Search Engine Google Algoritma Baru

Penulis: Darmansyah

Senin, 20 April 2015 | 15:55 WIB

Dibaca: 0 kali

Mulai besok, Selasa, 21 April 2015, Google membuat sensasi “april mop,” ketika mesin pencarinya, “search engine,” akan menggunakan algoritma baru

Metode pencarian ini akan dioptimalkan dalam mencari situs-situs yang bersahabat dengan tampilan ponsel atau dikenal dengan “mobile friendly.”

Optimisasi pencarian pada perangkat mobile ini, seperti dirilis oleh laman resmi Google bisa mempersingkat waktu perolehan atau loading data, penelusuran informasi, dan tampilan antar muka pengguna bisa lebih efektif.

Jauh sebelum Google memutuskan untuk mengoptimalkan “search engine” dengan algoritma baru ini, mereka sudah menyebarkan ‘Googlebot’ untuk menelusuri situs-situs yang dianggap cocok dimasukkan daftar teratas pencarian mereka.

Google tak menyebutkan secara rinci situs seperti apa yang dianggap mereka bersahabat untuk ponsel.

Namun begitu, mesin pencari itu menyediakan satu halaman khusus untuk menguji apakah situs pengguna memang cocok untuk ponsel.

Dikutip dari laman situs “Digital Trends,” situs-situs dengan tampilan bersahabat di perangkat mobile seperti ponsel pintar sedang memuncak dan dari sinilah Google ingin mengoptimalkan mesin pencarinya.

Selain itu, pertumbuhan internet di ponsel juga semakin tinggi jauh meninggalkan pengguna komputer desktop.

Bahkan catatan terakhir menunjukan sekitar enam puluh persen trafik internet berasal dari ponsel.

Makanya Google menginginkan untuk memanjakan pengguna telepon genggam.

Perubahan metode pencarian pada Google bukanlah yang pertama kali terjadi. Pada tahun ini saja Google sudah mulai menerapkan dua sistem berbeda.

Pada Februari 2015 lalu Google mengumumkan telah bekerjasama konten dengan Twitter.

Kini, apa yang dikicaukan pengguna microblogging tersebut, bisa dilacak keberadaannya melalui Google.

Melalui algoritma baru, Google seakan mengeliminasi situs-situs yang antar mukanya tidak bersahabat dengan pengguna ponsel. Hal ini menjadi dampak besar bagi mereka.

Walau tak bisa disebutkan jumlahnya, namun situs-situs yang belum mengoptimalkan tampilan ponsel terbilang banyak.

Nantinya, mereka tak akan lagi bisa terlacak oleh mesin pencari Google.

Dengan kata lain, tersingkir.

Seperti ditulis oleh situs “International Business Times,” banyak perusahaan kecil hingga yang besar khawatir apabila situs web mereka tidak bisa ditampilkan lagi dari mesi pencari Google.

“Kami menerima banyak perhatian dari para pelanggan. Menurut saya ini karena berita yang beredar dan peringatan Google,” ujar Bill Nagel selaku Chief Marketing Strategist dan pendiri perusahaan Netsertive.

Ia menambahkan, “Google sangat serius akan hal ini.”

Google sampai membuat laman khusus uji coba atau pengetesan untuk para pengelola situs web yang ingin mengecek apakah situs mereka sudah terhitung bersahabat dengan tampilan mobile.

Laman tersebut bisa menganalisis URL situs dan melaporkan apakah situs itu sudah dirancang untuk tampilan ponsel atau belum.

“Sejumlah pengelola situs akan terkejut ketika melihat perubahan jumlah trafik pengunjungnya,” ujar Itai Sadan, CEO perusahaan layanan pembuatan situs web, Duda.

Dari laporan Business Insider, bagi situs perusahaan dagang kecil, menengah sampai perusahaan besar yang sekiranya sudah sesuai standar Google versi mobile, formula algoritma Google ini bisa beradaptasi.

“Metode baru ini memudahkan mereka untuk melakukan perubahan sebetulnya. Mereka tak punya alasan lagi sampai metode baru Google diberlakukan,” kata pemimpin redaksi Search Engine Land, Matt McGee.

Siasatnya hanya satu jika masih ingin berada di pencarian atas Google, yakni membuat rancangan tampilan situs untuk penggunaan perangkat mobile — ramah digunakan yang mudah digeser ke atas dan bawah tanpa harus repot menggeser ke samping, serta cepat diperoleh.

Menurut hasil survei comScore, jumlah pencarian melalui perangkat mobile di Amerika Serikat meningkat sebesar 5 persen. Tiga bulan terakhir 2014 lalu, ada 18,5 juta pencarian melalui perangkat mobile.

Walau begitu, metode baru Google tidak memengaruhi penggunaan pencarian melalui perangkat laptop dan komputer.

Google berharap optimisasi pencarian pada perangkat mobile ini bisa mempersingkat waktu perolehan atau loading data, optimisasi dari sisi penelusuran informasi, dan tampilan antar muka pengguna bisa lebih efektif.

Google rencananya akan menggunakan algoritma baru untuk mesin pencari mereka, dengan sistem ini pencarian akan sedikit berbeda.

Metode pencarian nanti dioptimalkan untuk situs-situs yang bersahabat dengan ponsel. Tak peduli apakah pengguna sedang melakukan pencarian di komputer atau tablet, situs yang optimal untuk ponsel akan diprioritaskan.

Komentar