Tahukah Anda Nokia Sudah “Mati?”

Penulis: Darmansyah

Senin, 17 November 2014 | 18:14 WIB

Dibaca: 3 kali

Siapa yang tak kenal ponsel dan smartphone Nokia. Dan siapa pula yang bisa membantah bahwa ponsel Nokia merupakan telepon genggam yang paling laris di dunia?

Tahukah Anda bahwa Nokia-lah yang masih memegang rekor tersebut. Tidak iPhone atau Galaxy.

Tapi tahukah Anda mulai saat ini Nokia sudah “berpulang,” atau telah di”bunuh” oleh pemilik barunya, Microsoft.

Setelah bisnis perangkat Nokia diambil alih sepenuhnya oleh Microsoft, banyak beredar kabar tak pasti apakah Nokia akan terus membuat produk smartphone atau tidak. Merek yang akan digunakan pun belum pasti.

Namun, CEO Nokia, Rajeev Suri, secara tegas mengumumkan bahwa Nokia tidak akan kembali ke pasar smartphone. Suri juga menambahkan bahwa merek Nokia sedang dipertimbangkan untuk dijual lisensinya.

Untuk mengingat bahwa Nokia pernah merajai pasar, situs ZDNet telah merangkum data dari berbagai sumber untuk menentukan dua puluh ponsel terlaris dalam kurun waktu empat belas tahun terakhir atau pada era milenium.

Dalam riset tersebut, terungkap bahwa ternyata Nokia unggul dalam hal adu laris. Adalah ponsel Nokia 1100 yang mengantarkan Nokia menjadi merek nomor satu dalam hal penjualan gadget-nya.

Tercatat, ponsel yang diluncurkan Nokia pada tahun 2003 tersebut telah terjual lebih dari tiga ratus juta unit. Walau masih kalah dari jumlah penjualan kumulatif semua seri iPhone, Nokia masih lebih unggul dibanding tiap-tiap model iPhone yang telah dikeluarkan oleh Apple.

Mengapa sebuah Nokia, yang hanya memiliki layar monokrom dan fungsi dasar telepon dan SMS, bisa laku keras di pasaran?

Kesuksesan Nokia 1100 tersebut utamanya didukung oleh harga jualnya yang murah. Ponsel tersebut pada masanya dijual dengan harga rata-rata 10 dollar AS.

Ponsel ini tidak memiliki browser, kamera, dan tidak ada koneksi mobile data di dalamnya. Game yang dimiliki pun hanya dua, satu di antaranya adalah Snake.

Namun, ada satu fitur yang menjadi ciri khas dari Nokia 1100, yaitu lampu senter yang ada di bagian atas ponsel. Untuk menyalakan senter tersebut, pengguna cukup menekan tombol “C” beberapa saat.

Tampaknya, prestasi penjualan Nokia 1100 masih akan bertahan cukup lama. Apple bisa saja menjual 47 juta iPhone dalam satu kuartal. Samsung juga bisa menjual sekitar 20 juta smartphone Galaxy-nya. Namun, sepuluh tahun yang lalu, angka tersebut tidak akan setinggi itu jika kedua vendor hanya menjual satu model ponsel saja.

Model pemasaran seperti yang dilakukan Apple dan Samsung itulah, di mana keduanya membuat model berbeda untuk satu brand yang sama, yang membuat rekor Nokia 1100 sulit dipecahkan.

Sementara Nokia, khususnya divisi handset dan layanan, sejak 25 April lalu telah menjadi bagian dari Microsoft dan tidak akan memproduksi smartphone dengan brand mereka sendiri.

Setelah bisnis perangkat Nokia diambil alih sepenuhnya oleh Microsoft, banyak beredar kabar tak pasti apakah Nokia akan terus membuat produk smartphone atau tidak. Merek yang akan digunakan pun belum pasti.

Namun, CEO Nokia, Rajeev Suri, secara tegas mengumumkan bahwa Nokia tidak akan kembali ke pasar smartphone. Suri juga menambahkan bahwa merek Nokia sedang dipertimbangkan untuk dijual lisensinya.

“Kami tidak akan kembali menjual perangkat secara langsung ke konsumen, tetapi brand ini tetap akan hadir di dunia konsumer,” ujar Suri dalam sebuah kesempatan pertemuan dengan analis di London, seperti dikutip KompasTekno dari Trusted Reviews..

“Brand Nokia sangat kuat, dan kami sedang mempertimbangkan untuk menjual lisensinya, kami akan mempertimbangkannya masak-masak,” imbuh Suri.

Seperti kita ketahui, Nokia telah menjual divisi perangkatnya ke Microsoft pada September 2013 lalu dengan nilai 7,17 miliar dollar AS. Microsoft sendiri pada minggu lalu mulai memperkenalkan perangkat Lumia pertama dengan merek Microsoft, yaitu Lumia 535.

Kini, bisnis yang murni dimiliki Nokia tinggal tiga divisi, yaitu divisi jaringan, teknologi, dan pemetaan Here.

Menurut Suri, ketiga divisi tersebut masih memiliki kesempatan untuk bertumbuh pada masa mendatang. Nokia juga berinvestasi di jaringan 4G dan Internet of Things (ioT) untuk mengembalikan perusahaan ke jalur yang tepat.

sumber: phone arena dan trusted eviews

Komentar