Situs Porno Pun Ikuti Tren Virtual Reality

Penulis: Darmansyah

Sabtu, 26 Maret 2016 | 10:26 WIB

Dibaca: 23 kali

Tidak hanya aplikasi biasa yang berlomba menghadirkan virtual reality atau VR untuk penggunanya, Pornhub, salah satu situs porno terbesar di dunia, juga tak ingin ketinggalan untuk ikut meramaikan tren virtual reality yang tengah naik daun.

Seperti ditulis laman situs “the verge,” Sabtu, 26 Maret 2016, Pornhub secara bergeas telah meresmikan sebuah seksi khusus di situsnya yang menyajikan aneka macam video porno virtual reality.

“Virtual reality adalah tahapan berikutnya di dunia hiburan dewasa yang terus bermetamorfosa, dan akan memberikan pengalaman menyeluruh yang belum pernah diperoleh sebelumnya,” tulis VP Pornhub VP Corey Price dalam sebuah pernyataan terbarunya..

“Sekarang, pengguna kami tak hanya bisa menonton konten, namun juga turut berperan di dalam pengalamannya dan berinteraksi dengan bintang porno favorit mereka,” lanjut Price.

Di situsnya, Pornhub menghadirkan konten VR dengan luas pandangan seratus delapan puluh hingga tiga ratus enam puluh derajat.

Penikmatnya pun bisa melihat ke segala arah dengan headset VR macam Oculus Rift dan Google Cardboard, sehingga seolah benar-benar terjun ke alam video porno.

Konten VR Pornhub dibuat melalui kerjasama dengan BaDoink VR, spesialis segala sesuatu yang berbau porno virtual.

Pornhub sendiri memiliki sekitar enam puluh juta juta pengunjung harian.

Untuk merayakan peluncuran seksi khusus video porno di situsnya, Pornhub turut membagi-bagikan headset VR Google Cardboard secara cuma-cuma untuk sepuluh ribu pengunjung pertama yang memintanya.

Situs PornHub tidak bisa diakses dari Indonesia karena diblokir oleh pemerintah. Kalaupun bisa, harus menggunakan cara-cara tertentu.

Dua situs porno populer, xHamster dan Pornhub, rupanya tak terima dikatakan banyak mengandung malware.

Minggu lalu, sebuah laporan BBC menyebutkan bahwa kedua situs tersebut termasuk “berbahaya” karena memasang iklan-iklan yang mengandung malware.

Laporan tersebut didasarkan pada hasil penelitian pakar keamanan Conrad Longmore, yang dilakukan dengan layanan diagnostik Google.

Pornhub menilai angka-angka iklan berbahaya yang dilampirkan Longmore “terlalu berlebihan”.

Sementara itu, xHamster mengatakan bahwa situsnya kini memiliki mekanisme pengamanan yang andal, meski pernah mengalami masalah malware di masa lalu.

“Kini partner kami memeriksa semua pengiklan dengan sangat ketat. Jadi, hampir tak mungkin menaruh situs yang dijangkiti malware di xHamster,” ujar seorang juru bicara situs tersebut dalam surel yang dilayangkan ke BBC.

Menanggapi kedua situs porno, Longmore sebagai pihak peneliti menganggap respons xHamster dan Pornhub sebagai “penyangkalan yang bukan penyangkalan.”

“Data penelitian bisa diinterpretasikan secara bebas, tetapi jelas bahwa satu minggu lalu ada masalah, masalah yang sama mungkin tak ada lagi hari ini,” ujar Longman.

Riset Longman dibuat berdasarkan statistik dari layanan diagnostik Google yang menjelajahi situs-situs internet untuk mencari konten berbahaya, lalu memublikasikan apa yang ditemukannya dalam waktu sembilan puluh hari.

Untuk xHamster, konten “mencurigakan” terakhir ditemukan Google di situs ini pada 6 April. Hal serupa ditemukan di Pornhub pada 28 Januari lalu.

Pihak Pornhub menilai riiko infeksi malware di situsnya sangat “kecil”.

Menurut seorang juru bicara situs itu, berdasarkan jumlah iklan yang ditayangkan tiap bulan di Pornhub, dalam tiga bulan hampir tak ada iklan yang mengandung konten berbahaya.

Mengunjungi sejumlah situs porno terpopuler di internet semakin berbahaya, demikian temuan sebuah riset.

Iklan-iklan di situs-situs yang dikunjungi jutaan orang setiap hari itu ternyata dapat memasang file berbahaya atau malware tanpa sepengetahuan pengguna.

Peneliti Conrad Longmore menemukan bahwa dua situs porno populer, yaitu xhamster dan pornhub, memiliki risiko ancaman terbesar.

Ia mengatakan, konsumen seharusnya dapat dengan mudah melaporkan iklan-iklan nakal tersebut.

Menurut Longmore, mayoritas pengguna berisiko terkena virus adalah pengguna Windows, tetapi para penjahat internet kini mulai mengalihkan fokus mereka ke pengguna internet mobile.

Meski tidak satu pun dari situs-situs porno itu yang sengaja menanam malware, iklan-iklan yang terdapat di situs mereka membuat masalah bagi pengguna.

“Kami menyebut iklan-iklan berbahaya itu sebagai ‘malvertising’,” kata Longmore.

Alexa, firma pemantau peringkat popularitas internet berdasarkan jumlah kunjungan, mengatakan bahwa rata-rata pengguna xhamster akan melihat laman yang berarti mereka berisiko terkena malware setiap kali membuka situs porno itu.

Longmore mengatakan, “Tampaknya ada peningkatan kuantitas malware di situs-situs populer, terutama dalam satu minggu terakhir.”

Namun, situs porno nomor satu di internet, xvideos, berdasarkan analisis Google tidak memiliki iklan berbahaya yang mengindikasikan bahwa situs itu telah “berbenah”.

Komentar