Twitter Digebrak Alurnya Mirip Facebook

Penulis: Darmansyah

Rabu, 10 Februari 2016 | 10:49 WIB

Dibaca: 0 kali

Kicauan “burung “ Twitter pagi ini, Rabu, 10 Februari 2016, atau beberapa jam lalu, bikin heboh pengguna ketika mekanismenya seakan mirip Facebook.

Pengguna langsung menanggapi isu itu dengan perasaan tidak senang dengan menuliskan berbagai kicauan menggugat.

Isu Twitter bakal mengadopsi algoritma baru untuk sistem linimasanya mengundang debat lewat retweet dan didiskusikan.

Isu itu memicu kontroversi.

Kebanyakan pengguna setia Twitter tak setuju dengan mekanisme yang seakan mirip Facebook.

Mereka pun melayangkan tanda pagar #RIPTwitter yang kurang lebih menyoal kabar tersebut.

“Jika benar, saya tak mengerti kenapa Twitter seakan menjadi Facebook 2.0. Orang menggunakan Twitter agar tidak menggunakan Facebook #RIPTwitter,” begitu bunyi kicauan salah satu netizen.

Tak lama-lama jadi kabar burung itu, CEO Twitter Jack Dorsey angkat bicara, sebagaimana dilaporkan Cnet, Rabu, 10 Februari 2016 .

Ia membantah Twitter berencana mengganti algoritma aliran kicauan.

Menurut dia, Twitter selalu mengikuti kebutuhan dan keinginan pasar.

“Saya mau kalian tahu bahwa kami selalu mendengar,” kata dia

“Kami tak pernah berencana mengganti mekanisme linimasa dalam waktu dekat,” ia menambahkan.

Kendati sistem Twitter diperbarui, kata dia, karakteristik Twitter akan selalu merujuk pada konsep awalnya.

Twitter tetap merupakan mikroblog yang sifatnya real-time.

Sistem baru yang direncanakan kurang lebih merupakan versi lanjutan dari yang sekarang disebut fungsi “while you were away”.

Fungsi itu memastikan netizen tetap update dengan hal-hal aktual yang terlewatkan karena tak sempat membuka Twitter.

“Lihat while you were away pada bagian atas linimasa Anda. Isinya kicauan-kicauan terlewatkan dari orang-orang yang Anda ikuti. Cukup refresh dan Anda kembali ke linimasa real-time,” Dorsey menjelaskan.

Sebuah laporan terbaru lainnya mengungkap bahwa jumlah tweet per hari dari pengguna Twitter kian menurun, bahkan mencapai separuh dari puncaknya pada Agustus tahun lalu.

Data tersebut diungkap oleh seorang pengembang aplikasi yang mempelajari application programming interface milik Twitter.

Business Insider, menulis jumlah kicauan per hari pengguna Twitter mencapai puncaknya pada Agustus lalu dengan rata-rata enam ratus enam puluh satu juta tweet per hari selama satu bulan.

Sementara pada Januari 2016, jumlahnya hanya rata-rata tiga ratus tiga juta tweet per hari selama satu bulan.

Juru bicara Twitter yang tidak mau disebut namanya menepis data tersebut.

“Datanya tidak benar,” ujarnya kepada Business Insider.

Namun Twitter juga tidak bersedia mengungkap jumlah angka yang benar.

Twitter memiliki kebijakan tidak menanggapi atau berkomentar tentang data yang dikeluarkan oleh pihak ketiga.

Sementara itu, jumlah pengguna aktif Twitter per bulan juga diprediksi tidak akan berkembang.

Analis memprediksi Twitter masih memikat pengguna lamanya, seperti profesional di bidang media atau politisi, namun tidak berhasil membuat pengguna berusia muda “betah”.

Padahal pengguna berusia muda itu berpotensi membuat tweet yang jumlahnya dua atau tiga kali lipat dari pengguna lama yang berusia di atasnya.

Namun, pengguna muda tersebut kini justru beralih ke aplikasi pesaing, seperti Snapchat dan Instagram.

Kedua aplikasi ini telah menyalip Twitter dalam hal jumlah pengguna aktif bulanan.

Komentar