close
Nuga Tekno

Paten untuk Rokok Elektronik dari Apple

Laman situs “the verge,” hari ini, Senin, mengungkapkan  bahwa Apple  telah mendaftarkan paten untuk teknologi vaporizer atau biasanya disebut rokok elektronik sejak setahun lalu.

Ppendaftaran paten ini sempat luput dari media dan baru dipublikasikan The US Patent and Trademark Office pada pekan ini.

Pada dokumen, Apple menjelaskan desain paten itu untuk mengatur suhu saat melepaskan suatu zat dalam sebuah tabung.

Desain tersebut juga dapat menjaga udara agar tidak keluar dari ruang zat yang sedang menguap.

Anda barangkali akan berasumsi bahwa Apple sedang merancang sebuah perangkat iVape yang mendefinisikan kembali mekanisme rokok eletronik.

Hal itu bisa saja benar, namun bisa juga salah.

Hingga kini Apple sendiri belum mengumbar tujuan spesifik dari paten vaporizer. Apakah teknologi itu bakal berdiri sendiri sebagai sebuah perangkat elektronik? Atau bakal diintegrasi dengan perangkat lain?

Yang jelas, Apple tengah mengembangkan teknologi mobil pintar.

Paten ini bisa jadi merupakan bagian alias komponen pada mobil tersebut, sebagaimana dilaporkan TheVerge.

Sebab, teknologi vaporizer belum tentu merujuk pada rokok elektronik, meski kebanyakan dipakai untuk itu. Implementasi lain dari teknologi vaporizer bahkan bisa untuk menciptakan hologram interaktif.

Untuk melihat penjelasan paten secara lengkap, silakan buka tautan ini.

Apple sepertinya sengaja membuat masyarakat bertanya-tanya. Belum jelas kapan paten itu akan direalisasikan.

Seperti paten-paten lainnya, bisa saja paten teknologi vaporizer Apple cuma bakal jadi paten semata. Kita tunggu saja.
Selain rokok elektronik, sebelumnya Apple juga telah mematenkan teknologi terkait mobile payment yang implementasinya bisa lebih canggih dari yang kita bayangkan selama ini.

Dilasnir situs Apple Insider, paten yang didaftarkan Apple ini jauh melebihi teknologi mobile payment yang diperkenalkan sebelumnya, Passbook dan iBeacon.

Kantor hak paten dan merek dagang AS mendeskripsikan paten Apple memiliki metode mengirimkan data pembayaran melalui beragam perantara udara tanpa memengaruhi data pengguna.

Berbeda dengan paten-paten Apple sebelumnya menyangkut cara pembayaran masa depan yang hanya fokus pada cara penggunaannya, paten Apple kali ini fokus pada infrastruktur backend.

Menurut dokumen yang diserahkan Apple, teknologi ini tetap menggunakan modul Near Field Communications  atau teknologi sejenisnya.

Protokol nirkabel lain juga bisa digunakan, seperti Bluetooth atau iBeacon yang dikembangkan Apple sendiri.

Metode yang digunakan teknologi yang dipatenkan Apple ini disebut masih membutuhkan sentuhan antar-gadget dengan modul pembayaran.

Dua komunikasi wireless juga dibutuhkan.

Pertama untuk mengirim sinyal dari iPhone ke modul pembayaran terdekat untuk melakukan pembayaran, dan kedua antarmuka wireless yang digunakan untuk mengomunikasikan data dari terminal point-of-sale ke backend proses pembayaran online.

Banyak paten mobile payment yang telah didaftarkan Apple, namun yang satu ini disebut perusahaan sebagai yang paling komplit untuk melakukan transaksi nyata.

Seperti paten lainnya, belum jelas kapan teknologi tersebut diintegrasikan di perangkat-perangkat Apple.

Paten lainnya yang juga telah didaftarkan Apple adalah teknologi stylus yang lebih canggih.

Berdasarkan rumor yang beredar di industri teknologi, stylus itu kabarnya akan diberi nama “iPen.”

Baru-baru ini, terungkap pula bahwa Apple mengajukan kembali paten stylus yang berbeda dengan stylus konvensional lain.

Ia memiliki sensor orientasi yang dapat menentukan tekanan pada layar sentuh. Jika pengguna menggambar dengan tekanan agak kuat, maka stylus itu dapat mendeteksi, sehingga menghasilkan garis yang lebih tebal.

Stylus itu juga dapat mendeteksi bagaimana cara pengguna memegang stylus.

Jika pengguna menggambar dengan memegang bagian bawah stylus, garis yang dihasilkan akan berbeda jika pengguna memegang bagian tengah atau atas stylus.

Hal ini nampaknya akan meningkatkan realisme dalam pengalaman pengguna menggunakan stylus, seperti menggambar dengan pensil.

Sebelumnya, Apple telah mematenkan teknologi stylus yang dapat memberi umpan balik semacam getaran jika pengguna menggambar di luar atau hampir melewati garis batas.

Pena digital ini juga dapat mengeluarkan suara untuk menstimulasi tindakan si pengguna. Stylus akan mengeluarkan suara pensil yang sedang menggambar di selembar kertas, atau kuas yang sedang melukis di atas kanvas.

Dalam berkas patennya, Apple juga menjanjikan stylus dapat digunakan di udara, tanpa harus kontak langsung dengan layar.