close
Nuga Tekno

Sudah Ada “Live Video” di Instagram

Bos Instagram,  Kevin Systrom, memastikan aplikasi miliknya akan dilengkapi fitur live video layaknya Facebook.

Siaran langsung Instagram ini memiliki format video yang memudahkan netizen berkomunikasi maya layaknya di dunia nyata.

Untuk diketahui, konten video kini sedang  tren media sosial.

Seperti ditulis laman situs “the verge,” Jumat, 11 November 2016, siaran lanhgsung ini memang masih belum dilengkapi  mekanismenya.

Menurut sumber dalam, fitur itu akan dibuat menyatu dengan Stories.

Letaknya berada di sisi layar paling atas.

Bedanya, pada konten live video, akan ditempelkan embel-embel ikon bulatan merah kecil.

Fitur live video sendiri sudah lebih dulu diterapkan Facebook dan YouTube.

Keikutsertaan Instagram membuktikan keseriusan platform tersebut mengembangkan konten video. Sebelumnya, pada Agustus lalu, Instagram menghadirkan Stories yang mekanismenya lebih kurang sama dengan Snapchat.

Pengguna bisa mengabadikan suatu momen dalam format video atau foto dengan durasi terbatas, menghiasinya dengan filter dan coretan warna warni, mengunggahnya, serta melihat berapa banyak impresi yang terhimpun. Konten tersebut akan hilang dalam waktu dua puluh empat jam, sama seperti Snapchat.

Sebelumnya, Instagram telah membocorkan kabar akan menyematkan fitur baru berupa live video streaming di bagian Stories dalam aplikasi mobile buatannya.

Dugaan tersebut mengemuka setelah seorang pengguna Rusia menemukan badge baru berbunyi “Live” di antara deretan icon Stories, di atas lini masa aplikasi Instagram miliknya.

Ketika diklik, badge “Live” ini bakal menampilkan bagian baru bernama “popular live bradcast” yang masih belum bisa diakses.

Ada juga screenshot yang menampilkan tampilan kamera stories dengan tombol berbunyi “Go Insta”.

Mungkin tombol inilah yang nantinya dipakai untuk menyiarkan live streaming.

Tak diketahui apakah hal di atas merupakan eksperimen Instagram atau betul merupakan uji coba fitur baru.

Instagram dan Facebook memang dikenal seringkali menguji fitur anyar di kalangan pengguna di luar negara asalnya, Amerika Serikat.

Instagram menolak berkomentar ketika dimintai keterangan mengenai rangkaian screenshot dimaksud.

Layanan jejaring sosial jenis photo sharing ini pertama kali memperkenalkan Stories pada awal Agustus lalu.

Mirip dengan Snapchat, Stories memungkinkan pengguna mengunggah foto atau video singkat yang diimbuhi aneka coretan atau emoticon.

Lantas bagaimana cara membuiat stories di Instgram?

Jika belum pernah melakukannya, maka langkah pertama adalah melalukan update aplikasi Instagram ke versi terbaru lewat toko aplikasi Google Play Store atau Apple App Store.

Setelah itu buka aplikasi Instagram. Deretan icon baru berbentuk bundar akan tampil di atas tampilan layar di laman home.

Masing-masing icon bundar tersebut merupakan avatar yang mewakili teman pengguna di Instagram. Foto atau video Stories unggahan teman bisa dilihat dengan memilih icon avatar yang bersangkutan.

Dengan kata lain, lewat avatar itulah pengguna melihat konten yang mengalir di feed Stories. Timeline utama Instagram sendiri tetap tidak berubah. Konten stories hanya ditampilkan apabila pengguna meng-klik avatar.

Teman yang mengunggah konten Stories baru  akan ditandai dengan lingkaran berwarna merah di sekeliling icon avatar.

Demikian juga sebaliknya, apabila pengguna mengunggah konten Stories baru, maka teman-teman di Instagram akan memperoleh pemberitahuan lewat cara di atas.

Konten Stories akan ditampilkan secara full-screen. Untuk melihat foto atau video Stories berikutnya dari seorang teman, sentuhkan jari (tap) ke layar. Untuk melihat konten dari teman lain, sapukan jari ke kanan atau kiri.

Lalu, bagaimana cara membikin dan mengunggah konten untuk ditampilkan di Stories? Mudah saja, cukup dengan memilih tanda “+” yang terletak di pojok kiri atas layar di laman home, tepat di sebelah kiri tulisan “Instagram”.

Instagram pun akan langsung mengaktifkan kamera ponsel dan menyuguhkan tampilan jendela bidik minimalis mirip Snapchat.

Terdapat tiga tombol di bagian bawah. Tombol kiri berfungsi untuk mengaktifkan flash, tombol kanan untuk memilih kamera depan atau belakang.

Tombol pengambil gambar yang berbentuk bundar terletak di tengah. Cara pengambilan gambar pun mirip Snapchat: untuk mengambil foto, tekan tombol tersebut dengan singkat.

Untuk merekam video, tekan tombol itu lalu tahan selama durasi perekaman yang diinginkan. Ponsel akan langsung berhenti merekam begitu jari diangkat. Panjang video yang bisa direkam maksimal 10 detik.

Instagram kemudian akan menampilkan layar penyuntingan foto atau video. Di sini pengguna bisa menambah tulisan dan aneka coretan warna-warni pada konten yang hendak diunggah.

Dibanding Snapchat, opsi manipulasi yang tersedia masih relatif terbatas. Tak ada filter yang bisa diterapkan untuk memermak tampilan foto atau video. Teks hanya bisa berwarna putih dan dari satu jenis font.

Gambar-gambar lain pun belum ada, kecuali emoji (dari penulisan teks) seperti yang bisa dilihat dalam screenshot di atas.

Kelar menyunting, foto atau video bisa langsung diunggah. Pengguna juga bisa mengatur agar konten Stories tidak dilihat oleh pengguna lain yang tidak dikehendaki.

Konten yang telah diunggah oleh pengguna bisa dilihat dengan memilih avatar milik sendiri (berada di sisi paling kiri) di deretan icon avatar di laman home.

Di bawah ada tanda panah kecil berikut angka. Ini adalah jumlah teman yang sudah melihat posting Stories yang bersangkutan.

Klik tanda panah tersebut untuk melihat daftar teman yang sudah melihat konten foto atau video yang diunggah, seperti dalam gambar di atas.

Ada tiga tombol di sisi kanan atas. Tombol paling kiri (berbentuk panah ke bawah) berfungsi untuk menyimpan foto atau video Stories yang diunggah ke dalam memori internal ponsel.

Tombol kedua berbentuk panah ke atas berfungsi meneruskan konten Stories ke Instagram untuk ditampilkan di timeline utama, lengkap dengan opsi cropping dan efek-efek retro. Tombol ketiga adalah untuk menghapus konten yang bersangkutan.

Posting di Stories tidak bisa ditambahi “like” atau komentar. Tapi pengguna bisa mengirim pesan ke teman yang mengunggah dengan meng-klik pilihan “send message” di pojok kiri bawah tampilan konten.

Tags : slide