Perang “Hacker” Indonesia-Australia

Penulis: Darmansyah

Minggu, 17 November 2013 | 10:37 WIB

Dibaca: 0 kali

Anonymous Australia telah memperingatkan hacker Indonesia untuk berhenti menyerang situs-situs yang tak ada kaitannya dengan aksi spionase pemerintahnya. Namun karena tak juga berhenti, hacker Australia pun melakukan aksi balasan.

Mengutip berbagai sumber, Minggu, Anonymous Australia membuktikan ancamannya dengan meretas sejumlah situs Indonesia. Di antaranya yang menjadi korban adalah Angkasa Pura II dan Garuda Indonesia.

“Kami memberikan peringatan terakhir. Kami hanya ‘melumpuhkan’ sistem Anda, seperti bandara Angkasapura, pendidikan, dan banyak situs lain yang tidak disebutkan,” kata AnonAu atau Anonymous Australia di situs Pastebin, yang ditujukan untuk Anonymous Indonesia.

“Jika Anda tidak menghentikan aksi DDoS, kami akan mengambilalih sistem penting negara Anda,” sambung AnonAu.

Anonymous Australia mem-posting screenshot data-data penting PT Angkas Pura II seperti laporan neraca dan rugi-laba, serta data-data pelanggan Garuda Indonesia yang berisi nama, alamat, bahkan email.

Sebagai tambahan, situs Garuda Indonesia sampai saat ini belum bisa diakses.

Serangan yang dilepaskan dari komunitas hacker Indonesia, Anonymous Indonesia, pada beberapa situs Australia baru-baru ini bukan tanpa alasan, yakni membalas aksi spionase Australia terhadap Indonesia. Seorang pakar komputasi mengatakan, tindakan yang dilakukan Anonymous Indonesia ini didasari dari rasa nasionalisme yang tinggi.

Pakar komputasi yang juga dosen di salah satu universitas swasta di Jakarta, I Made Wiryana, mengatakan penyerangan yang dilakukan oleh hacker Indonesia terhadap Australia dinilai wajar. “Ini menurut saya wajar saja. Karena siapa yang mau negaranya sendiri diinjak-injak?” tutur pria yang akrab disapa Made ini.

Namun Made memberikan pengecualian terhadap cara yang digunakan anak negeri untuk membalas perbuatan melanggar hukum yang dilakukan oleh Australia. Menurutnya dengan menyerang situs-situs Australia, terlebih situs yang tak bersalah seperti yayasan sosial dan rumah sakit, bukan hal yang benar untuk dilakukan.

Selain bermotif atas dasar rasa nasionalisme, Made juga berpendapat, tindakan yang dilakukan oleh hacker Indonesia ini untuk menunjukkan eksistensi dirinya di dunia IT. “Banyak para hacker ini yang ingin mendapatkan pengakuan dari orang lain, apa lagi negara lain. Penyerangan ini selain berdasarkan rasa nasionalisme, juga ajang untuk show off” kata Made.

Seperti diketahui sebelumnya, komunitas hacker yang bernama Anonymous Indonesia menyerang situs-situs Australia. Ini merupakan pembalasan terhadap aksi pengintaian yang dilakukan oleh intel Australia terhadap Indonesia.

Komentar