Vine Tak Sepenuhnya “Dibunuh” Twitter

Penulis: Darmansyah

Kamis, 19 Januari 2017 | 08:14 WIB

Dibaca: 0 kali

Sejak dua hari lalu Twitter telah “membunuh” Vine

Lantas?

Seperti ditulis laman situs teknologi informasi “tech crunch,” kendati sudah ditutup, kemampuan Vine untuk merekam video pendek ternyata tak sepenuhnya hilang.

“Kemampuan tersebut kini dibenamkan langsung di Twitter,” tulis “tech crunch,” Kamis, 19 Januari 2017.

Bagusnya,  Twitter secara langsung akan memutar ulang atau “loop” video dengan durasi di bawah enam koma lima detik seperti layaknya Vine. Video yang diunggah pun bisa berasal dari layanan lain, seperti Snapchat.

Sementara  itu, setelah penutupan ini, Vine akan bertransformasi menjadi aplikasi terpisah.

Di  blog resminya, Twitter menulis, Vine akan berubah nama menjadi Vine Camera.

Kendati berubah, kemampuan aplikasi untuk mengambil video dengan durasi 6 detik masih dipertahankan.

Namun, aplikasi tersebut tak lagi berfungsi seperti media sosial.

Video yang diambil dari aplikasi itu dapat langsung diunggah ke Twitter atau disimpan di smartphone pengguna.

Karenanya, setelah aplikasi ini diluncurkan, aplikasi Vine dipastikan tak bisa lagi diunduh.

Twitter sendiri telah mengimbau pengguna Vine untuk mengunduh video yang ada dalam layanan tersebut.

Untuk melakukan hal itu, kamu bisa melihatnya di tautan ini.

Ketika Vine meluncur pada empat tahun silam popularitas layanan tersebut dengan cepat meroket.

Sayang, masa jaya Vine tak berlangsung lama, menyusul keputusan sang pemillik, Twitter untuk menutup layanan berbagi video pendek tersebut.

Berbagam reaksi pun muncul setelah Twitter mengumumkan keputusannya.

Salah satunya berasal dari layanan teknologi yang menawarkan manajemen influencer end-to-end, Markerly.

Dalam data yang dirilis, Markerly yakin bahwa berhentinya para pengguna top atau “bintang Vine” mem-posting konten menjadi pemicu penutupan layanan tersebut. Kategori pengguna top yaitu yang memiliki follower sebanyak lima belas ribu atau lebih.

Markerly mengungkapkan, lebih dari setengah atau lima puluh dua  persen pengguna top Vine berhenti mem-posting karya mereka mulai awal tahun ini.

Ada sebanyak sepuluh ribu pengguna Vine yang memiliki follower lebih dari lima belas  ribu.

Seperti juga ditulis “Business Insider,” kemerosotan itu tidak terlalu mengejutkan.

Pasalnya, saat ini muncul sejumlah layanan yang dirasa lebih optimal bagi para pengguna atau influencer orang yang memiliki pengaruh, seperti Snapchat, Instagram, dan YouTube.

Melalui Snapchat dan Instagram, mereka bisa berbagi video pendek, sedangkan YouTube digunakan jika ingin berbagi konten dengan durasi waktu lebih lama.

Menurut Markerly, platform seperti Snapchat dan YouTube membuat para influencer bisa menghasilkan karya video dengan durasi lebih panjang dan kualitas lebih baik.

Dengan demikian, mereka bisa lebih memikat target sebuah merek yang ingin diinginkan.

Dua bulan lalu, Twitter sempat mengumumkan rencana untuk menutup layanan Vine.

Memang kenyataanya Vine sendiri tak ditutup sepenuhnya.

Kendati berubah nama, kemampuan Vine untuk mengambil video dengan durasi enam detik masih dipertahankan.

Hanya saja aplikasi itu tak lagi berfungsi seperti media sosial.

Video yang diambil melalui aplikasi dapat langsung diunggah ke Twitter atau disimpan pada smartphone pengguna.

Karena itu, setelah aplikasi ini diluncurkan, aplikasi Vine dipastikan tak bisa lagi diunduh.

Dikutip dari Business Insider, video lawas yang ada di Vine dipastikan masih bisa diakses.

Pengguna tetap dapat menonton video tersebut melalui situs vine.co atau situs lain yang sudah ditempel

.

Sebelum layanan itu ditutup, Twitter telah merumahkan sembilan persen karyawannya di seluruh dunia sebagai upaya penghematan karena perusahaan tengah mengalami penurunan pendapatan.

Keputusan Twitter itu pun disambut kecaman oleh pendiri Vine Rus Yusupov.

Lewat unggahan di Twitter, ia memperlihatkan penyesalannya telah menjual Vine ke perusahaan yang kini dipimpin oleh Jack Dorsey tersebut.

 

Komentar