Stories di Instagram Mirip Snapchat

Penulis: Darmansyah

Rabu, 3 Agustus 2016 | 15:24 WIB

Dibaca: 0 kali

Instagram mulai memperkenal sebuah fitur baru bernama Stories sebagai hasil inspirasi yang didapatkannya dari popularitas  Snapchat dan  mencomot satu fitur yang digemari dari layanan ephemeral messaging itu.

Stories di Instagram tak ubahnya aliran foto dan video kedua yang terpisah dari timeline utama.

Cara mengaksesnya adalah lewat rangkaian avatar berbentuk lingkaran di bagian atas tampilan aplikasi.

Tiap avatar mewakili seorang teman pengguna.

Seperti Snapchat, pengguna Instagram bisa menambah teks dan gambar di foto dalam Stories.

Instagram ingin menjadikan stories sebagai timeline kedua yang lebih kasual dan tidak seserius timeline utama.

Seperti Snapchat pula, foto dan video yang diunggah ke Stories di Instagram akan terhapus setelah berusia dua puluh empat jam.

“Dengan stories, Anda tak perlu khawatir posting terlalu banyak. Anda bisa berbagi sebanyak mungkin sepanjang hari, dengan cara sekreatif mungkin,” tulis Instagram dalam sebuah posting blognya.

Meski bisa dicorat-coret layaknya Snapchat, foto dan video dalam Stories tidak bisa dikomentari atau diberikan “like”.

Aliran konten Stories juga berdiri terpisah, tidak ditampilkan dalam timeline utama  ataupun profil pengguna.

Stories akan dihadirkan melalui update aplikasi Instagram untuk Android dan iOS dalam beberapa minggu ke depan.

Instagram  yang  aplikasinya dibuat oleh Kevin Systrom dan Mike Krieg enam tahun silam, kembali merilis sebuah pembaruan kecil.

Kali ini, mereka merilis sebuah fitur yang membuat orang bisa langsung mengunggah foto dan video tanpa harus membuka aplikasi tersebut.

Sementara ini, fitur yang dimaksud hanya ada di sistem operasi iOS saja.

Cukup pastikan bahwa aplikasi yang dipakai merupakan Instagram versi terbaru Pengguna Android belum mendapatkan fitur serupa.

Caranya, pengguna cukup masuk ke dalam aplikasi Photos.

Pilih foto yang diinginkan, sentuh pilihan Share dan gulirkan sampai Anda menemukan kolom bertuliskan “more”. Aktifkan mode berbagi langsung ke Instagram dari kolom tersebut.

Dari The Verge, ditulis, selain foto, pengguna juga bisa menambahkan caption. Tapi cara mengunggah instan ini tak memiliki pilihan filter.

Jika ingin menambahkan filter foto tertentu, pengguna harus membuka aplikasi Instagram lebih dulu. Filter tersebut hanya bisa dipilih dari sana.

Pembaruan tersebut sebenarnya tidak terlalu penting, cuma hal minor saja. Di sisi lain, ini merupakan fitur tambahan yang memudahkan para pengguna Instagram di sistem operasi iOS.

Setidaknya, pengguna iOS bisa mengunggah foto tanpa harus repot memilih filter yang ingin dipakai.

Walau pun sudah diperbaharui, aplikasi Instagram  ternyata masih menyimpan rahasia berupa petunjuk mengenai fitur lain yang akan dihadirkan.

Fitur baru itu terdapat di antara baris kode aplikasi Instagram.

Total terdapat empat fitur yang tertera dalam bentuk variabel boolean  atau tipe data dengan nilai “true” atau “false”, yakni “can_see_organic_insights”, “can_convert_to_business”, “show_insight_terms”, dan yang paling menarik, “can_boost_post”.

“Can_boost_post” mengindikasikan kehadiran fitur di mana pengguna bisa membayar untuk menambah reach posting yang diunggah, agar menjangkau lebih banyak pengguna di jejaring Instagram.

Fitur tersebut saat ini sudah terdapat di Facebook.

Sisi negatifnya, saat pertama kali menerapkan fitur boosting post dulu, Facebook diduga sengaja ikut menurunkan reach untuk tiap posting organik.

Dengan demikian, brand tidak punya pilihan lain kecuali membayar Facebook agar bisa menjangkau audiens.

Hal yang sama dikhawatirkan bakal terjadi di Instagram, apalagi layanan berbagi foto itu bakal mengganti alogoritma penyajian posting dari urutan kronologis menjadi berdasar relevansi dengan pengguna.

Adapun “can_see_organic_insights” dan “show_insights_terms” diduga berkaitan dengan fitur analisa bisnis dan follower untuk pengiklan dan brand di Instagram.

Lalu, “can_convert_to_business” disinyalir merupakan upaya untuk mendorong brand yang masih memakai profil pengguna biasa agar beralih ke profil bisnis ketika sudah tersedia nanti.

Komentar