Ternyata, Windows XP Itu Belum Mati-mati

Penulis: Darmansyah

Senin, 4 Mei 2015 | 11:09 WIB

Dibaca: 0 kali

Setelah setahun, secara resmi, dukungan teknis terhadap Windows XP resmi dihentikan apakah sistem operasi lawas masih banyak digunakan atau pun sudah “mati.”

Lantas muncul pertanyaan berikutnya, ke mana pengguna Windows XP itu beralih?

Jawabannya, ternyata Windows XP belum mati-mati, dan sebagian penggunanya memilih Windows 7 sebagai pelabuhan singgahnya.

Ini tercermin dari kenaikan pangsa pasarnya Windows 7 yang mencapai lima puluh persen sejak April 2014 hinga April 2015, seperti di kuitip “nuga” dari data Net Applications.

Dalam periode selama setahun semenjak kepergian Windows XP itu, menurut laporan “The Inquirer” sistem operasi terbaru Microsoft Windows 8 dan Windows 8.1 hanya mengalami pertumbuhan sangat kecil.

Pangsa pasar gabungan kedua sistem operasi tersebut yang kini sebesar 14,6 persen bahkan masih kalah banyak dibandingkan market share Windows XP di sistem operasi desktop yang masih bercokol di angka 15,9 persen.

Adapun pangsa pasar Windows XP sudah menurun sekitar sepuluh persen semenjak dukungan teknisnya dihentikan oleh Microsoft.

Sebelum itu, sistem operasi yang sudah beredar sejak 2001 ini masih menguasai lebih dari seperempat pasaran OS PC desktop.

Secara keseluruhan, Windows masih menjadi sistem operasi paling dominan di ranah PC. Sistem operasi lain macam Linux dan Mac OS X hanya kebagian pangsa pasar sekitar 9 persen, sementara sisanya dikuasai Windows.

Pertengahan tahun ini, Microsoft bakal merilis sistem operasi terbarunya, Windows 10, yang akan tersedia gratis untuk para pengguna beberapa versi Windows sebelumnya.

Dilaporkan dari data NetApplications, Windows XP saat ini telah mengalami penurunan market share pada bulan Mei 2014, sementara itu ada sedikit peningkatan untuk Windows 8 dan Windows 8.1.

Disisi lain Windows 7 mengalami peningkatan market share melewati lima puluh persen. Namun meskipun masa support Windows XP sudah berakhir, ia masih menjadi OS kedua yang populer.

Windows XP telah berakhir masa supportnya pada bulan April lalu, saat ini telah mengalami penurunan market share dari yang tadinya dua puluh tujuh pada bulan Maret menjadi dua puluh lima persen pada bulan Mei.

Meskipun turun, Windows XP masih menjadi OS yang populer kedua setelah Windows 7.

Entah bagaimana kelanjutannya Windows 8 dan Windows 8.1, apakah dengan dimatikannya support Windows 7 akan membuat market share Windows 8 dan Windows 8.1 juga naik seperti keadaan seperti ini?

Bagaimana seharusnya menggunakan Windows XP, apakah berpikiran untuk berpindah ke Windows 8 atau Windows 8.1? Atau malah ingin pindah ke Windows 7 saja?

Sebelumnya banyak analis yang meramalkan bahwa setelah dukungan tersebut selesai, makin banyak malware yang akan menyerang pengguna.

Bagaimana cara bertahan menggunakan Windows XP setelah Microsoft mengakhiri dukungannya?

Berikut adalah beberapa tips yang bisa pengguna lakukan, seperti yang disarikan dari situs Digital Trends.

Berakhirnya dukungan terhadap XP tidak akan memberikan banyak perubahan yang signifikan pada awalnya.

Instalasi XP milik pengguna tidak akan hilang atau berhenti bekerja. Pengguna juga tidak akan kehilangan fitur-fiturnya. Bahkan, dukungan teknis juga masih mudah untuk didapat.

Banyak referensi bagaimana cara mengutak-atik Windows XP di internet, dan literatur tersebut masih bisa mudah didapat.

Bagaimanapun, dengan berhentinya security update bakal memunculkan kesempatan baru bagi para penyebar malware. Windows XP akan menjadi sasaran empuk karena selain tak lagi mendapat dukungan Microsoft, penggunanya juga masih lumayan banyak.

Untuk berjaga-jaga, pengguna bisa mengunduh dan meng-install antivirus gratis, seperti Avast atau Avira. Selain itu, install semua update terbaru Windows yang belum sempat Anda pasang.

Selain sistem operasinya, pengguna juga perlu memperbarui aplikasi-aplikasi yang masih digunakan, seperti browser dengan plugin-nya, seperti Java.

Imbas dari berhentikannya dukungan Microsoft terhadap Windows XP secara perlahan juga membuat vendor software lain meninggalkan sistem operasi tersebut. Artinya, driver-driver baru yang dibutuhkan XP tak lagi akan dirilis.

Software driver yang kompatibel dengan Windows XP secara perlahan nanti juga bakal langka. Software driver ini dibutuhkan apabila ada file yang korup, atau Anda ingin menginstal ulang Windows XP.

Karena itu, mulai saat ini cari dan simpanlah driver-driver tersebut. Kumpulkan driver software yang dibutuhkan oleh motherboard, VGA, sound card, printer, monitor dan semua hardware yang masih Anda gunakan. Simpan di tempat yang aman dan kalau perlu juga buat backup datanya.

Windows XP disertai dengan sebuah disk recovery. Disk ini berguna jika sewaktu-waktu sistem operasi mengalami masalah, namun tak ingin menginstal ulang sistem operasi dari nol.

Jika CD tersebut hilang, pengguna masih bisa membuat disk baru dari software recovery yang dimiliki sistem. Namun, Microsoft tidak menyertakan tool natif untuk membuat recovery CD dalam XP. Karena itu, biasanya CD tersebut disertakan oleh vendor PC desktop atau notebook.

Pilihan lainnya, gunakan sofware backup utility utuk membuat file image keseluruhan drive dalam sistem pengguna. Software seperti Acronis True Image bisa digunakan untuk membuat cadangan data serta sistem operasi dan semua settingan yang digunakan.

Hingga kini pengguna Windows XP masih relatif banyak, beberapa dari mereka berkelompok dan tergabung dalam forum-forum online yang membahas hal-hal tentang Windows XP. Dengan bergabung dengan forum tersebut, pengguna bisa berdiskusi dan menvcari informasi troubleshooting.

dari berbagai sumber

Komentar