Twitter Pulihkan Verifikasi Centang Biru

Penulis: Darmansyah

Rabu, 10 Januari 2018 | 09:31 WIB

Dibaca: 0 kali

Centang biru di sejumlah akun Twitter kini hadir kembali.

Dan apakah ini pertanda  Twitter mulai menerapkan sistem baru verifikasinya?

Seperti ditulis laman “fast company” hari ini, Rabu, 10 Januari, Twitter  secara diam-diam membuka lagi sistem  verified account atau verifikasi dengan memberikan ikon centang biru kepada beberapa akun.

Ini memberi isyarat  Twitter mulai menerapkan sistem baru untuk menentukan verifikasi.

Beberapa akun beruntung yang mendapat ikon centang biru adalah Michael Wolff, yang menulis buku kontroversial tentang dinamika Gedung Putih di bawah administrasi Trump, berjudul Fire and Fury.

Diikuti Mick Mulvaney, Kepala Kantor Manajemen dan Anggaran Amerika Serikat, dan salah satu editor media Fast Company, Anjali Khosla.

Menurut penyedia arsip digital internet Wayback Machine, akun Twitter Wolff yang dibuat Februari 2009 tidak memiliki ikon centang biru.

Wolff baru mendapatkannya pada 3 Januari 2018. Serupa dengan Wolff, akun Twitter Mulvaney dibuat sejak Juli 2017, juga baru belakangan ini mendapat ikon centang biru.

Sedangkan akun Anjali Khosla mendapat ikon centang biru minggu ini, setelah mengajukan ke pihak Twitter beberapa bulan lalu.

Belum ada konfirmasi resmi dari pihak Twitter perihal dipulihkannya sistem verifikasi ini.

Sebelumnya, Twitter telah membuat kebijakan terkait penangguhan proses verifikasi secara umum pada November tahun lalu.

Kebijakan tersebut dilatarbelakangi langkah Twitter yang memberikan ikon centang biru kepada Jason Kessler.

Sebab, Kessler merupakan pihak yang mengorganisisr protes rasial di Charlottesville, Virginia pada Agustus lalu.

Pemberian ikon centang biru ke akun Kessler dianggap tidak layak dan Twitter dianggap mendukung aksi Kessler tersebut.

Twitter belum mengumumkan apakah sistem baru verifikasi mereka sudah bekerja atau belum.

Jika tidak, Twitter mungkin hanya mengizinkan beberapa orang tertentu untuk mendapat ikon centang biru itu.

Sebelumnya, di November tahun lalu, – Twitter mengumumkan secara resmi telah menghentikan untuk sementara semua proses verifikasi akun.

Langkah ini diambil setelah terjadi “kebingungan” perihal akun mana saja yang layak mendapat ikon centang biru (verified).

Sebelumnya, Twitter memberikan ikon centang biru kepada Jason Kessler. Twitter mendapat begitu banyak protes atas pemberian centang biru itu.

Pasalnya, Kessler merupakan pihak yang mengorganisir protes rasial di Charlottesville, Virginia, pada Agustus lalu.

Banyak pengguna yang menyatakan, Kessler tidak berhak mendapatkan centang biru atas aksinya tersebut.

Twitter pun dianggap memberikan dukungan terhadap aksi Kessler.

Twitter sendiri beralasan, Kessler merupakan pemilik akun yang banyak mendapat perhatian publik sehingga berhak mendapat ikon tersebut.

Melalui akunnyat, Twitter mengakui kesalahan atas pemberian ikon tersebut.

“Verifikasi sebenarnya ditunjukkan untuk membuktikan identitas dan pendapat, tetapi malah diiterpretasikan sebagai bentuk dukungan atau indikator atas pentingnya suatu hal,” kicau Twitter

“Kami menyadari telah menciptakan kebingungan ini dan butuh untuk menyelesaikannya. Kami telah menghentikan untuk sementara semua verifikasi umum yang dikerjakan dan akan melaporkan kembali segera,” lanjut Twitter.

CEO Twitter, Jack Dorsey, ikut angkat suara. Menurutnya, pegawai verifikasi Twitter sudah menepati aturan perusahaan soal centang biru itu.

Akan tetapi, aturan tersebut memang masih cukup membingungkan sehingga terkadang Twitter memberikannya kepada orang yang kurang tepat.

Verifikasi merupakah pengesahan akun Twitter yang ditujukan untuk selebriti, jurnalis, pemerintah, atlet, perusahaan, dan orang-orang penting lainnya yang memiliki pengaruh.

Akun yang terverifikasi akan mendapat sebuah “lencana” berupa ikon centang kecil bewarna biru yang disematkan di sebelah nama pengguna.

Komentar