Vine Kini Menjadi Aplikasi Kamera

Penulis: Darmansyah

Senin, 19 Desember 2016 | 08:38 WIB

Dibaca: 1 kali

Twitter secara mengejutkan mengubah keputusannya untuk menutup aplikasi dan menghadirkannya dalam  aplikasi stand alone bernama Vine Camera.

Selain mengalihkan eksisitensi aplikasinya Twitter juga memperbaharui fungsinya yang  tak lagi sebagai media sosial tetapi sebagai peerekam video enam  detik

Sebelumnya, Oktober, dua tahun lalu, Twitter sudah memberitahu pengguna akan menutup aplikasi Vine di penghujung tahun ini.

“Dengan aplikasi Vina Camera Anda akan tetap bisa merekam video logging selama enam detik dan mengunggahnya secara langsung ke Twitter atau menyimpannya di ponsel,” tulis Twitter di blognya, 19 Desember 2016.

Menurut tulisan di laman situs “recorde” hari ini, Senin, video enam detik dari Vine Camera nantinya bisa diunggah ke berbagai media sosial lainnya.

Dan rilis itu mengakhiri spekulasi selama ini bahwa Twitter bakal menjual atau menutup Vine.

Sebelumnya sempat diberitakan bahwa Vine telah ditawar banyak aplikasi lain.

Lantas bagaimana folloer di Vine?

Disebutkan bahwa Vine akan melakukan upaya memindahkan para follower tersebut ke  akunTwitter pengguna dengan menambah notifikasi “Follow on Twitter” di aplikasinya.

Video-video Vine kini juga bisa diunduh lewat aplikasi atau browser.

“Seluruh video VIne Anda akan tetap tersedia di Vine .co, jadi Anda masih bisa mengakses aneka video yang sudah dibuat selama bertahun-tahun,” tutup Vine.

Sebagai pelopor video sharing di media sosial Vine banyak diintip oleh pesaingnya untuk diambil alih..

Sebut saja situs esek-esek  PornHub.

Dalam sebuah surat elektronik yang dilayangkan oleh Vice President PornHub Corey Price kepada CEO Twitter Jack Dorsey, salah satu operator situs esek-esek terbesar di dunia itu “menawar” akan membeli Vine.

“Karena Twitter akan menutupnya  dan sedang sibuk memangkas tenaga kerja, Anda dan para pemangku kepentingan bisa memperoleh manfaat dari uang hasil penjualan Vine,” tulis Price dalam suratnya, sebagaimana ditulis Cnet

PornHub menyatakan tidak keberatan dengan durasi video Vine yang cuma enam detik. Angka itu disebut “sudah lebih dari cukup bagi kebanyakan orang untuk menikmati”.

Entah tawaran itu memang serius atau sekadar menyindir kondisi keuangan Twitter yang belum kunjung membaik. Boleh jadi pula Twitter bakal menanggapi PornHub dengan serius, ketimbang hanya menutup Vine begitu saja.

Vine ditutup dalam rangka efisiensi tenaga kerja dan ongkos operasional yang dilakukan oleh Twitter. Video-video yang tersaji lewat aplikasi Vine saat ini masih ditonton oleh 100 juta orang setiap bulan, namun jumlah penggunanya terus menurun.

Twitter memberikan kesempatan pada para pengguna Vine untuk mengunduh video masing-masing dalam waktu beberapa bulan sebelum situs web, aplikasi, dan platform Vine ditutup sepenuhnya.

Pendiri Vine Rus Yusupov menyatakan ketidaksetujuannya atas rencana penutupan perusahaan tersebut. “Jangan jual perusahaan Anda!” kicaunya di Twitter, seolah menyesal telah melakukan langkah itu.

Upaya PornHub ini memang tak disukai oleh Vine.

Karena video singkat Vine milik Twitter sejak lama tak menghendaki kehadiran konten konten pornografi  dalam pencarian layanan.

Vine  pernah mengambil langkah  tegas dengan melarang dan  menghapus semua konten pornografi serta seksual yang eksplisit.

Vine melakukan kebijakan itu sejak dua tahun silam.karena ada sebagian kecil konten yang tidak patut untuk dipublikasi dan disebarkan kepada masyarakat.

“Untuk lebih dari sembilan puluh sembilan persen pengguna kami, hal ini tidak akan mengubah apapun. Untuk sisanya, kami tak punya masalah dengan konten seksual eksplisit di internet, namun kami hanya tak mau jadi sumber atas hal itu,” tulis Vine dalam publikasi di blog resmi.

Vine melarang keras publikasi konten video yang menunjukan tindakan seksual, memperlihatkan gambar telanjang yang provokatif, ataupun memperlihatkan kelamin.

Vine  menghapus seluruh konten macam ini, mulai dari video singkat yang dibagikan hingga foto profil pengguna.

Namun, Vine masih mempersilakan pengguna mempublikasi konten seksualitas yang mengandung nilai pendidikan, seni, alam, ataupun dokumenter.

Sejak pertama kali diluncurkan, Vine dimanfaatkan sebagian kecil pengguna untuk mempublikasi konten pornografi.

Konten macam itu sebelumnya sudah disembunyikan oleh Vine agar tidak ditemukan saat pengguna mencari dengan bantuan tanda pagar (tagar/#).

Vine menegaskan akan membekukan akun pengguna yang melanggar aturan ini, bahkan akun tersebut bisa diblokir secara permanen.

Vine pada mulanya adalah perusahaan mandiri yang kemudian diakuisisi oleh Twitter pada Oktober empat tahun lalu.

Komentar