Twitter akan “Bunuh” Aplikasi Vine Miliknya

Penulis: Darmansyah

Jumat, 28 Oktober 2016 | 09:32 WIB

Dibaca: 0 kali

Twitter,  seperti ditulis laman situs “the verge,” hari ini, Jumat, 28 Oktober 2016,  punya rencana menutup aplikasi Vine  dalam beberapa bulan mendatang, dan kemungkinan akhir tahun ini

Vine adalah aplikasi berbagi video singkat yang dimiliki oleh Twitter.

Twitter mengakuisisi startup Vine pada Oktober empat tahun silam  dan diperkenalkan kepada pengguna  mulai Januari tahun berikutnya.

Menurut “the verge,” berdasarklan data yang dirilis Twitter, setiap bulan tercatat  seratus juta orang yang menonton video Vine, dan ada sekitar satu koma lima  miliar video loop yang diunggah ke Vine.

Ungguhan itu berasal  dari perayaan, gol, serta sorotan dalam pertandingan tertentu, dibagikan dalam bentuk loop singkat melalui Vine.

Selain “the verge,” media Inggris terkenal  The Guardian, Jumat pagi WIB, menulis bahwa, jumlah pengguna Vine, secara bertahap dan perlahan, terus berkurang.

Tahun ini, bahkan tercatat ada penurunan pengguna sekitar sepuluh juta orang.

Lantas bagaimana dengan pengguna Vine tentang rencana penutupan itu?

“Tak perlu khawatir kami berjanji aaplikasi, website atau berbagai video singkat yang telah diunggah ke platform Vine, masih bisa diakses untuk sementara waktu ini,” pesan terbaru Twitter.

“Hari ini, tak ada yang akan terjadi pada aplikasi, web atau Vines milik Anda. Kami menghargai Anda dan Vines yang selama ini diunggah, karen itu kami akan melakukan hal yang benar,” tulis pernyataan resmi Vine dalam blog perusahaan.

“Anda akan tetap bisa mengakses dan mengunduh Vines milik Anda. Kami pun akan terus mempertahankan web agar bisa tetap online,” imbuhnya.

Sekadar diketahui, saat ini Twitter memang tengah berjuang keras untuk memulihkan kondisi keuangannya. Salah satu jalan yang mereka tempuh adalah mengurangi jumlah tenaga kerja.

Penutupan Vine di iOS dan Android pun bisa jadi terkait hal itu.

Pasalnya, selama ini Vine menggunakan aplikasi terpisah, sehingga perlu perawatan dan tim khusus.

Jejaring sosial berbagi video singkat Vine milik Twitter telah menyembunyikan konten pornografi dari fitur pencarian layanan.

Kini, Vine mengambil langkah lebih tegas dengan melarang dan akan menghapus semua konten pornografi serta seksual yang eksplisit.

Sebelumnya, Vine melakukan perubahan kebijakan karena ada sebagian kecil konten yang tidak patut untuk dipublikasi dan disebarkan kepada masyarakat.

“Untuk lebih dari sembilan puluh sembilan persen pengguna kami, hal ini tidak akan mengubah apapun. Untuk sisanya, kami tak punya masalah dengan konten seksual eksplisit di internet, namun kami hanya tak mau jadi sumber atas hal itu,” tulis Vine dalam publikasi di blog resminya.

Vine melarang keras publikasi konten video yang menunjukan tindakan seksual, memperlihatkan gambar telanjang yang provokatif, ataupun memperlihatkan kelamin.

Vine akan menghapus seluruh konten macam ini, mulai dari video singkat yang dibagikan hingga foto profil pengguna.

Namun, Vine masih mempersilakan pengguna mempublikasi konten seksualitas yang mengandung nilai pendidikan, seni, alam, ataupun dokumenter.

Sejak pertama kali diluncurkan, Vine dimanfaatkan sebagian kecil pengguna untuk mempublikasi konten pornografi.

Konten macam itu sebelumnya sudah disembunyikan oleh Vine agar tidak ditemukan saat pengguna mencari dengan bantuan tanda pagar (tagar/#).

Vine menegaskan akan membekukan akun pengguna yang melanggar aturan ini, bahkan akun tersebut bisa diblokir secara permanen.

Vine pada mulanya adalah perusahaan mandiri yang kemudian diakuisisi oleh Twitter

Pengalaman menyaksikan video di Vine kini lebih menyenangkan. Aplikasi penghimpun video berdurasi enam detik tersebut baru melakukan pemutakhiran yang diklaim akan memudahkan penggunanya.

Tak ada lagi buffering atau halangan menonton video karena koneksi internet lemah.

Bahkan, saat sedang offline pengguna tetap dapat menyaksikan video-video kreatif di aplikasi buatan Twitter ini.

Vine kini bakal mengunduh otomatis video-video yang masuk, bahkan ketika pengguna menutup aplikasi tersebut. Jadi, ketika ingin membuka Vine, semua video sudah siap disaksikan tanpa loading yang makan waktu.

Pengunduhan otomatis ini tak hanya berlaku pada video-video di linimasa pengguna. Melainkan juga pada video-video di kolom pencarian Vine. Selama video yang ingin diakses telah diunggah sebelum koneksi internet mati, video itu secara otomatis telah terunduh pada Vine pengguna.

“Kami bekerja keras untuk memastikan Vine mengunduh semua konten sebelum diakses pengguna,” begitu tertera pada blog resmi Vine.

Artinya, kini aplikasi Vine tak pernah “tidur”. Barangkali ini bakal menyedot kuota data pengguna dengan lebih kencang.

Tapi apalah artinya itu semua dibandingkan kenikmatan menonton video tanpa gangguan.

Lagipula, pemutakhiran Vine juga dilakukan pada ukuran video yang terunggah. Vine bakal memperkecil ukuran video yang diunggah secara otomatis.

Ini dilakukan untuk menghemat kuota data pengguna, sekaligus mempercepat waktu pengunduhan saat pengguna ingin menyimpan video dari Vine.

Komentar