Perburuan Alien Dimulai Secara Global

Penulis: Darmansyah

Selasa, 21 Juli 2015 | 14:15 WIB

Dibaca: 0 kali

Perburuan alien, usai dipastikannya ada kehidupan makhluk itu di Planet Pluto, dimulai secara global setelah diperolehnya dana donasi dari miliarder Rusia, Yuri Milner, sebesar seratus juta dolar, atau setara satu koma tiga triliun rupiah.

Dukungan serius terhadap perburuan itu juga disuarakan fisikawan terkemuka, Stephen Hawking, yang menyatakan setuju terhadap proyek berburu kehidupan alien di alam semesta ini.

Proyek yang bernama “breakthrough listen” ini dibuat oleh miliader asal Rusia, Yuri Milner.

Dilansir dari Sidney Morning Herald, Selasa 21 Juli 2015, Hawking mengungkapkan ilmu pengetahuan telah menjelaskan ‘terang bintang’, tetapi bukan bintang yang bersinar menerangi bumi.

“Di suatu tempat di alam semesta, mungkin ada kehidupan lain yang menonton kita. Sudah waktunya untuk berkomitmen untuk menemukan jawaban tersebut. Kita harus tahu,” ujar Hawking, yang mengidap penyakit langka Amyotrophic Lateral Sclerosis, dan mendekam di kursi roda selama dekade terakhir.

Hawking mengungkapkan, sangat memungkinkan kalau manusia tidak hidup sendirian di alam semesta ini, sehingga diperlukan sebuah penelitian yang dapat mengungkap misteri tersebut.

“Sangat mungkin bahwa ada kehidupan di luar sana, tapi kita belum mengetahuinya,” imbuh pria yang kisah perjalanan hidupnya dijadikan film di The Theory of Everything ini.

Dikutip dari laman BGR, sebelumnya miliader Yuri Milner menyatakan siap memberikan donasi untuk berburu alien.

Disebutkan, dana tersebut digunakan untuk menyewa teleskop terbaik yang ada di dunia selama sepuluh tahun ke depan. Nantinya, teleskop tersebut digunakan untuk memindai tanda-tanda kehidupan di galaksi.

Beberapa alat astronomi yang akan digunakan tersebut, yaitu teleskop Green Bank dan teleskop Parkes.

Direncanakan, Green Bank akan mulai beroperasi Januari tahun depan dan Parkes bergabung pada September-nya.

Salah satu pemimpin proyek, Astronomi Profesor Geoffrey Marcy dari University of California Barkeley, mengatakan rasa senangnya saat mendengar Parkes akan ikut bergabung dalam berburu alien.

Parkes diketahui merupakan salah satu teleskop radio terbaik di dunia, di mana pernah menciptakan sejarah dengan memberikan sinyal saluran televisi saat manusia pertama mendarat di Bulan empat puluh enam tahun lalu.

“Parkes sangat inspiratif dan itu sangat tepat untuk ditunjuk dalam penelitian ilmu pengetahuan,” ungkap Marcy.

Keberadaan alien sering mengundang pertanyaan, baik bagi badan antariksa saja maupun pihak individu. Alasannya, hingga saat ini, belum ada pihak yang benar-benar menemukan wujud makhluk tersebut.

Milner mengungkapkan misi tersebut pastinya akan mendapatkan kesulitan. Terlebih lagi, ia belum bisa memastikan uang sebesar itu dapat menjamin informasi adanya kehidupan alien.

“Kita harus mengajukan pertanyaan yang sulit,” kata Milner yang mengutip ungkapan dari mantan Presiden Amerika Serikat, John F Kennedy, saat berhasil menjalankan misi ke Bulan, empat puluh enam yang lalu.

Proyek yang dinamai dengan “Breakthrough Listen” ini rencananya akan meneliti kehidupan alien selama sepuluh tahun ke depan di alam semesta.

Untuk mendapatkan informasi keberadaan alien, Milner mengungkapkan proyeknya ini memanfaatkan teknologi teleskop yang paling canggih.

Disampaikannya, ia akan menyewa dua teleskop radio paling canggih di dunia, yakni teleskop Green Bank di West Virginia, AS dan Teleskop Parkes di New South Wales, Australia.

“Fakta bahwa planet-planet yang mengorbit ini disebut zona layak huni, dimana suhunya memungkinkan terdapat air. Salah satunya yang ditunjukkan oleh misi Kepler NASA. Kita memiliki bukti ilmiah tentang bagaimana banyak tempat bisa menampung kehidupan,” ungkap Milner.

Upaya Milner dalam mencari peradaban alien ini didukung oleh berbagai pihak, mulai dari fisikawan terkemuka Stephen Hawking hingga perintis Search for Extraterrestrial Intelligence, Frank Drake, di mana Frank telah berusaha mencari kehidupan selain di Bumi selama lebih dari lima puluh tahun.

Mahluk asing luar angkasa, atau yang biasa disebut alien, kerap digambarkan sebagai monster kurus berwarna hijau dengan gigi dan cakar. Namun ahli biologi evolusioner percaya jika alien sejatinya tidak jauh berbeda dengan manusia.

Seorang palaeontolog dari University of Cambridge percaya jika kehidupan di planet lain hampir sama dengan yang ada di bumi. Teori ini disebutnya sebagai evolusi konvergen. Teori ini menyatakan jika spesies akan secara independen berevolusi dengan lingkungan untuk membuatnya menyesuaikan diri dengan lingkungan.

“Contohnya seperti mata. Dahulu, mata kita tidak seperti ini. Organ ini telah berevolusi secara independen sebanyak 50 kali dalam sejarah bumi. Ini artinya, kehidupan di planet lain yang mirip bumi akan memiliki tahapan evolusi yang sama dengan planet kita,” ujar Prof. Simon Conway Morris, seperti dikutip dari Daily Mail

Jika hal ini benar adanya maka penggambaran alien yang mirip manusia, seperti yang ada di film sains-fiksi populer macam Star Wars atau Star Trek, bisa jadi benar adanya.

“Astronomer telah menemukan sejumlah besar planet mirip bumi dan ini bukanlah hal yang mengejutkan jika memang ada tanda-tanda mahluk asing yang lebih pintar dari manusia. “

“Wilayah apapun yang bisa dihuni, yang tidak panas membara atau dingin menusuk kulit, merupakan tempat hidup alien. Pasalnya, kecerdasan adalah hal yang konvergen,” kata Morris, dalam bukunya, The Runes of Evolution.

Dia menambahkan bahwa protein, mata, anggota tubuh, kecerdasan dan alat produksi belum ada saat kehidupan muncul. Bahkan kemampuan manusia untuk merasakan orgasme merupakan hal yang tidak terduga saat kehidupan mulai berevolusi.

“Semua terjadi di mana saja. Ini merupakan indikasi yang luar biasa bahwa evousi jauh dari proses yang random. Artinya, apa yang diterapkan di bumi bisa juga diterapkan di alam semesta dan seluruh galaksi,” ujarnya.

Dia kembali menegaskan bahwa kemungkinan kehidupan alien memperlihatkan mahluk yang sama dengan yang ada di bumi, mahluk yang memiliki organ, kepala dan tubuh. Tidak menutup kemungkinan mahluk itu berevolusi dengan predator seperti hiu, mangrove, jamur, dan lainnya.

Komentar