Tri Bersiap “Membunuh” 2G

Penulis: Darmansyah

Rabu, 25 Januari 2017 | 09:14 WIB

Dibaca: 0 kali

Hutchison Tri  atau lebih dikenal dengan “Tri”  mengingatkan para penggunanya bahwa mereka akan segera  mematikan jaringan 2G secara bertahap di beberapa kota di Indonesia.

Danny Buldansyah,  seorang petinggi Tri, mengungkapkan perusahaannya berencana mulai mematikan jaringan 2G tahun ini.

“Mematikan jaringan 2G nantinya hanya akan berimbas ke sepuluh persen pelanggan atau sekitar lima koma tujuh juta pelanggan di seluruh Indonesia,” imbuh Danny

Proses migrasi pelanggan 2G menurutnya akan dilakukan secara natural dan bertahap.

Ketika pelanggan mengganti ponsel yang sudah mendukung jaringan 3G atau 4G, maka secara berangsur-angsur jaringan 2G akan dimatikan.

Danny menegaskan proses menghentikan dukungan terhadap pengguna akan dimulai di kota yang penggunanya jaringan 2G kian menyusut.

“Saat ini pengguna 2G tercatat masih banyak di Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera. Jadi kemungkinan kita tidak akan memulainya dari sana,” imbuhnya.

Secara tersirat, ia juga menambahkan kalau di kota besar seperti Jakarta saat ini sudah didominasi pengguna ponsel berteknologi 3G dan 4G.

Besar kemungkinan Jakarta akan menjadi kota pertama yang terkena imbas keputusan ini.

Lebih lanjut, pria berambut putih ini menambahkan salah satu tujuan utama perusahaannya menghentikan dukungan teknologi 2G tak lain karena teknologinya dianggap kurang efektif.

Terlebih penggunaan spektrum 4G saat ini terhitung lebih efektif dan memiliki kualitas lebih baik.

Meski memastikan akan mulai menghentikan penggunaan jaringan 2G, Danny memprediksi proses ini memerlukan waktu sedikitnya dua tahun.

“Saat ini sebenarnya sudah ada BTS 2G yang dimatikan. Untuk cakupan 2G akan dikonversi ke 4G dan dilakukan secara perlahan karena migrasi ini akan makan waktu sampai dua tahun ke depan,” ungkapnya.

Seakan tak mau ketinggalan langkah dari operator lain seperti Telkomsel, XL Axiata, dan Indosat Ooredoo, Hutchison Tri Indonesia  juga turut mengadakan program inkubasi startup.

Pada program ini Tri memboyong empat startup yang dinilai potensial.

Keempat perusahaan rintisan berasal dari tiga kota .

Dalam program ini, Tri berkomitmen menemani keempat startup tadi hingga dua tahun ke depan. Kerja sama mereka berupa pendanaan, jejaring, serta pengembangan bisnis.

Kendati demikian, Tri belum bisa memastikan jenis bantuan yang akan mereka berikan kepada masing-masing startup binaan mereka.

Tri juga mengaku tak akan mengambil keuntungan dari program inkubasi ini.

Namun Tri bermaksud mengembangkan bisnis bersama. Tri juga enggan menyebut nilai investasi yang mereka keluarkan untuk program ini.

Hutchison Tri Indonesia juga telah meluncurkan program inkubasi startup.

Meski membina langsung, perusahaan mengaku masih enggan mengakuisisi startupnya.

“Kita belum ada rencana ke sana karena kita mau lihat business plan selama empat hari ke depan dulu,” ujar Juliandi George Fransiskus selaku Head of Customer Engagement & Operations

Juliandi juga menampik jika dalam waktu dekat program pengembangan startup ini akan dipecah menjadi unit bisnis tersendiri.

Pasalnya, Tri masih ingin fokus memoles potensi bisnis yang terdapat di empat startup yang mereka tangani.

Yang jelas, dalam program ini Tri berkomitmen menemani para startup hingga dua tahun ke depan. Kerja sama mereka berupa pendanaan, jejaring, serta pengembangan bisnis.

Empat startup yang terdaftar dalam program inkubasi Tri adalah mengundang.co, SoKu.id, WI4GO, dan SellBuyTime yang disaring dari  proposal startup .

Nama terakhir merupakan salah satu startup yang menarik. SellBuyTime merupakan wujud marketplace yang mendaku dirinya sebagai platform jual beli waktu luang dan keahlian.

Okky Vanda, salah satu pendiri SellBuyTime, menyebut startup miliknya mampu mempertemukan individu dengan kemampuan tertentu yang waktunya luang dengan orang yang membutuhkan jasa mereka.

Ia menilai jasa yang ia jual mirip dengan platform Sribulancer.

“Kita dengan Sribulancer memang mirip, tapi kategori segmen kita kan jasa ya,” ujar pria yang biasa disapa Ivan itu.

Ia mengklaim telah memiliki sekitar enam ratus tenaga di berbagai bidang baik formal maupun informal yang dapat diakses melalui aplikasi mobile di Android.

Bersama tiga startup lainnya, SellBuyTime akan menjalani bootcamp selama empat hari ke depan untuk memoles bisnis model mereka.

Keempatnya akan ditempa oleh profesional Tri yang bertugas mengawasi program inkubasi ini

Komentar