Perempuan Yang Mengubah Dunia Lewat Teknologi

Penulis: Darmansyah

Rabu, 19 Juni 2013 | 17:49 WIB

Dibaca: 0 kali

Marissa Mayer, CEO Yahoo

Jangan kira kiprah perempuan tak mampu tampi sebagai pengubah dunia.Meskipun jumlahnya terbilang jarang, tapi tidak sedikit perempuan secara mengagumkan mengagumkan turut berjasa dalam mengubah dunia.

Peran perempuan sebagai symbol pengubah dunia juga dimiliki dalam daftar teknologi. Dalam daftar itu, ada beberapa nama wanita yang berkiprah di dunia teknologi, seperti Sheryl Sandberg (COO Facebook), Meg Whitman (CEO Hewlett-Packard), Susan Wojcicki (Senior Vice President Google), dan Marissa Mayer (CEO Yahoo).

Terlepas dari daftar tersebut, BusinessInsider belum lama ini juga merilis daftar 50 wanita yang mengubah dunia. Beberapa dari mereka berkiprah di dunia teknologi dan berkarya dengan memanfaatkan teknologi. Mereka antara lain Sunita Williams, Malala Yousafzai, Marissa Mayer, Melinda Gates, dan Sheryl Sandberg.

Sunita Williams adalah astronot keturunan India-Amerika. Dia memegang rekor sebagai astronot wanita yang melakukan penerbangan antariksa terpanjang dan paling lama berada di luar angkasa. Selain bekerja untuk NASA, Williams juga seorang perwira Angkatan Laut AS dengan berbagai prestasi dan penghargaan. Dia membuktikan bahwa seorang wanita pun bisa sukses dalam bidang yang didominasi oleh laki-laki.

Malala Yousafzai adalah seorang remaja Pakistan berusia 15 tahun. Namun, di usianya yang belia, dia sudah menjadi ikon internasional dalam dunia pendidikan bagi anak perempuan. Sejak tahun 2009, ketika masih berusia 11 tahun, Yousafzai sudah berani bicara soal pentingnya pendidikan bagi anak perempuan. Dia tidak gentar dengan kelompok Taliban Pakistan yang melarang pendidikan bagi perempuan di negerinya. Ketika usianya 11 tahun, dia mulai menulis blog untuk BBC dan mengungkapkan pendapat serta pengalamannya bersekolah.

Meskipun dilarang, dia tetap nekat pergi ke sekolah. Pada Oktober 2012, Yousafzai menjadi korban percobaan pembunuhan yang dilakukan oleh Taliban. Dia ditembak di bagian kepala ketika pulang dari sekolah. Bersyukur nyawanya bisa diselamatkan, remaja ini tetap giat sebagai aktivis pendidikan bagi anak perempuan. Karena keberaniannya, Yousafzai dinominasikan sebagai penerima Nobel Peace Prize termuda dalam sejarah.

Kiprah Marissa Mayer di dunia teknologi sudah sering kita dengar ataupun baca melalui berbagai media. Dalam waktu kurang dari setahun, sejak dia menjabat sebagai CEO Yahoo pada Juli 2012, alumnus Google ini sudah membuat berbagai gebrakan di tempat kerja barunya. Dia melakukan redesain situs Yahoo, memperbaiki sistem e-mail Yahoo, dan melakukan beberapa akuisisi besar, seperti yang dilakukan atas Summly dan Tumblr.

Selain menjabat CEO Yahoo, Mayer juga menduduki posisi direksi di Walmart dan aktif sebagai angel investor. Pada Oktober 2012, Mayer melahirkan seorang putra. Setelah melahirkan, dia memutuskan untuk tidak mengambil penuh cuti melahirkannya dan memilih untuk segera kembali bekerja. Mayer dinilai mampu membuktikan bahwa bukan hal yang mustahil bagi wanita untuk sukses dalam karier dan berkeluarga.

Melinda Gates giat menjalankan kegiatan sosial melalui yayasan yang dia dirikan bersama suaminya, Bill Gates, pendiri Microsoft. Sejak mendirikan Bill and Melinda Gates Foundation pada tahun 1994, pasangan suami istri ini sudah mendermakan hartanya sebesar 36,4 miliar dollar AS untuk berbagai kegiatan sosial.

Sejak akhir tahun lalu, Melinda memfokuskan dirinya pada isu keluarga. Dia sering menjadi pembicara di berbagai negara miskin dan negara berkembang tentang pentingnya program keluarga berencana. Salah satu targetnya kini adalah menggalang dana hingga 4 miliar dollar AS hingga tahun 2020 mendatang untuk mengembangkan teknologi kontraseptif dan membantu lebih dari 120 juta perempuan di dunia agar bisa mengakses peralatan kontrasepsi.

Sheryl Sandberg adalah Chief Operating Officer Facebook. Tahun lalu, Sandberg kembali mengangkat isu feminisme di negerinya dengan merilis sebuah buku berjudul Lean In: Women, Work, and the Will to Lead. Melalui buku itu, Sandberg ingin menginspirasi para perempuan untuk berani mengembangkan dirinya dalam karier dan sebagai pemimpin. Nama Sandberg sendiri sudah berkali-kali masuk dalam daftar wanita paling berpengaruh, baik dalam bisnis maupun di dunia.

Komentar