close
Nuga Tekno

Snapdragon 835 Si Penghemat Baterai

Anda ingin menghemat baterai ponsel?

Nah, kini sudah datang chip mobile terbaru Qualcomm bernama  Snapdragon 835

Produk yang ditujukan mampu menghemat pemakaian baterai hingga empat puluh persen ini sudah diluncurkan  awal pekan ini.

Snapdragon 835 merupakan prosesor mobile kelas atas terbaru dari pabrikan tersebut yang bakal tertanam di aneka smartphone high-end

Sebagai penerus chip Snapdragon 820 sebelumnya, Snapdragon 835 digadang-gadang bakal mendorong adopsi teknologi virtual reality  di mobile melalui pengolah grafis terintegrasi (GPU) Adreno 540 yang mendukung OpenGL ES 3.2, Open CL 2.0, Vulkan, dan Direct X 12.

Kemampuan rendering 3D chip ini diklaim lebih kencang dibanding Snapdragon 820, dengan jumlah warna 60 kali lebih banyak. Ada juga teknologi suara “true to life” yang khusus ditujukan untuk aplikasi VR.

Selain smartphone, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari The Verge, Rabu (4/1/2016), Qualcomm mengemukakan bahwa Snapdragon 835 kemungkinan bakal turut dipakai di headset VR.

Soal konsumsi listrik, Snapdragon 835 yang berbasis teknologi fabrikasi 10nm pertama dari Qualcomm disebut hanya mengonsumsi daya setengah dari Snapdragon 801, chip high-end keluaran 2014.

Kemampuan lain yang turut ditanam di Snapdragon 835 termasuk teknologi Quick Charge 4.0 yang sepenuhnya mendukung konektor USB type-C. Quick Charge 4.0 diklaim lebih cepat 20 persen dibanding Quick Charge 3.0 dalam hal mengisi baterai.

Di luar chip seri “A” yang dipakai di iPhone, prosesor Qualcomm praktis mendominasi ranah gadget mobile dan dipakai oleh sebagian besar pabrikan ponsel.

Snapdragon 835 diharapkan bisa melanjutkan tren tersebut sekaligus memperlebar cakupan ke perangkat non-smartphone seperti headset VR tadi.

Konsumsi daya Snapdragon 835 diklaim Qualcomm 40 persen lebih hemat dari Snapdragon 820 yang dibuat dengan proses fabrikasi 14 nm.

Konsumsi daya yang lebih rendah ini dibuat Qualcomm untuk mengatasi kendala boros baterai di ponsel-ponsel high-end.

Qualcomm turut membenamkan teknologi pengisian baterai cepat terbaru, Quick Charge 4.0, yang disebut mampu mengisi daya 20 persen lebih cepat dibandingkan Quick Charge 3.0.

Pengisian daya selama 15 menit melalui port USB-C diklaim bisa mengisi kapasitas baterai hingga 50 persen.

Snapdragon 835 didesain untuk meningkatkan ketahanan baterai hingga pemakaian berhari-hari. Jika dipakai memutar musik tanpa henti, kata Blass, ponsel dengan Snapdragon 835 bisa tahan hingga lima hari.

Beda halnya dengan pemakaian fitur telepon non-stop yang mampu bertahan seharian penuh.

Sementara itu, untuk pemutaran video 4k tak berjeda, konsumsi baterai dikatakan dapat diandalkan hingga lebih dari tujuh jam.

Semua ini berkat kombinasi teknologi CPU Kyro 280, GPU Adreno 540, dan Hexagon DSP, yang didesain dengan proses fabrikasi 10nm FinFET besutan Samsung.

Snapdragon 835 juga sudah mendukung teknologi pengecasan cepat generasi keempat yang mampu mengecas baterai selama lima menit untuk pemakaian lima jam, sebagaimana dihimpun dari TwitLonger yang diunggah Blass via akun Twitter personalnya, @evleaks.

Intinya, menurut Blass, Snapdragon 835 merupakan jawaban atas masalah baterai boros pada ponsel yang selama ini kerap dikeluhkan. Jeroan tersebut juga dikatakan akan meningkatkan pengalaman penjajalan ponsel pada lima aspek.

Selain pengecasan cepat dan ketahanan baterai berhari-hari, aspek lainnya adalah pengalaman virtual yang lebih mendalam, kemampuan kamera yang lebih mapan, konektivitas LTE yang lebih mumpuni, serta sistem keamanan yang lebih dapat dipercaya.

“Semuanya perangkat lebih pintar,” kata Blass.

Salah satu ponsel yang diduga kuat akan memakai Snapdragon 835 adalah Samsung Galaxy S8. Flagship tersebut dijadwalkan meluncur pada April mendatang dalam sebuah acara di New York, AS. Benar atau tidaknya, kita tunggu saja.