Samsung Tanam Fitur Baru di Browsernya

Penulis: Darmansyah

Senin, 1 Februari 2016 | 17:18 WIB

Dibaca: 0 kali

Samsung berhasil meminimalkan waktu loading dengan menyematkan fitur baru pada aplikasi peramban mereka di perangkat Android.

Perangkat itu bernama Samsung Internet dan memungkinkan pengguna memblokir iklan dari berbagai situs.

Aksi Samsung ini berhasil mempercepat waktu memuat halaman atau loading.

Penyematan fitur ini dimungkinkan setelah Samsung melakukan kerja sama dengan Rocketship App untuk menanam plugin Adblock Fast di Samsung Internet.

Tak hanya meminimalkan waktu loading, Adblock Fast juga memungkinkan pengguna untuk menghemat kuota data. Karena, ukuran laman web yang dimuat tanpa iklan akan jauh lebih kecil dibandingkan dengan yang berisi iklan.

Memblokir iklan dan konten lain di browser komputer pribadi memang sudah umum dilakukan oleh pengguna Internet.

Namun pada sistem operasi Android, hal ini tidak dapat dilakukan sesederhana menginstal aplikasi tambahan pada browser.

Browser buatan Google sendiri, Chrome, sampai sekarang ini belum dapat memblokir konten iklan.

Sejauh ini ada browser pihak ketiga bernama Brave yang menawarkan fitur pemblokiran iklan, namun ia belum bisa sepopuler Chrome.

Tak hanya untuk browser Android buatan Samsung, plugin Adblock Fast kini juga dimanfaatkan browser iOS, serta Chrome dan Opera versi desktop.

Dengan lisensi open source, pengguna dapat menginstalnya secara cuma-cuma.

Hingga saat ini, sudah ada sekitar dua ratus ribu pengguna dari berbagai platform yang memakai aplikasi plugin untuk memblokir iklan.

Pengembang Adblock Fast, Rocketship App, mengklaim bahwa plugin buatannya ini dapat meminimalkan waktu loading website pada Android rata-rata hingga 51 persen.

Saat ini, Adblock Fast sudah tersedia di Google Play Store untuk perangkat Samsung yang sudah dilengkapi dengan browser Samsung Internet versi 4.0

Hanya saja, untuk saat ini baru smartphone dan tablet Samsung bersistem operasi Android Lollipop ke atas yang bisa menjajal fitur itu.

Sementara itu TheNextWeb, menulis bahwa mekanisme adblock pada browser Samsung mirip dengan adblock pada peramban Apple Safari iOS 9 yang lebih dulu ada.

Pengguna cukup memasang aplikasi adblock yang tersedia pada opsi “plugins”. Setelahnya, semua situs yang dikunjungi akan bersih dari iklan.

Dengan begitu, loading situs dikatakan bisa lebih cepat hingga 51 persen. Penggunaan data internet pun dapat dikurangi.

Aplikasi adblock pertama yang tersedia di Samsung Internet adalah “Adblock Fast”. Layanan itu juga tersedia pada iOS, Chrome, dan Opera.

Adblock Fast adalah aplikasi gratis dan sifatnya terbuka (open source). Saat ini, aplikasi tersebut sudah digunakan lebih dari 200 ribu netizen dari berbagai platform.

Diketahui, pengguna non-Samsung juga bisa mengunduh browser Samsung Internet untuk mendapatkan manfaat adblock.

Syaratnya, ponsel yang dipakai bersistem operasi Android Lollipop ke atas. Silakan buka tautan ini untuk mengunduh.

Dalam beberapa bulan ke depan, kemampuan adblock Samsung Internet juga bakal diekspansi ke perangkat-perangkat Android lawas.

Selama ini Samsung memang terkenal membuat produk-produk pintar.

Bahkan Samsung dinobatkan sebagai perusahaan yang memiliki peran besar di dunia enterprise.

Kini Samsung sedang mengembangkan bisnis smart signage enterprise seperti professional display.

Professional display yang dimaksud adalah layar atau monitor pintar yang memiliki fungsi menampilkan konten atau informasi sesuai yang diinginkan.

Contoh, layar yang menampilkan informasi tentang promosi dari suatu bank, hingga layar-layar yang diletakkan di luar seperti peta jalan, informasi diskon makanan, dan lain-lain.

Layar pintar yang dikembangkan perusahaan sudah bisa dikontrol menggunakan jaringan, serta mendukung pemakaian system on chip.

Berbeda dengan TV di rumah yang memang ditujukan untuk konsumen, profesionnal display ini bisa aktif dari enam belas jam hingga dua puluh empat jam penuh dalam sepekan.

Tak lama lagi perusahaan asal Korea Selatan itu akan meluncurkan sejumlah produk pintar anyar.

Menyasar para pemain ritel, Samsung bakal memboyong mirror display dan transparent display.

Sesuai namanya, mirror display adalah layar cermin yang mampu memberi penjelasan suatu informasi dan konten.

Perusahaan ritel fesyen akan menjadi salah satu yang bisa memanfaatkan teknologi ini.

Dilengkapi oleh kamera pintar yang bisa mengidentifikasi gender dan usia, mirror display ini diharapkan Samsung bisa membantu para konsumen memperoleh informasi secara efektif mengenai model baju yang akan dibeli dan lainnya melalui konten yang tertera di layar.

Di layarnya nanti akan muncul tulisan mengenai informasi atau konten mengenai hal-hal tersebut — misal ada pengunjung toko ritel sedang berkaca di layar ini, nanti dia bisa langsung baca tulisan yang muncul di permukaan layar tentang apapun yang berkaitan dengan pakaian yang hendak dibeli.

Sedangkan transparent display yakni monitor yang tembus pandang atau see-thru, yang tentu berbeda dengan mirror display yang memantulkan kembali si objek yang berada di depannya.

Layar tembus pandang pintar dari Samsung, diakui Willy, akan berguna untuk bisnis seperti vending machine.

Layarnya tentu tembus pandang agar konsumen bisa melihat ke dalam isi si objek yang dilapisi layar, dan bisa langsung tahu tentang informasi penting tentang apa yang dijual di dalam mesin otomatis itu melalui tulisan yang muncul di layar.

Teknologi ini adalah pertama bagi Samsung. Kami belum pernah mengembangkan sebelumnya.

Komentar