Setahun Vakum, Vine Akan Dihidupkan Lagi

Penulis: Darmansyah

Kamis, 7 Desember 2017 | 14:58 WIB

Dibaca: 0 kali

Anda masih ingat dengan Vine?

Ya, hampir setahun  ini Vine berubah fungsi menjadi aplikasi pengeditan video semata.

Dan ada indikasi Vine bakal kembali ke identitas awalnya.

Selama ini, aplikasi tersebut digantikan “Vine Camera” yang sejatinya memiliki fitur dan fungsi serupa.

Bedanya, Vine Camera tak memiliki basis komunitas yang sebelumnya ada pada Vine.

Vine Camera hanyalah aplikasi pengeditan video tanpa kemampuan membagikan hasilnya ke teman dan saling mengomentari.

Tak ingin lama-lama hiatus, Vine sepertinya siap kembali unjuk gigi sebagai wadah berbagi antar para kreator dan komedian.

Pendiri Vine, Dom Hofmann, mengindikasikan hal tersebut melalui kicauannya di Twitter.

Dom Hoffman membagikan sebuah logo yang menuliskan “V2”. Warna dan bentuk logo tersebut serupa dengan Vine.

Alhasil banyak yang berasumsi bahwa V2 adalah “Vine 2.0”, versi reborn dari Vine.

Asumsi soal Vine  diperkuat dengan kicauan-kicauan Dom Hofmann pada 1 Desember lalu.

Ia mengatakan bakal menindaklanjuti alias follow-up nasib Vine.

Tak perlu mencari investor, ia siap mendanai sendiri pengembangan Vine sebagai proyek sampingan. Pasalnya, Dom Hofmann punya pekerjaan utama yang tetap menjadi prioritas.

Seperti apa Vine 2.0 yang tengah dikembangkan? Apakah bakal menjadi ancaman bagi platform video lainnya seperti Instagram, Snapchat, dan YouTube?

Oktober lalu, Twitter mengumumkan bakal menutup Vine dalam rangka efisiensi perusahaan.

Namun, belakangan rupanya rencana itu urung dilakukan.

Alih-alih dimatikan, Vine bakal memulai hidup baru sebagai aplikasi stand alone bernama Vine Camera.

Fungsinya tak lagi sebagai media sosial yang bisa memuat profil pengguna, komentar, dan follower, melainkan sebatas merekam video enam detik saja.

“Dengan aplikasi  ini, Anda tetap bisa merekam video looping enam -detik dan mengunggahnya secara langsung ke Twitter atau menyimpannya di ponsel,” tulis Vine dalam sebuah posting pengumuman.

Dengan kata lain,  video enam-detik dari Vine Camera nantinya bisa diunggah ke berbagai media sosial lain di samping Twitter.

Pengumuman di atas sekaligus mengakhiri spekulasi bahwa Twitter bakal menjual Vine.

Sebelumnya, sempat diberitakan bahwa sejumlah pihak tertarik membeli Vine dari tangan Twitter.

Bagaimana dengan follower yang kadung dikumpulkan di Vine?

Disebutkan bahwa Vine akan melakukan upaya memindahkan para follower tersebut ke  akunTwitter pengguna dengan menambah notifikasi “Follow on Twitter” di aplikasinya.

Video-video Vine kini juga bisa diunduh lewat aplikasi atau browser.

“Seluruh video VIne Anda akan tetap tersedia di Vine .co, jadi Anda masih bisa mengakses aneka video yang sudah dibuat selama bertahun-tahun,” tutup Vine.

Sebelumnya,  Vine sempata menarik perhatian situs porno PornHub.

Dalam sebuah surat elektronik yang dilayangkan oleh Vice President PornHub Corey Price kepada CEO Twitter Jack Dorsey, salah satu operator situs esek-esek terbesar di dunia itu “menawar” akan membeli Vine.

“Karena Twitter akan menutupnya Vine dan sedang sibuk memangkas tenaga kerja, Anda dan para pemangku kepentingan bisa memperoleh manfaat dari uang hasil penjualan Vine,” tulis Price dalam suratnya.

PornHub menyatakan tidak keberatan dengan durasi video Vine yang cuma enam detik. Angka itu disebut “sudah lebih dari cukup bagi kebanyakan orang untuk menikmati”.

Entah tawaran itu memang serius atau sekadar menyindir kondisi keuangan Twitter yang belum kunjung membaik. Boleh jadi pula Twitter bakal menanggapi PornHub dengan serius, ketimbang hanya menutup Vine begitu saja.

Vine ditutup dalam rangka efisiensi tenaga kerja dan ongkos operasional yang dilakukan oleh Twitter.

Video-video yang tersaji lewat aplikasi Vine saat ini masih ditonton oleh seratus juta orang setiap bulan, namun jumlah penggunanya terus menurun.

Twitter memberikan kesempatan pada para pengguna Vine untuk mengunduh video masing-masing dalam waktu beberapa bulan sebelum situs web, aplikasi, dan platform Vine ditutup sepenuhnya.

Pendiri Vine Rus Yusupov menyatakan ketidaksetujuannya atas rencana penutupan perusahaan tersebut. “Jangan jual perusahaan Anda!” kicaunya di Twitter, seolah menyesal telah melakukan langkah itu.

 

Komentar