Tesis Hawking Bikin Situs Cambridge Down

Penulis: Darmansyah

Rabu, 25 Oktober 2017 | 08:41 WIB

Dibaca: 0 kali

Sehari setelah diumumkannya akses internet gratis untuk tesis Stephen Hawking, hari ini, Rabu, 25 Oktober, situs milik perpustakaan Universitas Cambridge Inggris, mengalami crash atau macet

Crash ini terjadi karena melimpahnya akses untuk bisa  “membaca” membaca tesis fisikawan paling moc er di muka bumi itu.

Tesis terkenal buatan Stephen Hawking berjudul “Sifat Memperluas Alam Semesta” memang baru saja diunggah di situs Universitas Cambridge.

Tesis tersebut sudah bisa diakses oleh publik sejak dibuat pada enam lima puluh lima tahun lalu.

“Sifat Memperluas Alam Semesta” karya Profesor Hawking telah menjadi menjadi tesis yang paling banyak diminta di perpustakaan universitas itu

Untuk memenuhi permintaan tersebut, dan atas dorongan Hawking, Universitas Cambridge menyediakannya secara online.

Sekitar enam puluh ribu orang berusaha mengaksesnya, menyebabkan situs itu beberapa kali macet pada Senin.

Hawking adalah fisikawan dan ahli kosmos yang paling terkenal di dunia.

Karya pentingnya dua puluh sembilan tahun silam yang berjudul Sejarah

Singkat mengenai Waktu telah terjual lebih dari sepuluh  juta eksemplar.

Kini, dengan tersedianya tesis Hawking untuk dibaca oleh siapa pun Hawking berharap untuk “mengilhami orang-orang di seluruh dunia untuk melihat bintang-bintang dan bukan ke bawah ke arah kaki mereka, untuk bertanya-tanya tentang tempat kita di alam semesta dan berusaha memahami kosmos.”

Sehari sebelumnya, Cambridge University memberitahu tentang telah dibukanya akses gratis lewat internet untuk semua karya Stephen Hawking.

Tesis doktoral karya Stephen Hawking yang dibuat lima puluh satu tahun lalu kini bisa diakses secara online.

Penelitian berjudul Properties of Expanding Universes ini, dapat diakses dan diunduh secara gratis oleh siapa saja melalui perpustakaan digital milik Universitas Cambridge.

Informasi itu disampaikan pihak Universitas Cambridge bersamaan dengan perayaan acara Open Access Week.

Properties of Expanding Universes merupakan karya Stephen Hawking yang paling banyak diminati untuk bisa diakses secara online dan diunduh secara lengkap, seperti yang tertulis dalam situs resmi Universitas Cambrdige.

Perpustakaan Cambridge mencatat bahwa Properties of Expanding Universes mencapai angka keterbacaan hingga ribuan tiap bulannya.

Penelitian ini menjelaskan tentang bagaimana pengujian implikasi dan konsekuensi perluasan alam semesta.

Di dalamnya dijelaskan perluasan tersebut menciptakan kesulitan besar bagi teori gravitasi Hoyle-Narlikar, hingga peristiwa singularitas di model kosmologi.

Stephen Hawking berpendapat bahwa setiap orang di belahan bumi manapun akan mendapatkan akses tanpa batas untuk memahami penelitiannya secara komprehensif.

“Dengan membuat tesis bisa diakses secara terbuka, saya berharap bisa menginspirasi semua orang di dunia untuk melihat ke arah bintang-bintang bukan menunduk ke kaki mereka  agar memiliki rasa penasaran tentang semesta dan mencoba memahami tentang kosmos,” ujar Hawking.

Ia menambahkan bahwa setiap generasi akan ‘bersandar’ kepada generasi sebelumnya yang telah pergi.

Seperti dirinya yang kala itu berpredikat sebagai PhD muda, ia mengaku bahwa hasil penelitian dari Isaac Newton, James Clerk Maxwell, dan Abert Einstein merupakan ‘sandarannya’ untuk karya penelitiannya yang terkenal saat ini.

Sebagai universitas yang memiliki 98 alumni penerima penghargaan Nobel, Cambridge berharap keputusan Stephen Hawking ini mampu mendorong peneliti lain untuk memberikan izin karyanya untuk diakses secara bebas.

Kepala Deputi Komunikasi Ilmiah Universitas Cambridge, Dr Arthur Smith mengungkapkan dengan membuka akses secara online untuk hasil penelitian dari mahasiswa Cambridge, akan mengeliminasi batas antara manusia dan pengetahuan.

“Banyak tesis yang memiliki informasi dan unik namun belum dimanfaatkan,” katanya .

Stephen Hawking saat ini berkarir sebagai direktur penelitian di Department of Apllied Mathematics and Theoritical Physics  di Universitas Cambridge.

Ia juga pendiri Pusat Teoritis Kosmologi  dan juga pernah mendapatkan gelar Emeritus Lucasian Professor di Universitas Cambridge

Gelar tersebut sebelumnya diberikan kepada peneliti senior seperti, Isaac Newton, Paul Dirac, dan Charles Babbage.

Komentar