Twitter Bertarung Melawan “Kematian”

Penulis: Darmansyah

Rabu, 3 Februari 2016 | 09:44 WIB

Dibaca: 0 kali

Situs media sosial Twitter kini sedang bertarng dengan “kematian.”

Itu yang ditulis oleh laman situs “ubergizmo,” Rabu, 03 Februari 2016, terhadap media sosial berlambang burung ini.

“Twitter sedang menunjukkan tanda-tanda kemunduran selama beberapa tahun terakhir. Pengguna Twitter, khususnya di Amerika, terus merosot,” tulis “ubergizmo”

Selama dua tahun terakhir, pencuit dari situs ini terus anjlok hingga sepertiganya.

Data itu memang bertolak belakang dengan angka yang diklaim oleh Twitter sendiri, yang melaporkan ada kenaikan hingga dua puluh lima persen dalam periode yang sama.

Seperti juga ditulis laman “Guardian” media sosial milik Twitter, Vine, juga mengalami kemerosotan.
Saat ini, angka itu terus merosot tajam terutama jumlah aplikasi Twitter yang ter-install di perangkat mobile .

Jumlah pengguna aktif mingguan, pengguna yang membuka aplikasi setiap pekan, juga terus menurun..

Data pengguna di seluruh dunia juga bukan kabar baik bagi Twitter. Penetrasi Twitter merosot dari tiga puluh persen menjadi hanya dua puluh dua persen saat ini.

Seperti dikutip dari laman Twitter, perusahaan ini melaporkan bahwa delapan puluh persen dari pengguna aktif memakai perangkat mobile untuk mengakses akunnya.

Penurunan angka install aplikasi di mobile cukup mewakili bahwa penggunaan Twitter secara umum menurun.

Berdasarkan klaim Twitter sendiri, jumlah pengguna aktif mereka justru meningkat, bertolak belakang dengan rilis data dari berbagai media

Twitter melaporkan dua ratus lima puluh lima juta pengguna masih aktif dihitung secara bulanan.

Tokoh-tokoh berpengaruh dan lembaga-lembaga dunia juga masih memakai Twitter sebagai salah satu platform untuk menyampaikan pemikiran dan komunikasinya. Menteri, perdana menteri, hingga presiden masih banyak yang memiliki akun Twitter.

Menurut Guardian, ada sejumlah penjelasan mengenai terjadinya perbedaan data tersebut.

Pertama, mungkin saja peningkatan jumlah pengguna seperti yang dilaporkan Twitter karena user enggan menginstal aplikasi mobile, tetapi memakai perangkat desktop.

Pengguna seperti ini tidak muncul di 7Park Data data yang mendapat data dari pengguna perangkat mobile yang setuju membagi data penggunaan aplikasi mereka.

Kemungkinan lain, yang menjadi kabar buruk bagi Twitter, adalah bahwa pertumbuhan pengguna aktif bukan berasal dari pengguna sesungguhnya, manusia.

Pengguna tumbuh bisa jadi berasal dari bot atau akun-akun otomatis.

Analis internet 7Park Data, Byrne Hobart, mengatakan bahwa sejumlah upaya yang dilakukan Twitter untuk menaikkan jumlah pengguna mengalami kegagalan.

“Ada pengguna yang tetap memiliki passion dengan produk ini. Namun, upaya Twitter untuk menumbuhkan pengguna, dengan aplikasi seperti Vine dan Periscope, serta fitur baru Moments, gagal,” kata Hobart.

Jumlah pengguna yang terus stagnan, mengecewakan para investor yang berharap Twitter bisa bersaing dengan Facebook yang jumlah penggunanya mencapai satu miliar lebih.

Tak hanya kalah jauh dari Facebook, Twitter kalah dari Instagram.

Tanda-tanda kemunduran Twitter telah banyak dilaporkan sejak beberapa waktu terakhir.

Sejarah mencatat matinya situs media sosial seperti Friendster yang kini berubah menjadi situs game. Apakah Twitter akan menyusul Friendster?

Twitter memang telah mengambil langkah popular usai mengumumkan rencana untuk menambah jumlah karakter dalam posting-nya menjadi sepuluh ribu.

Banyak reaksi pengguna yang bermunculan.

CEO Twitter Jack Dorsey pun akhirnya gatal untuk memberikan komentar lewat akun Twitter pribadinya (@jack), dan berikut adalah penjelasan Dorsey tentang rencana Twitter tersebut.

“Kami mengobservasi lama pengguna Twitter, mereka sering membuat screenshot dan mem-posting-nya, bukan menulis teks dan mengicaukannya,” tulis Dorsey.

“Bayangkan jika tulisan itu benar-benar teks yang bisa dicari dan ditandai, akan lebih berguna,” imbuhnya.

Penjelasan Dorsey memang panjang, sekitar 8 paragraf teks. Karena itu, ia juga membuat screenshot tulisannya dan mem-posting-nya di Twitter, alih-alih membuat “kultwit” teks panjang dan bersambung.

Dikutip KompasTekno dari Recode, Rabu (6/1/2016), tweet dengan 10.000 karakter ini rencananya akan mulai diperkenalkan pada Maret mendatang.

Twitter sebenarnya telah menghapus batasan 140 karakter sebelumnya, tetapi terbatas dalam fitur Direct Message-nya saja.

Langkah Twitter menambah karakter huruf dalam posting-nya ini merupakan bentuk konkret dari semangat “Beyond 140” yang digalakkan Twitter saat Dorsey mulai menjabat sebagai CEO.

“Kami tidak malu membuat perubahan di Twitter, selama itu konsisten dengan apa yang dimaui orang-orang, kami akan terus mengeksplornya,” pungkasnya.

Komentar