close
Nuga Tekno

Tencent Bikin Sistem Cegah Kecanduan Gim

Tencent Holdings akan menerapkan sistem pencegahan kecanduan bermain gim bagi para pemain di bawah umur pada sembilan gim baru miliknya.

Tahun depan, aturan ini juga berlaku untuk seluruh gim miliknya, seperti diumumkan perusahaan itu pada akun resminya di WeChat

Tahun lalu, Tencent hanya mengaplikasikan sistem ini pada gim populer, Honor of Kings.

Untuk mengidentifikasi apakah pemain dibawah umur atau tidak, sistem ini dibekali dengan pemeriksaan ID dan pengenalan wajah. Lantas, saat bermain durasi pemain dibatasi untuk membuat ekosistem bermain gim yang lebih sehat.

Pemerintah China tengah mengetatkan aturan pembatasan bermain gim yang menyebut kalau anak berusia dibawah dua belas tahun hanya diperbolehkan bermain satu jam dalam sehari.

Baru pada jam sembilan malam sampai delapan  pagi mereka diperbolehkan untuk bermain selama ua jam.

Ini adalah upaya Tencent untuk memenuhi permintaan pemerintah China yang ingin agar sistem untuk memerangi kecanduan bermain gim diperluas pada sejumlah video gim online baru, seperti diumumkan Agustus lalu.

Berdasarkan pendapatannya, Tencent merupakan perusahaan gim terbesar di dunia. Namun, perusahaan itu, terjegal peraturan pemerintah tahun ini.

Perusahaan gim terbesar asal China ini dikabarkan tengah mengalami penurunan saham sebesar 28 persen pada tahun ini.

Hal tersebut disebabkan karena otoritas China belum menyetujui perusahaan itu merilis gim baru dan meloloskan izin pembelian dalam gim mereka (in-app purchase) sejak Maret lalu.

Padahal model bisnis itulah yang menebalkan pundi-pundi Tencent. Akibatnya, perusahaan ini tidak mendapatkan uang dari beberapa gim populer, seperti PlayerUnkown’s Battlegrounds Mobile

Tencent dikabarkan telah mencoba melakukan verifikasi identitas serta pengenalan wajah untuk pemuda di Beijing dan Shenzen pada September lalu.

Perusahaan masih melakukan tahap uji coba sejak Oktober, dan diharapkan dapat selesai pada akhir bulan ini.

Google berambisi untuk melebarkan sayapnya di China. Kali ini perusahaan induknya, Alphabet Inc., dikabarkan telah menyelesaikan perjanjian lisensi paten dengan Tencent Holdings Ltd, salah satu raksasa teknologi asal Negeri Tirai Bambu.

Tencent dikabarkan jadi perusahaan besar China pertama yang menandatangani perjanjian paten dengan Google. Kesepakatan lisensi paten itu dikabarkan meliputi banyak produk dan kolaborasi inovasi teknologi di masa depan.

Google maupun Tencent sepakat belum memberikan informasi penting terkait perjanjian tersebut, seperti syarat finansial, lingkup kesepakatan paten maupun produk yang disebut dalam lembar perjanjian.

Meski demikian, kepala paten Google, Mike Lee menyatakan harapannya atas perjanjian ini.

“Perusahaan teknologi dapat fokus dalam membangun produk dan layanan yang lebih baik lewat kerja sama dan kesepakatan seperti ini,” jelas Lee, seperti dikutip Reuters

Sebagai pemilik aplikasi media sosial besar China yang berhasil mengantongi hampir satu miliar pengguna, Tencent jadi rekan bisnis yang menjanjikan bagi Google.

Tak hanya itu, perusahaan yang dibangun sejak 1998 itu juga mengawasi salah satu akun populer dan menjadi tuan rumah salah satu platform game dan livestream di China.

Sebelum dengan Tencent, Google telah mengadakan perjanjian serupa dengan Samsung Electronics, LG Electronics dan Cisco Systems Inc. Ambisi Google untuk memperluas pasarnya di China mulai terlihat sejak setahun lalu.

Dimulai dengan merilis laboratorium penelitian artificial intelligence  lokal, disusul pembukaan kantor barunya di kota Shenzhen, China.

Tak hanya itu, Chushou menjadi aplikasi game livestream China menjadi tempat Google menanamkan modalnya bulan ini.