Streaming Spotify Makin Mengasikkan

Penulis: Darmansyah

Jumat, 3 Maret 2017 | 08:19 WIB

Dibaca: 1 kali

Spotify  bakal lebih mengasikkan lagi dalam beberapa waktu kedepan bersamaan dengan pembaharuan layanan streaming atau aliran musik lossless.

Menurut laman situs “the verge” hari ini, Jumat, 03 Maret 2017, kualitas streaming ini setara dengan kualitas musik dari CD.

Pada tulisan yang sama “the verge” juga mengungkapkan layanan ini sedang dalam pengujian dan disebut dengan Spotify Hi-Fi.

Selama ini, Spotify mematok kualitas tertinggi aliran musiknya pada format tiga ratus dua puluh kbps, atau setara MP3.

Format musik ini memiliki kompresi yang cenderung mengurangi kualitas dan detail rekaman musik.

Bila rencana Spotify Hi-Fi diterapkan, maka kualitas tersebut bakal meningkat. Pengguna bakal dapat mendengarkan musik dengan suara yang lebih detail dan jernih dibandingkan MP3 secara online.

Kualitas suara setara CD itu pun bisa dinikmati melalui smartphone.

Apalagi dengan adanya konektor Lightning milik Apple dan USB-C di smartphone Android, keduanya bisa dipakai mengalirkan audio dengan kualitas hi-fi.

Layanan baru ini akan dibanderol dengan harga berbeda. .

Spotify baru dalam tahap mengukur minat pengguna terhadap harga yang ditawarkannya itu. Mereka belum benar-benar membuka pengujian streaming Hi-Fi.

Sekadar diketahui, USB-C atau Lightning menawarkan metode pengaliran sinyal audio yang berbeda dengan port tiga koma lima milimeter.

Jika port audio tiga koma lima milimeter berguna untuk mengalirkan  sinyal audio dalam bentuk analog, USB-C atau Lightning justru mengalirkannya dalam bentuk data digital.

Data yang keluar dalam bentuk digital itu kemudian akan diproses menjadi sinyal analog oleh converter dan komponen lain dalam headphone atau perangkat audio lainnya.

Perbedaan ini diyakini bakal menghasilkan kualitas suara lebih baik.

Salah satu alasannya adalah karena pemrosesan data audio digital itu dilakukan di dekat output, sehingga tidak terganggu noise yang dihasilkan perangkat radio dan komponen lain dalam ponsel.

Selain terus melakukan pembaharuan aliran musiknya, Spotify juga dituding sebagai biang melambat atau lemot akibat menyimpan bug berbahaya.

Bug tersebut menyebabkan Spotify mengeruk kapasitas media penyimpanan PC, baik itu harddisk atau SSD, dalam jumlah raksasa.

Pemuatan dalam kapasitas raksasa itu terjadi bahkan ketika Spotify dalam keadaan diam atau tak memutar lagu, sebagaimana dilaporkan BGR.

Dalam sehari, aplikasi Spotify yang menyimpan bug bisa mencatat data yang terkuras hingga tujuh ratys gigabyte

Dalam beberapa kasus, kapasitas yang terkeruk bahkan mencapai satuan TB.

Parahnya lagi, masalah tersebut terjadi di semua semua platform komputer popular

Isu ini sudah dikeluhkan pengguna lewat berbagai situs forum online, mulai dari Reddit, Hacker News, dan lainnya.

Salah satu pengguna Spotify bernama Paul Miller mengatakan ini adalah masalah serius yang perlu penanganan serius pula.

“Ini adalah bug besar yang sudah menyerang ribuan pengguna,” kata dia.

Masalah seperti ini diketahui dapat membuat media penyimpanan, terutama SSD, rentan rusak. Pasalnya, SSD pada PC memiliki batasan jangka waktu untuk hidup.

Makin banyak data yang dicatat, makin pendek umur SSD. SSD yang merekam kapasitas data hingga ratusan GB per hari tentu tak sehat dan berakibat fatal.

Untuk Anda ketahui  para pengguna  Spotify baru saja menetapkan  lagu Cantina Band yang menjadi soundtrack orisinil  film Star Wars: A New Hope sebagai puncak lagu paling hit

Spotify menemukan bahwa Cantina Band berada pada urutan pertama ketika pengguna memasukkan kata kunci lagu “seks”

Seperti ditulis laman  Mashable lagu Cantina Band bukanlah soundtrack pada scene ketika Han Solo sedang berduaan dengan Princess Leia.

Cantina Band muncul ketika Luke Skywalker  memasuki sebuah kantin yang ramai dengan para penduduk lokal di planet Tatooine.

Di kantin itu, Luke kemudian bertemu dengan Han Solo dan Chewbacca untuk pertama kalinya. Intinya, lagu Cantina Band sejatinya menjadi latar untuk adegan yang sama sekali tak romantis.

Spotify tak menjelaskan lebih lanjut kenapa lagu itu bisa menjadi pilihan favorit para pengguna di Australia ketika ingin menciptakan suasana yang sensual.

Komentar