Twitter Bawa Fitur Yang Ada di Instagram

Penulis: Darmansyah

Senin, 3 September 2018 | 09:48 WIB

Dibaca: 1 kali

Twitter berencana merilis fitur baru bertajuk “presence”, memungkinkan pengguna melihat siapa saja teman yang tengah online.

Hal ini dikemukakan CEO Twitter, Jack Dorsey.

“Bermain-main dengan beberapa fitur baru Twitter, ‘presence’ dan ‘threading’,” kata Jack Dorsey, ditulis  Phone Arena, Senin

Fitur semacam presence sejatinya bukan inovasi baru. Sebelumnya, Facebook sudah menerapkan mekanisme seperti itu di jejaring sosialnya dan layanan berbagi foto Instagram.

Menurut Jack Dorsey, presence menjadi penting untuk mempermudah interaksi dengan teman di Twitter.

Tak perlu lagi menduga-duga apakah seseorang sedang on atau off dari Twitter ketika hendak mengobrol via layanan mikroblog tersebut.

Selain presence, Jack Dorsey juga menyebut “threading”. Sesuai namanya, ditur tersebut bertujuan mempermudah pengguna mengikuti sebuah obrolan di Twitter.

Intinya, pengguna bisa mengobrol dengan teman dengan tampilan yang tersusun secara kronologis dan sistematis.

Belum dijelaskan bagaimana persisnya mekanisme fitur ini.

“Kami tengah mencoba beberapa fitur untuk membuat Twitter semakin enak untuk mengobrol. Presence dan balasan threading. Sekarang masih tahap awal,” kata Head of Product Twitter, Sarah Haider.

Sebelumnya Twitter juga telah merilis  fitur baru di mana pengguna bisa melihat siapa saja akun yang layak untuk di-unfollow karena jarang berinteraksi.

Meski jumlahnya ratusan atau bahkan ribuan, tak semua akun Twitter yang kita ikuti berinteraksi dengan kita.

Untuk itu, Twitter kabarnya tengah menyiapkan sebuah fitur yang merekomendasikan akun-akun yang layak untuk di-unfollow.

Seperti ditulis Slate, Jumat, 31 Agustus, fitur ini dihadirkan sebagai pelengkap dari fitur sebelumnya.

Sebagaimana kita ketahui Twitter memang sudah memiliki “Who to Follow” yang merekomendasikan akun-akun yang layak untuk diikuti pengguna.

Fitur rekomendasi unfollow ini nantinya akan melihat seberapa jauh kita berinteraksi atau memperhatikan kicauan-kicauan akun yang bersangkutan.

Jika ternyata kita abai dan tak begitu mempedulikan kicauan akun tersebut, maka Twitter akan merekomendasikan untuk diunfollow.

Lewat pernyataan resminya, Twitter pun mengonfirmasi kabar ini. Mereka mengatakan memang tengah melakukan serangkaian ujicoba sebelum dirilis secara massal untuk semua pengguna.

“Kami tahu bahwa orang menginginkan linimasa Twitter yang relevan. Salah satu cara untuk mendapatkannya adalah dengan berhenti mengikuti orang yang tidak berinteraksi dengan mereka secara teratur,” ungkap pihak Twitter.

“Kami menjalankan pengujian yang sangat terbatas untuk memunculkan akun tertentu untuk dicek apakah mereka ingin berhenti mengikuti atau tidak,” lanjut mereka.

Beberapa pengguna Twitter pun melaporkan telah menemukan fitur ini. Pada fitur tersebut, Twitter memberi beberapa rekomendasi orang-orang atau akun yang layak untuk di-unfollow.

“Orang-orang yang layak untuk di-unfollow? Terima kasih Twitter,” ungkap  sebua akun  seraya menyertakan cuplikan gambar fitur tersebut.

Selain itu, beberapa orang  belum mendapati keberadaan fitur ini di beberapa akun yang kami cek.

Artinya, ujicoba fitur ini memang sangat terbatas untuk pengguna tertentu yang memenuhi syarat dari Twitter.

Secara teori, fitur ini tentu akan sangat membantu pengguna untuk menyaring siapa saja akun-akun yang relevan untuk diikuti sesuai dengan minat pengguna.

Kendati Twitter belum mengungkapkan kapan fitur ini akan dirilis secara massal untuk seluruh pengguna.

Sebelumnya Twitter telah menyiapkan sebuah fitur yang merekomendasikan akun-akun yang layak untuk di-unfollownuntuk dilenyapkan

Sebelum menghapus riwayat kicauan, Anda bisa mengunduh arsip data jika ingin menyimpannya.

Caranya, buka menu “setting” lalu gulir ke bawah dan klik “request your archieve”. Arsip tak akan menyimpan semua data Twitter Anda sejak pertama kali akun dibuat.

Tunggu beberapa saat dan periksa e-mail yang Anda gunakan untuk mendaftar akun Twitter karena arsip akan dikirim ke alamat e-mail tersebut.

Komentar