Selamat “Pensiun” Window XP

Penulis: Darmansyah

Kamis, 19 Desember 2013 | 11:48 WIB

Dibaca: 0 kali

Masih laris. Dengan pengguna masih banyak, terutama di Indonesia, Windows XP akan mengakhiri “kehidupan”nya hingga April 2014. “Kematian” Window XP, yang dipaksa bunuh diri oleh Microsoft, banyak ditangisi pengguanya.

Mereka dianjurkan untuk bermigrasi ke Windows 7 atau Windows 8. Keduanya punya sistem keamanan yang lebih kuat.

Jika pengguna tetap bertahan pada software tua, maka Microsoft memperingatkan akan ada risiko keamanan yang membuat komputer rentan terhadap virus karena tidak adanya pembaruan sistem keamanan. Ketika ada masalah, pengguna akan sulit mendapat dukungan teknis.

Windows XP adalah sistem operasi paling sukses yang pernah dirilis Microsoft. Bagaimana tidak, sejak diluncurkan tahun 2001 silam, OS tersebut masih dipakai oleh, lebih dari sebelas juta pengguna, PC di Indonesia.

Angka tersebut berdasarkan perkiraan lembaga riset IDC yang tercantum dalam keterangan pers yang diterima “nuga.co,” dan memberitahu, jumlah itu, merupakan angka 43 persen pangsa sistem operasi desktop di Tanah Air.

Microsoft tak peduli dengan jumlah pemakai yang besar. Ia mengimbau sekian juta pengguna tersebut untuk segera upgrade ke sistem operasi Windows yang lebih baru.

Produk Microsoft memang memiliki dua “siklus hidup”. Pertama adalah mainstream support yang dalam hal ini produk bersangkutan akan memperbarui sektor sekuriti, stabilitas, patch, dan fitur baru secara gratis.

Siklus kedua adalah extended support, yang dalam hal ini Microsoft hanya akan memperbarui sektor sekuriti untuk menambal celah keamanan, sementara pembaruan jenis lainnya tersedia secara berbayar.

Nah, begitu extended support untuk Windows XP berakhir, pengguna akan kehilangan semua pembaruan vital di sektor untuk menjaga keamanan sistem. Akibatnya, mereka semakin berisiko terkena serangan malware, virus, atau hacker.

“Meskipun pernah menjadi OS paling populer dalam sejarah Microsoft, Windows XP tidak dirancang untuk menghadapi tantangan sekarang,” tulis Windows Division Business Group Head Microsoft Indonesia Lucky Gani.

Dengan dihentikannya dukungan tersebut, Windows XP tak akan menerima update keamanan lagi dari Microsoft. Keamanan komputer-komputer yang menggunakan sistem operasi itu pun akan menjadi rentan.

Pertengahan tahun ini, misalnya, sempat muncul kabar bahwa para peretas sedang menanti saat “kematian” Windows XP untuk menyerang OS tersebut saat tak dilindungi lagi oleh tuannya.

Ketika ditemui seusai acara kunjungan Microsoft ke TK Islam Al-Azhar 22, Semarang, Selasa (17/12/2013) kemarin, Windows Business Group Head Microsoft Lucky Gani mengatakan, pihaknya memiliki langkah-langkah tersendiri dalam menyongsong “kematian” XP untuk mendorong pengguna beralih ke Windows yang lebih baru.

1. Yang pertama adalah meningkatkan awareness terhadap penghentian dukungan XP, bahwa security patches akan distop. Dalam hal ini, salah satu upaya Microsoft diwujudkan dengan selalu mengumumkan waktu berakhirnya support terhadap Windows XP setiap bulan pada tanggal 8.

2. Memudahkan proses migrasi dari Windows XP ke Windows 7 atau 8, antara lain melalui dukungan teknis di situs technet.microsoft.com.

3. Bekerja sama dengan partner hardware macam Lenovo, Hewlett-Packard, dan lain-lain untuk memproduksi komputer berbasis Windows 8.

4. Menggelar Microsoft Technology Experience Center yang antara lain berisi seminar interaktif dan sesi hands-on untuk menyosialisasikan produk-produk perangkat lunak.

5. Menggaet “pelanggan terpilih”, yaitu kalangan korporat untuk beralih ke Windows
8. Lucky mencontohkan Indosat yang pada awal November lalu berkomitmen melakukan migrasi ke sistem operasi baru tersebut.

Komentar