa menikmatinya.

Awal Maret lalu, WhatsApp sempat memperbarui aplikasinya agar bisa digunakan untuk saling berkirim dokumen dengan berbagai format.

Hingga saat ini, WhatsApp sudah digunakan oleh satu miliar orang di seluruh dunia.

Setiap hari aplikasi ini melayani  pesan,  foto, dan  video yang terkirim.

Saat ini, aplikasi yang tersedia untuk berbagai platform ini juga sudah memiliki satu miliar grup obrolan.

Khusus untuk layanan  pesan instan WhatsApp sudah menambah fitur yang memungkinkan pengguna menulis teks dengan format tebal, miring dan coret tengah.

Fitur baru ini sudah bisa diaplikasikan oleh para pengguna perangkat iOS dan Android.

Uniknya, fitur ini bisa langsung diterapkan menggunakan ‘rumus’ sederhana.

Untuk menghasilkan tulisan tebal atau bold, pengguna tinggal menambahkan tanda bintang (*) di awal dan akhir kata.

Sebagai contoh, jika mengetik *Indonesia* maka yang terkirim ke pengguna lain akan menampilkan tulisan Indonesia dengan format bold.

Kemudian untuk format miring atau italic, caranya menambahkan tanda underscore (_). Jika pengguna menulis _Indonesia_, maka kata Indonesia akan berformat miring.

Lalu untuk mencoret kata, pengguna tinggal tambahkan tanda (~). Contoh, jika mengetik ~Indonesia~, maka kata Indonesia akan berformat strikethrough alias dicoret.

CNNIndonesia.com mencoba fitur ini dan tidak hanya untuk per kata saja, tetapi juga bisa untuk kalimat.

Jika ingin menulis dengan format bold semua, maka pengguna harus menggunakan tanda bintang (*) di awal dan akhir kalimat.

Contoh, tulisan “Indonesia Tanah Airku” akan tebal semua jika pengguna mengetik *Indonesia Tanah Airku*.

Jadi tidak perlu menyisipkan tanda (*) di tiap kata. Pun begitu dengan format italic dan strikethrough.

Tags : slide