Video Call di WhatsApp Sudah Datang

Penulis: Darmansyah

Selasa, 15 November 2016 | 15:16 WIB

Dibaca: 7 kali

WhatsApp secara mengejutkan, dalam rilis blog resminya siang ini, Selasa, 15 November 2016, menyampaikan pesan ke punggunanya untuk bersiap-siap, dalam hitungan hari kedepan, menyambut kedatangan fitur video call miliknya

“Bersiaplah! Dalam waktu beberapa hari ke depan kami melepas fitur video call,” tulis rilis itu.

Pengguna iOS, Android dan Window Phone dipastikan  bisa merasakan layanan ini.

“Dalam beberapa hari ke depan, lebih dari satu miliar pengguna WhatsApp dapat menggunakan fitur panggilan video di perangkat Android, iPhone dan Windows,”  tambah WahtsApp dalam tulisan  di blog resminyap.

Sebelumnya, beberapa pengguna Windows Phone dan Android sudah bisa melakukan panggilan video melalui WhatsApp.

Namun saat itu masih dalam bentuk versi beta, sehingga beberapa kekurangan masih terasa.

Menggunakan ponsel Android, setelah mengikuti prosedur pendaftaran uji beta, panggilan video berlangsung relatif lancar.

Faktor jaringan tentu saja jadi alasan utama kelancaran jalannya panggilan.

Pihak pengembang WhatsApp mengatakan “kami memperkenalkan fitur ini karena kami memahami bahwa terkadang suara dan teks tidaklah cukup. Tak ada yang mampu menggantikan momen saat menyaksikan cucu Anda berjalan untuk pertama kalinya, atau melihat wajah putri Anda saat ia menempuh pendidikan di luar negeri.”

WhatsApp juga menjanjikan bahwa fitur ini akan diperuntukkan bagi  semua perangkat dengan spesifikasi minimum sekalipun atau jaringan seluler yang tak terlalu bagus.

“Selama bertahun-tahun, kami menerima banyak permintaan dari pengguna WhatsApp untuk fitur panggilan video, dan kami bersemangat karena akhirnya kami dapat menyediakan fitur ini di seluruh dunia,” tutup tulisan di blog itu.

Bagi pengguna WhatsApp mungkin tak ada salahnya untuk menanti update dari aplikasi ini agar bisa merasakan layanan video itu.

Perang fitur antara aplikasi pesan instan makin panas menyusul rencana WhatsApp meluncurkan fitur video call.

Hal ini dikabarkan pertama kali oleh sebuah situs berbahasa Spanyol onewindows.es beberapa hari lalu.

Sebelumnya, sejumlah pengguna WhatsApp dengan sistem operasi Windows Phone menemukan pilihan panggilan video setelah mendaftarkan diri sebagai penguji beta.

Tak lama kemudian, menyusul pemilik ponsel berbasis Android.

Dengan pengguna aktif bulanan di angka 1 miliar, WhatsApp memiliki kesempatan yang sama besar meski tergolong telat mengeluarkan fitur panggilan video.

Berbeda dengan kemunculan fitur lain, dikabarkan  panggilan video ini akan tiba otomatis di aplikasi para pengguna WhatsApp tanpa perlu update terlebih dahulu.

Setelah mengikuti prosedur pendaftaran uji beta, panggilan video berlangsung relatif lancar. Faktor jaringan tentu saja jadi alasan utama kelancaran jalannya panggilan.

Setelah mendaftarkan diri mengikuti uji Beta dengan akun Play Store melalui link berikut ini, pengguna akan memperoleh sebuah undangan.

Ketika undangan sampai, WhatsApp versi Beta akan muncul di Play Store. Setelah memenuhi permintaan update, WhatsApp versi Beta siap digunakan.

Selanjutnya, pemilik akun Whatsapp tinggal menekan lambang telepon yang ada di kanan atas layar yang biasa dipakai untuk panggilan suara biasa. Setelah menekannya, pilihan “voice call” dan “video call” akan muncul.

Dalam fitur ini, pengguna juga bisa menggunakan kedua kamera baik yang tersemat di depan maupun belakangn di ponsel mereka.

Proses itu berlaku untuk ponsel dengan OS Android. Sedangkan pada ponsel Windows, terdapat lambang baru khusus untuk melakukan pemanggilan video.

Selain kabar tentang fitur video call itu sebuah WahtsApp dikritik sebagai  aplikasi yang tidak aman.

Electronic Frontier Foundation, memberikan daftar peringkat perusahaan teknologi paling terbesar di dunia, berdasarkan seberapa transparan dan pelindung mereka data pengguna mereka.

Nah, menurut laporan itu WhatsApp dikritik karena perlindungan terhadap pengguna dan skeptis soal sistem enkripsi yang dilakukan olehnya.

WhatsApp telah berulang kali dipuji karena keputusan, yang berarti teks pesan, gambar, klip video, PDF atau file yang dikirim melalui aplikasi akan tidak beraturan dan tak terbaca bagi penjahat siber atau lembaga penegak hukum yang mencegat komunikasi penggunanya.

“Tidak ada yang bisa melihat ke dalam pesan itu. Tidak penjahat dunia maya. Tidak hacker. rezim yang menindas. Dan tidak juga dengan kami,” kata pihak WhatsApp.

Enkripsi standar end-to-end memastikan WhatsApp adalah salah satu platform aplikasi chat yang paling aman di pasar, menurut Amnesty International.

Namun Yayasan Electronic Frontier telah memperingatkan penggun berhati-hati ketika menggunakan WhatsApp untuk percakapan sensitif – karena takut bahwa mereka mungkin dibaca.

Organisasi ini  juga mengkritik WhatsApp untuk menggunakan backup terenkripsi, seperti ke iCloud pada pengguna iPhone.

Meskipun pesan dan media yang dikirim antara pengguna dienkripsi, menurut EFF, namun aplikasi sangat tidak sukses mengekripsi backup online.

Sekedar diketahui backup online memungkinkan pengguna yang telah membeli ponsel baru – atau yang smartphone hilang atau dicuri – untuk cepat mengembalikan data mereka.

Namun itu juga berarti pesan, foto, video dan banyak lagi, bisa disimpan di cloud tanpa perlindungan apapun. Penjahat dunia maya berpotensi masuk ke file-file backup dan membaca pesan apapun yang mereka suka.

Komentar