Spotify Belum Mau Meluncurkan Fitur Blokir

Penulis: Darmansyah

Selasa, 31 Juli 2018 | 09:38 WIB

Dibaca: 1 kali

Hampir semua layanan internet dilengkapi fitur blokir, tapi Spotify sampai saat ini belum memilikinya.

Mengingat Spotify belum memiliki fitur tersebut, maka semua orang bisa melihat apa yang kamu dengarkan jika mengetahui nama pengguna .

Pihak Spotify ketika diminta tanggapan soal fitur blokir, menyatakan hal tersebut sebagai ide yang bagus.

Kendati demikian, layanan tersebut mengatakan bahwa fitur blokir belum ada dalam rencana perusahaan untuk saat ini.

Persoalan fitur blokir ini mengemuka setelah sebuah laporan dari Buzzfeed dinilai bisa menjadi pertimbangan agar Spotify merilisnya secepat mungkin.

Buzfeed menulis kisah seseorang yang mengaku diikuti oleh mantan kekasihnya di Spotify dan membuatnya tidak nyaman.

“Meghan telah memblokir mantannya di setiap platform, tapi tidak bisa melakukannya di satu layanan yaitu Spotify. Mantannya mengikuti apa yang didengarkannya dan mengirim email berisi pesan bahwa Meghan masih ingin bersamanya,” tulis Buzzfeed.

Menurut penutuan Meghan, pesan tersebut kerap bernada marah. “Ini menakutkan karena menunjukkan keputusasaannya untuk memantau aktivitas saya, serta khayalannya tentang kembali bersama,” tutur Meghan.

Meghan bukan satu-satunya yang menginginkan fitur blokir tersedia di Spotify.

Banyak konsumen dilaporkan telah meminta kepada Spotify untuk mengimplementasikan fitur semacam itu selama beberapa tahun belakangan.

Pihak Spotify sendiri baru kali ini mengatakan bahwa fitur blokir merupakan ide bagus, meski belum ada rencana mengimplementasikannya.

Setelah melantai di bursa saham, Spotify akhirnya merilis laporan finansial kuartal pertama untuk tahun ini.

Berdasarkan data tersebut, Spotify tercatat memiliki  seratus tujuh puluh juta pengguna, dengan tujuh puluh lima juta di antaranya merupakan pelanggan berbayar.

Spotify memperkirakan jumlah pelanggan berbayar akan mengalami peningkatan

Selain itu, Spotify optimistis paket berlangganan untuk pelajar dan keluarga masih mampu mempertahankam konsumen.

Kerja sama dengan layanan Hulu pun dinilai akan menjadi salah satu penyokong pertumbuhan pengguna Spotify.

Seiring dengan perkembangan bisnis streaming musik, persaingan Spotify tentu semakin ketat. Spotify boleh jadi unggul dibandingkan para kompetitornya untuk saat ini, tapi perusahaan menghadapi persaingan sengit dengan pesaing seperti Apple dan Google.

Google, misalnya, dilaporkan akan merilis Play Music di dalam YouTube dan Apple berada di belakangnya dengan 40 juta pelanggan berbayar.

Oleh karena itu, Spotify dinilai harus berkerja keras dan membuat para investornya bahagia dengan pertumbuhan yang baik, sehingga tidak tertinggal dari para kompetitornya.

Spotify diketahui mulai mengikuti jejak perusahaan lain yang menawarkan opsi aplikasi versi sederhana

Perusahaan asal Swedia itu kini menghadirkan varian Spotify Lite.

Sama seperti aplikasi lain dengan nama Lite, aplikasi ini ditujukan untuk mendukung perangkat kelas menengah dengan memori dan internet terbatas. Sejumlah fitur pun biasanya disesuaikan agar tampil lebih ringkas.

Dikutip dari Android Police,  Spotify Lite memiliki tampilan yang sama seperti versi regular

Spotify meniadakan opsi offline di aplikasi ini, sehingga pengguna tak bisa mendengarkan lagu tanpa jaringan internet. Selain itu, pilihan mendengarkan audio berkualitas tinggi absen di aplikasi ini.

Fitur Spotify Connect, yang memungkinkan suara diputar di perangkat audio lain secara nirkabel, juga dihapus keberadaannya di aplikasi Spotify Lite.

Kekurangan lain dari aplikasi ini adalah kemampuan memutar lagu secara spesifik, meskipun pengguna sudah terdaftar secara premium. Hal ini juga berlaku untuk playlist yang sudah tersedia.

Dengan kata lain, Spotify Lite hanya dapat memutar lagu secara acak. Aplikasi ini sudah tersedia di Play Store, tapi menurut sejumlah laporan belum seluruh perangkat kompatibel.

Mengingat Spotify Lite masih dalam tahap beta, ada kemungkinan perusahaan melakukan sejumlah perubahan. Terlebih, dengan adanya umpan balik dari pengguna.

Selain Spotify, Instagram baru-baru ini juga hadir dalam varian Lite. Berdasarkan laporan Tech Crunch, Instagram Lite baru saja meluncur untuk pengguna Android di wilayah Meksiko.

Juru bicara Instagram menyebut aplikasi ini tak mengambil memori yang besar di smartphone dan lebih sedikit menggunakan kuota internet.

Tak hanya itu, aplikasi ini juga berjalan lebih cepat. Sebagai perbandingan, seperti dikutip dari The Verge,  aplikasi ini hanya berukuran lima ratus tujuh puluh tiga kilobyte

Sementara aplikasi Instagram reguler setidaknya berukuran tiga puluh dua megabyte dan dapat berbeda-beda tergantung perangkat yang digunakan.

Meski lebih sederhana, aplikasi ini masih dapat menjalankan fungsi utama Instagram seperti mengunggah foto dan berbagi Stories.

Namun, ada beberapa fitur yang absen di aplikasi versi Lite ini.

Salah satunya adalah kemampuan mengunggah video yang dihilangkan di aplikasi ini. Selain itu, fitur lain yang tak hadir di versi Lite adalah berkirim pesan antar pengguna atau Direct.

Kehadiran aplikasi ini disebut menjadi cara Instagram untuk merengkuh pasar lebih luas, terutama di negara berkembang.

Komentar