Spam Makin “Kencang” Saja di WhatsApp

Penulis: Darmansyah

Selasa, 9 Mei 2017 | 09:24 WIB

Dibaca: 0 kali

Sampah, atau spam, kini, makin “menimbun”  aplikasi WhatsApp   Bahkan, beberapa pesan itu terindikasi sebagai phising yang dimanfaatkan untuk mencuri informasi pengguna.

Modus semacam ini memang lumrah dilakukan mengingat pengguna WhatsApp yang terus bertambah.

Apalagi, pamor aplikasi chatting itu terus tumbuh setiap tahun.

Meskipun pesan penipuan sudah ada sejak lama, nyatanya masih ada pengguna yang masih terjebak pesan serupa.

Namun tahukah kamu, sebenarnya ada beberapa pesan menjebak yang terus dibagikan secara berulang.

Untuk mengetahui seperti apa pesan penipuan yang menyasar pengguna WhatsApp inilah petunjuknya.

Pesan ini merupakan jebakan yang dibuat hacker untuk mengambil informasi berharga dari smartphone korban.

Modus ini menggunakan email yang berisi pesan bahwa ada pesan suara  pada WhatsApp milik korban.

Untuk mengetahui pesan, korban biasanya diminta menekan tombol play di email tersebut.

Meskipun terlihat meyakinkan, tombol itu sebenarnya merupakan malware yang dipakai untuk mencuri informasi pribadi atau mengunci smartphone korban.

Pesan yang juga kerap dibagikan di antara pengguna adalah kehadiran WhatsApp Gold Edition. Aplikasi yang dapat diunduh di luar toko aplikasi ini memang benar adanya dan berwarna emas.

Saat ini, banyak pesan yang menawarkan jasa untuk menyadap akun atau pesan WhatsApp dari pengguna lain.

Padahal, jasa semacam itu sebenarnya tak ada. Bahkan, tak sedikit layanan itu merupakan malware untuk mencuri informasi pribadi korban.

Spam berupa gift card semacam ini telah menjadi tren dalam beberapa tahun terakhir.

Untuk meyakinkan korban, biasanya penipuan semacam ini mengatasnamakan sejumlah merek-merek ternama, seperti McDonalds, KFC, 7-Eleven, hingga Zara.

Namun sebelum mendapatkan hadiah tersebut, korban akan diminta untuk mengisi sebuah survei terlebih dulu. Mengingat ini penipuan, survei tersebut jelas tak benar dan hanya dipakai untuk memperoleh data pribadi korban.

Modus ini merupakan salah satu cara baru yang digunakan para penipu untuk mendapatkan keuntungan dengan cara yang tak seharusnya.

Para penipu akan mengirimkan pesan berisi penawaran investasi melalui perusahaan tertentu.

Dengan cara ini, para penipu menargetkan dapat memperoleh pemasukan dari investasi bodong semacam ini.

Namun perlu diingat, modus penipuan melalui WhatsApp dipastikan terus berkembang di masa depan mengingat platform tersebut masih bertumbuh.

Untuk diketahui, kini, pengguna aplikasi pesan WhatsApp kini telah mencapai lebih dari satu koma dua miliar orang di seluruh dunia.

Masifnya penggunaan WhatsApp rupanya bisa disalahgunakan oleh penjahat siber, salah satunya dengan menyebarkan pesan spam.

Meski pesan berisi tautan dengan iming-iming hadiah sudah pasti bohong belaka, masih banyak pengguna WhatsApp yang tertipu akan hal ini.

Modus spam melalui pesan singkat seperti WhatsApp memang sudah ada sejak lama dan modelnya pun beragam.

Ada yang menyebarkan spam chat dengan iming-iming hadiah, ada juga yang menaruh situs palsu untuk tujuan phishing. Tetapi intinya tetap sama, yaitu pelaku mengincar keuntungan secara ekonomi dengan menipu korbannya

Penjahat siber mengirimkan pesan meyakinkan bagi masyarakat. Penerima pesan yang belum teredukasi adalah pihak yang paling rentan terhadap penipuan siber semacam ini.

Mereka pun akan tergiur dan rentan menjadi korban. Apalagi jika pesan-pesan spam tersebut berisikan link atau tautan berbahaya.

Tautan ini dibuat menyerupai aslinya, baik dari nama situs ataupun tampilannya. Padahal, bisa saja pada situs tersebut sudah dipasang malware, jadi perangkat pengguna akan langsung terinfeksi jika membuka situs tersebut.

Tak main-main, risiko yang ditimbulkan saat seseorang mengeklik tautan itu cukup fatal, yakni informasi pribadi pengguna bisa langsung terekspos.

Selain itu, ada modus lain yang mungkin digunakan untuk menipu masyarakat, misalnya dengan akun palsu.

Akun-akun ini menjalankan aksinya dengan metode social engineering, yaitu dengan berkomunikasi dengan korbannya.

Pengguna diyakinkan bahwa ia telah memenangkan hadiah tertentu, tetapi syaratnya pengguna harus mengirimkan sejumlah uang terlebih dahulu. Ini jelas adalah modus penipuan.

Lalu, apa yang harus dilakukan pengguna aplikasi jika mendapatkan pesan spam?

Yang paling dasar adalah, jangan langsung percaya dengan pesan yang diterima yang menyebutkan bahwa pengguna memenangkan hadiah tertentu. Sebaiknya diabaikan saja.

Diingatkan kepada seluruh pengguna aplikasi chatting bahwa ada ribuan situs phishing yang mengancam pengguna internet.

Hal ini sebenarnya bisa dicegah apabila pengguna selalu waspada.

Pastikan URL atau alamat situs yang akan dituju benar dan bukan situs palsu yang dibuat menyerupai aslinya.

Selain itu jangan sembarang membuka tautan yang pada akhirnya mewajibkan pengguna untuk memasukkan email dan password, itu yang berbahaya.

Komentar