Raib Sudah Foto Telur Biru di Twitter

Penulis: Darmansyah

Senin, 3 April 2017 | 08:50 WIB

Dibaca: 0 kali

Kalau Anda seorang pengguna Twitter yang terbiasa dengan  foto profil default bergambar telur, maka mulai sekarang “sang telur”  telah raib karena Twitter mengubahnya dengan foto default baru.

Foto telur yang digunakan selama lebih kurang tujuh tahun itu sebenarnya memiliki arti filosofis.

Telur berhubungan dengan tema burung yang digunakan oleh Twitter dan melambangkan pengguna yang menunggu waktu untuk menetas.

Namun di masa kini, foto telur itu justru memiliki kesan buruk.

Pasalnya sekarang ada banyak sekali pengguna yang tidak mengunggah foto aslinya, dan hanya menampilkan ikon telur.

Akun dengan foto telur itu banyak digunakan untuk melecehkan atau berkata kasar pada pengguna lain.

Mobile Syrup, menulis pada waktu itu foto telur tersebut jadi identik dengan pengguna Twitter yang berkelakuan buruk.

Twitter pun mengakui bahwa foto default berbentuk telur memiliki konotasi sebagai akun yang cenderung berbuat tak senonoh dan melecehkan.

Menurut mereka, rata-rata pelaku pelecehan online sengaja membiarkan foto profilnya kosong  untuk menutupi identitas aslinya.

Melihat situasi tersebut, akhirnya raksasa microblogging ini memutuskan untuk memasang foto default baru.

Gantinya adalah sebuah foto default berwarna monokrom, berbentuk siluet manusia dan sama sekali tidak terkait dengan tema burung yang dipakai Twitter.

Harapannya, para pengguna baru akan merasa tidak puas dengan foto default berbentuk siluet manusia itu dan menggantinya dengan foto berisi ekspresi diri sendiri.

Tentu saja Twitter masih punya PR lain.

Meski foto telur yang identik dengan tindak pelecehan online sudah berganti rupa, tindak dan pelaku pelecehan itu sendiri masih ada dan butuh perhatian serta tindakan tegas.

Tapi untuk saat ini, selamat tinggal telur Twitter dan selamat datang siluet monokrom!

Sbelumnya, ketika  merayakan ulang tahun kesepuluh Twitter memperlihatkan kilas balik mengenai logo-logo “burung biru” yang pernah dipakai sebagai ikon layanannya.

Pada masa lalu, si “burung biru” tak seramping dan sederhana saat ini.

Burung yang diberi nama Larry Bird itu pernah memiliki banyak rambut dan perut yang lebih tebal.

Pada logo kedua, Larry Bird terlihat seperti burung dari film kartun.

Dengan detail-detail seperti paruh, mata, alis, rambut, sayap, bahkan memiliki dua kaki.

Bentuk logo selanjutnya pelan-pelan menjadi semakin sederhana. Mulai dari menghilangkan kaki, lalu menghilangkan bulu tebal di perutnya dan mulai menggunakan gaya siluet.

Akhirnya Twitter menemukan Larry Bird yang paling cocok serta terus dipakai hingga saat ini. Logo yang dimaksud jauh lebih sederhana ketimbang yang dipakai pada masa lalu.

Seperti ditulis TheNextWeb, saat itu, bentuknya berupa sebuah siluet burung tanpa embel-embel rambut di kepalanya.

Siluet tersebut dirancang seolah sedang terbang ke atas.

“Mulai hari ini Anda akan melihat sebuah burung biru yang lebih sederhana. Mulai sekarang, burung ini akan menjadi simbol universal Twitter. Twitter adalah burung itu, dan burung itu adalah Twitter,” ujar Creative Director Twitter Doug Bowman dalam blog resmi Twitter, saat meluncurkan perubahan logo terakhir itu.

“Tak perlu lagi teks, kata-kata berrbungkus gelembung atau sebuah huruf ‘t’ kecil untuk melambangkan Twitter,” imbuhnya.

Jauh sebelumnya, tiga tahun lalu, Twitter pernah membatalkan penutupan  layanan image hosting Twitpic yang menyelamatkan jutaan foto

“Kami telah membuat perjanjian dengan Twitter untuk menyerahkan domain dan arsip foto Twitpic, foto dan tautan gambar tetap bisa diakses,” tulis pendiri Twitpic Noah Everett dalam sebuah posting blog, pada waktu itu

Sebelumnya,  Twitpic mengatakan bakal menutup layanan setelah terlibat dalam sengketa hukum dengan Twitter.

Ada sekitar delapan ratus juta foto yang tersimpan di layanan image hosting ini pun sempat terancam bakal lenyap.

Twitpic sendiri merupakan salah satu layanan image hosting pertama yang memungkinkan pengguna Twitter berbagi foto lewat tautan.

Pada awalnya Twitter memang tidak menyediakan cara untuk upload dan berbagi foto sehingga pengguna terpaksa mengunggah foto ke layanan hosting seperti Twitpic terlebih dahulu sebelum menyertakan tautan ke gambar bersangkutan dalam tweet.

Belakangan Twitter menerapkan fasilitas image sharing sendiri sehingga layanan macam Twitpic jadi kehilangan peran.

Kini, bersama dengan akuisisi oleh Twitter, Twitpic bakal berjalan dalam mode yang disebut Everett sebagai “read only”.

Layanan itu tak lagi menerima unggahan foto, tapi pengguna masih bisa mengakses dan mengunduh gambar-gambar yang tersimpan di dalamnya.

Komentar