Rajin Internet Bisa Tingkatkan Kecerdesan?

Penulis: Darmansyah

Kamis, 20 September 2018 | 10:18 WIB

Dibaca: 1 kali

Berselancar di dunia maya (internet) ternyata bisa meningkatkan fungsi otak dan memperkecil kemungkinan kehilangan memori ingatan.

Setidaknya ini terbukti pada orang dewasa berusia sekitar lima puluh tahun ke atas.

Hasil penelitian terbaru tim peneliti psikiater dan peneliti saraf University of California Los Angeles menunjukkan, penggunaan internet pada orang berusia tua bisa meningkatkan fungsi kognitif.

Situs National Geographic News dan harian the Telegraph, yang mengutip hasil penelitian itu, menyebutkan bahwa tim UCLA membandingkan dua puluh empat orang dewasa yang sama sekali belum pernah membuka internet dengan yang tak pernah absen setiap hari.

Hasilnya, ada peningkatan aktivitas bagian otak yang bertugas menangani memori dan membuat keputusan.

”Ini menunjukkan, membuka-buka situs di internet bisa menjadi cara mudah untuk melatih otak,” kata peneliti senior Teena D Moody.

Sukarelawan penelitian ini diminta membuka internet di rumah selama empat jam setiap hari.

Bukan hanya sembarang membuka situs, tetapi secara khusus menggunakan mesin pencari dan menjawab pertanyaan berbagai topik yang ada di berbagai situs.

Satu pekan kemudian para sukarelawan diperiksa dan hasilnya ada peningkatan aktivitas otak pada wilayah yang terkait kemampuan penggunaan bahasa, visual, memori, dan membaca.

Selama ini efek teknologi pada fungsi otak menjadi perdebatan sengit. Direktur the Royal Institution Susan Greenfield menghubungkan situs jaringan sosial di internet dengan berkurangnya daya konsentrasi pada anak.

Ia juga menyalahkan layanan pesan singkat sebagai penyebab meningkatnya ketidakpedulian pada anak.

Selain itu Andajuga harus tahu tentang ancaman penyakit yang bias ditimbulkan oleh aksi internet.

Bagi para pekerja menghabiskan waktu antara empat  sampaidelapan jam sehari merupakan hal biasa yang sudah menjadi kebiasaan, bagaimana dengan anda penggemar dunia maya ?

Sepulang kerja, anda pasti melanjutkan hobi berselancar di internet.

Selain membaca berita atau sekedar mencari hal baru, anda mungkin menghabiskan banyak waktu bertegur sapa dengan teman-teman maya melalui situs jejaring sosial atau chat messenger hinga lupa waktu.

Dunia internet memang membawa kesenangan tersendiri namun juga membawa dampak buruk bagi perilaku bahkan kesehatan kita.

Menurut WHO ketidakaktifan fisik berkaitan erat dengan tiga koma dua juta kematian tiap tahunnya, tujuh puluh ribuikematian dini bagi masyarakat sebelum berusia enam puluh tahun di seluruh dunia, serta sembilan puluh kecacatan sebelum usia 60 tahun di negara-negara berkembang.

Aktifitas dengan posisi duduk seperti menonton TV, main video game, bekerja di depan komputer, dan kegiatan lain yang sejenis selain berpengaruh pada perilaku sosial kita juga dapat menyebabkan sitting disease atau penyakit akibat terlalu lama duduk seperti berikut ini :

OCPD adalah kepanjangan dari Obsessive-Compulsive Personality Disorder yaitu gangguan yang bisa terjadi jika seseorang terlalu sering mengakses internet, jika terkena gangguan ini, seseorang menjadi sulit berpikir rasional, dan menganggap dirinya paling cerdas di dunia maya.

Sedangkan orang lain itu bodoh.

Contoh nyatanya adalah saat seseorang terlalu sering membenarkan penggunaan bahasa seseorang, seperti pada situs berita yang memberitakan seorang wanita yang melakukan oprasi plastik dan orang yang terkena gangguan menghina-hina dan menganggapnya bodoh.

Gangguan kejiwaan munchausen Di dalam dunia psikologi ini bernama Munchausen Syndrome, gangguan ini membuat seseorang mau membuat kebohongan tentang dirinya demi mendapatkan simpatik dan rasa kasihan orang lain di dunia maya, Bisa dikatakan haus perhatian dan kasih sayang.

Di jejaring sosial sendiri sangat banyak seseorang menceritakan kisah dirinya atau bahkan saudaranya terkena penyakit mematikan dan hal-hal sedih yang membuat orang lain kasihan dan simpatik. Padahal semua itu hanyalah kebohongan belaka.

Gangguan kejiwaan internet asperger syndrome Anda pernah bertemu seseorang yang bawel dan cerewet di dunia maya? Namun ketika bertemu langsung dengan orangnya, ia sangat pendiam.

Begitu juga sebaliknya. Bisa dikatakan bahwa internet atau jejaring sosial yang ada membuat seseorang bisa mengekspresikan dirinya.

Bahkan orang bisa menjadi apa saja di internet tanpa diketahui identitasnya, sehingga ia merasa aman walaupun kata-kata yang ia tulis di jejaring sosial sangat kasar dan hal tersebut berpotensi dibenci banyak orang.

Gangguan kejiwaan onlineIntermittent explosive disorder Untuk gangguan jiwa yang satu ini bisa membuat seseorang marah karena hal-hal remeh.

Dalam dunia psikologis, gangguan ini bernama Intermittent Explosive Disorder. Biasanya seseorang mudah marah hanya karena status temannya di jejaring sosial, bahkan kadang hal yang bersifat lucu juga ditanggapi serius oleh penderita gangguan jiwa ini.

Gangguan kejiwaan low forum frustration tolerance. Jika terkena ganguan ini seseorang akan sangat ingin dirinya dianggap penting dan apa yang dilakukan harus mendapatkan hasil seperti apa yang diinginkan, bahkan ia akan melakukan banyak hal agar orang lain mengakui kehebatan dirinya di internet.

Contoh, seseorang memposting foto yang dianggap bagus dan bisa menjaring banyak like, maka ia akan mengecek postingan foto tersebut setiap menit sekali, untuk memastikan bagaimana respon orang lain pada fotonya.

Komentar