Twitter Kini Unggul Ungguhan Video

Penulis: Darmansyah

Kamis, 23 Juni 2016 | 15:09 WIB

Dibaca: 0 kali

Twitter tak mau dikalahkan Instagram dalam hal lamanya tayangan video dan hari ini, Kamis, 23 Juni 2016, merilis, unggahan  video dengan durasi hingga seratus empa

Perubahan ini dilakukan lewat  kebijakan baru CEO Jack Dorsey yang memperjuangkan Twitter untuk meningkatkan jumlah pengguna dan pendapatan, sekaligus bersaing dengan YouTube dan Facebook yang makin disesaki konten video original dan berkualitas.

Durasi seratus empat puluh detik ini lima kali lebih panjang dibandingkan batas tiga puluh  detik yang sebelumnya berlaku di Twitter.

Selain itu, perusahaan juga memperpanjang durasi video di Vine hingga mencapai seratus empat puluh  detik dari sebelumnya hanya enam detik.

Upaya Twitter memperpanjang durasi ini dilakukan untuk memberi waktu lebih luas kepada kreator dan bersaing dengan Instagram yang  mengunggah video  hanya enam puluh  detik

Facebook Live hanya punya  batas empat puluh lima detik dan  Snapchat Cuma sepuluhdetik.

Twitter bahkan menjanjikan sejumlah penerbit akan bisa membuat video selama 1sepuluh menit yang memakai “alat penerbit profesional.”

Selain itu, demi merayu kreator, Twitter pun memungkinkan pembuat video di Vine untuk menghasilkan uang dari konten ciptaannya.

Caranya, dengan mengizinkan video iklan tayang sebelum video buatan kreator diputar.

Dalam sebuah publikasi di blog resmi perusahaan,  Twitter berkata jumlah kicauan dengan konten video di layanan mereka telah meningkat lima puluh  persen sejak awal tahun ini.

“Peranan video jadi semakin penting dalam percakapan real-time di Twitter,” tulis Jeremy Rishel, Head of Product Development for Creators Twitter.

Pada kesempatan yang sama  Twitter juga meluncurkan aplikasi Twitter Engage, sebuah aplikasi mobile yang memungkinkan pengguna dengan jumlah follower besar untuk melacak reaksi pengguna lain atas konten atau kicauan, serta mengetahui apa yang dibicarakan follwer tentang kicauan itu.

Rilis  Twitter ini dilakukan sehari setelah mereka mengakuisisi perusahaan Magic Pony Technology asal Inggris, yang memiliki mesin kecerdasan buatan menganalisis gambar untuk memberikan konten video agar foto yang lebih baik

Jejaring sosial mikroblog Twitter mengakuisisi startup asal London, Magic Pony Technology, yang sukses mengembangkan machine learning.

Akuisisi ini dilakukan meningkatkan kualitas video di dalam layanannya.

Dalam sebuah publikasi yang ditulis oleh sang CEO Jack Dorsey di blog perusahaan, peran Magic Pony adalah mengembangkan algoritma yang mampu memahami fitur gambar.

Magic Pony juga akan bekerja dalam memproses visualisasi video yang diunggah oleh pengguna, baik rekaman maupun yang sifatnya live stream.

“Tim Magic Pony terdiri dari  sebelas pakar yang ahli dalam pencitraan komputer, machine learning, komputasi performa tinggi, hingga komputasi neuroscience,” tulis Dorsey.

Mengutip Recode, karyawan Magic Pony akan bergabung ke dalam tim internal Twitter Cortex yang fokus pada machine learning.

Akuisisi Magic Pony menjadi kali ketiga yang dilakukan perusahaan dalam kurun waktu tiga tahun belakangan.

Sebelumnya Twitter sudah lebih dulu mengakuisisi startup AI Whetlab di tahun lalu.

Dua tahun lalu Twitter sempat dilaporkan akan membeli layanan streaming musik SoundCloud, tetapi itu tak pernah terwujud.

Sekarang Twitter hanya membeli sedikit bagian dari perusahaan SoundCloud.

Juru bicara SoundCloud mengkonfirmasi bahwa Twitter telah mengucurkan dana ke perusahaanl, untuk membangun nilai bagi kreator dan pendengar, serta mengembangkan bisnis.

CEO Twitter Jack Dorsey tidak mengomentari secara spesifik investasi perusahaan kali ini, tetapi menegaskan bahwa Twitter kini memiliki saham di SoundCloud.

“Awal tahun ini kami melakukan investasi di SoundCloud melalui Twitter Ventures untuk mendukung beberapa upaya kami dengan kreator,” katanya seperti dikutip dari Recode.

Di masa depan, bisa jadi Twitter dan SoundCloud melakukan integrasi pada sejumlah fitur untuk meningkatkan pertumbuhan dan meningkatkan keterlibatan bagi penggunanya

 

Komentar