Pengguna Kecewa Pokemon “No” Diakses

Penulis: Darmansyah

Senin, 31 Juli 2017 | 14:44 WIB

Dibaca: 0 kali

Pokemon Go kini telah genap berusia satu tahun.

Lants?

Ya, hebohnya tidak seramai dulu.

Dan  Niantic, selaku pengembang game tersebut tetap menyiapkan sejumlah rencana perombakan dan pembaruan.

Sebelumnya Niantic telah memperbarui Pokemon Go dengan tambahan fitur raid dan perbaikan pada sistem Poke Gym.

Fitur raid memungkinkan sesama pemain bekerja sama untuk mengalahkan satu boss tunggal yang muncul pada waktu-waktu tertentu.

Namun rencana besar Niantic bukan cuma soal fitur raid dan perbaian Poke Gym saja.  Masih ada hal lain yang bakal diwujudkan pada tahun ini, yakni soal player versus player atau dikenal dengan sebutan PvP dan Pokemon Trading.

Seperti ditulis  TechTimes, CEO Niantic, John Hanke telah mengatakan bahwa kedua fitur tersebut tengah dikembangkan.

PvP nantinya akan membuat pemain bisa menantang pemain lainnya untuk bertarung. Dengan kata lain, pertarungan tidak akan terbatas pada Poke Gym saja.

Sedangkan Pokemon Trading bakal membuat pemain bisa bertukar Pokemon dengan pemain lainnya.

Fitur ini mungkin tidak sepenting fitur PvP, namun keberadaannya bakal membawa warna baru. Apalagi fitur tersebut bisa membuat pemain lebih mudah mengisi Pokedex mereka.

Pengembangan fitur PvP dan Pokemon Trading ini diprediksi bakal selesai sebelum 2017 berakhir.

Menurut Hanke, timnya sebenarnya berencana merilis kedua fitur tersebut lebih cepat, namun terhambat karena mesti menyelesaikan masalah infrastruktur.

“Kami kehilangan sekitar enam  bulan dari waktu perencanaan awal karena kesuksesan game ini. Dari November hingga”

“Desember lalu, bahkan dari peluncuran hingga saat ini, kami terus membangun dan menata ulang infrastuktur hanya demi membuat game bisa berjalan normal,” ujar Hanke.

“Kami beruntung memiliki peluncuran dan kesuksesan yang luar biasa besar. Pengguna juga terus bertambah lebih banyak dari perkiraan awal kami. Tapi kami jadi harus mengalihkan lalu menata sumber daya untuk bergantian mengelola infrastruktur dan fitur baru,” imbuhnya.

Sementara itu dalam acara besar pertama untuk game Pokemon Go yang diadakan oleh Niantic, Pokemon Go Fest, berujung kekecewaan.

Dalam pesta berburu monster Pokemon itu, sekitar dua puluh ribu pengguna Pokemon Go tidak bisa masuk atau dikenal dengan istilah log in game di perangkat masing-masing, akibat kendala jaringan internet.

Salah seorang peserta pun mengajukan tuntutan hukum kepada Niantic selaku pembuat game, karena tida bisa log in game Pokemon Go.

Diduga, peserta tidak bisa log in game karena server Niantic kelebihan beban, akibat membludaknya pemain yang akan log in secara bersamaan.

Seperti ditulis ArsTechnica, hari ini, Senin, 31 Juli, menara seluler  di tempat penyelenggaraan acara, Grant Park di Chicago, AS, juga mengalami masalah akibat banyaknya orang di satu tempat. Oleh karena itulah, sebagian besar peserta tidak bisa mengakses internet.

Banyak peserta yang menyalahkan pihak Niantic.

Perusahaan tersebut dianggap tidak melakukan persiapan yang baik menjelang acara itu digelar, mengingat jumlah peserta yang mencapai puluhan ribu.

Pihak Niantic sendiri seperti sudah jatuh, tertimpa tangga. Sudah banyak disalahkan akibat kejadian itu, Niantic pun dituntut.

Tuntutan tersebut dimasukkan ke pengadilan Cook County Circuit oleh seorang peserta festival Pokemon Go asal California.

Ia menuntut Niantic karena menganggap sudah banyak orang yang mengeluarkan uang untuk acara tersebut, tetapi tidak dapat merasakan hype yang dibangun oleh Niantic akibat banyaknya kesalahan teknis.

Niantic memang memungut biaya sebesar dua puluh dollar AS  per orang bagi yang berminat bergabung dalam Pokemon Go Fest. Belum lagi uang yang dikeluarkan untuk perjalanan ke Chicago dari luar kota.

Tidak diketahui besarnya tuntutan yang diterima oleh Niantic. Perusahaan yang dipimpin oleh John Hanke itu juga masih bungkam soal tuntutan.

Acara Pokemon Go Fest ini memang sangat menarik perhatian di AS sana.

Acara tersebut merupakan peringatan pertama hadirnya Pokemon Go di dunia. Niantic menawarkan banyak keseruan dalam acara itu, salah satunya berburu Pokemon legendaris yang sudah lama ditunggu.

Kabar lain, masih dari Pokemon Go, adalah artikel tentang pemimpin tim Instinct di Pokemon Go yang tiba-tiba hilang dari gim

Artikel lain yang juga menjadi perhatian adalah peluncuran smartphone terbaru Huawei Mate 10 yang tampil dengan desain tanpa bezel, dan sejumlah gamer Pokemon Go yang menuntut Niantic Labs karena kisruh Pokemon Go Festival.

Saat mencapai level lima di Pokemon Go, kamu akan diberi pilihan untuk bergabung dengan salah satu dari tiga tim yang tersedia: Mystic, Valor dan Instinct.

Berhubung hanya dapat dilakukan satu kali saja, trainers Pokemon Go harus bijak saat memilih. Siapa tahu pemimpin tim pilihan kamu tiba-tiba hilang tanpa sebab, seperti yang terjadi dengan pemimpin tim Instinct.

Dikutip dari laman Polygon,  Spark–pemimpin tim kuning–secara misterius menghilang dari gim Pokemon Go ketika Niantic Labs menggulirkan update

Chief Executive Officer  Huawei Technologies Consumer Business Group, Richard Yu, membagikan sedikit informasi mengenai phablet) terbaru, Mate 10.

Selain mengonfirmasi nama yang disandang phablet itu, Yu juga memberikan informasi tentang desain layar.

Dilansir GSM Arena, Yu menuturkan, Huawei Mate 10 akan hadir dengan layar full screen.

Berdasarkan pernyataan itu, Mate 10 diperkirakan akan bergabung dengan kelompok perangkat tanpa bezel yang saat ini sedang tren di pasar smartphone dunia.

Sayangnya, ia enggan mengomentari rumor tentang chipset Mate 10, yang menurut sejumlah laporan akan menggunakan Kirin

Namun Yu menjanjikan Mate 10 akan memiliki daya tahan baterai yang lebih panjang, serta waktu pengisian daya baterai lebih cepat dan kemampuan fotografi yang lebih baik daripada iPhone terbaru.

Dalam rangka merayakan ulang tahun pertama Pokemon Go dan peluncuran Pokemon legenda, Niantic Labs memutuskan menggelar acara besar bertajuk Pokemon Go Fest di Chicago, Amerika Serikat.

Sayang, acara yang digadang-gadang menjadi momen luar biasa seru ini harus berakhir mengecewakan bagi trainers yang secara langsung datang ke acara tersebut.

Komentar