Paswoord Huruf dan Angka dalam Bahaya

Penulis: Darmansyah

Selasa, 29 Desember 2015 | 10:18 WIB

Dibaca: 0 kali

Paswoord dengan memakai huruf dan angka tidak aman?

“Ya,” jawab ilmuwan dari Plymouth University.

Lantas bagaimana paswoord yang aman?

Masih menurut para ilmuwan itu, sebaiknya password saat ini dibuat dari sebuah ikon atau gambar berupa pola tertentu yang mudah diingat penggunanya

Mereka bisa membuktikan bahwa password yang menggunakan kombinasi angka dan huruf sudah tidak lagi aman, dan nyaman buat penggunanya.

Dan bagaimana paswoord bertema ikon?

Ikon yang dimaksud adalah jenis password yang mirip digunakan perangkat Android.

Pengguna bisa menentukan password dengan garis-garis yang dihubungkan ke titik tertentu.

Para peneliti menyebut teknik password gambar itu dengan nama GOTPass, dan sejatinya sudah bisa diimplementasikan dengan sistem keamanan saat ini.

Menurut Hussain Alsaiari, salah satu ilmuwan di atas, seperti dikutip dari “Digital Trends,” Selasa, 29 Desember 2015, selain aman menggunakan password dengan pola dan ikon akan lebih mudah diingat para pemiliknya ketimbang password angka dan huruf yang begitu memusingkan.

Selain Alsaiari di luar sana memang banyak peneliti yang sedang berusaha mencari alternatif pengganti password angka dan huruf. Kaspersky misalnya, melangkah lebih ekstrem dengan menggunakan password berupa cip yang ditanam di dalam tubuh manusia.

Layanan pembayaran PayPal juga pernah bereksprimen untuk menggantikan password dengan kapsul.

Pengelola layanan internet pasti berupaya sekuat tenaga memperkuat sistem keamanan agar tidak mudah dibobol oleh peretas.

Upaya ini seharusnya didukung oleh pengguna yang wajib membuat kata sandi dengan tingkat kekuatan tinggi sehingga peretas sulit masuk ke akun pengguna.

Sayangnya, sepanjang tahun ini, masih banyak saja password akun atau dokumen yang sangat mudah ditebak, bahkan sama sekali tidak memanfaatkan kombinasi huruf, angka, dan simbol.

Perusahaan keamanan siber SplashData, yang membuat aplikasi manajemen password, merilis dua puluh lima password terburuk.

Password yang sangat pasaran ini didapatkan SplashData dari dokumen-dokumen yang bocor di internet karena aksi peretasan.

Password seperti “123456” dan “password” masih menduduki peringkat pertama dan kedua. Ada pula “qwerty”, “monkey” dan kini ada pendatang baru “batman” serta “696.969”.

Sejatinya, pengguna wajib mengamankan akun dan datanya dengan membuat password yang kuat dan tidak mudah ditebak.

Cara terbaik saat ini adalah menggunakan kombinasi huruf, angka dan simbol. Jika perlu ditambah dengan perlindungan dua faktor atau sensor pendeteksi sidik jari.

Bagi seseorang yang kerap bersentuhan dengan internet dan komputer,password memang merupakan segalanya.

Untuk mengakses berbagai layanan di internet seperti email, situs jejaring sosial, dan blog, seorang pengguna memerlukan password.

Meskipun begitu, banyak orang yang tidak pernah memperhatikan kekuatan password-nya. Jangan heran bila akhirnya akun email dan jejaring sosialnya pindah ke tangan orang iseng.

Buntutnya pun bisa panjang.

Mulai dari hanya sekedar iseng merubah tampilan situs jejaring sosial atau blognya, hingga yang paling berbahaya: menggunakannya untuk melakukan penipuan.

Untuk itulah, seorang pengguna internet harus pintar-pintar memilih password yang aman dan kuat.

Dan berikut ini 6 hal yang harus diperhatikan guna memperkuat password akun internet kita.

Umumnya, pengguna internet membuat password dengan menyusun deretan huruf atau angka secara berurutan
Situs yang memperbolehkan penggunaan kata sandi, biasanya mudah diretas.

Oleh karena itu, penyedia layanan besar di internet umumnya menolak kata sandi jenis ini dan menyuruh pengguna memasukan yang lebih kuat.

Hindari password yang mudah ditebak, seperti username, nomor telepon, nomor handphone, tanggal lahir, nama anak, nama orang tua, atau nama hewan peliharaan.

Sebaiknya pergunakanlah pilihan kata yang tidak mudah ditebak dan tidak umum, tetapi mudah diingat.

Dalam hal ini, kamus sangat membantu untuk merumuskan password yang mudah diingat tapi sulit ditebak.

Disarankan membuat password dari bahasa asing yang memiliki tingkat kesulitan tinggi, seperti Perancis atau Latin.

Meskipun begitu, metode ini sedikit membutuhkan usaha di awal untuk mengingatnya.

Panjang password yang ideal dan aman terdiri dari dua belas hingga empat belas karakter.

Semakin panjang password, maka semakin tinggi pula tingkat keamanannya.

Meskipun begitu, poin pertama dan kedua juga harus diperhatikan. Walaupun panjang password-nya empat belas karater, tetapi bila susunannya seperti poin pertama dan kedua, maka password tersebut tetap lemah.

Password yang kuat biasanya merupakan gabungan antara angka, huruf, dan karakter khusus.

Semakin banyak karakter khusus yang digunakan, umumnya semakin mempersulit seorang peretas mebobol akun kita di internet. Akan lebih baik lagi bila mempergunakan gabungan huruf kapital dan huruf kecil.

Agar mudah diingat, biasanya penggunaan angka dan karakter khusus ini diasosiasikan ke dalam huruf-huruf tertentu.

Sebagai contoh, bila ingin memilih kata ‘kontemplasi’ untuk dijadikan kata sandi, salah satu bentuk penulisan yang dinilai aman adalah ‘k0nt3MPl@$!’.

Rahasiakan password anda dan jangan memberitahukannya ke siapa pun.

Bagaimana pun, seberapa kuat password, bila diketahui orang lain, tetap tidak akan berguna.

Bila ingin memberitahukan password untuk mengantisipasi keadaan darurat, pastikan memberitahukannya kepada orang yang benar-benar dipercaya.

Jika password hendak ditulis, simpanlah di tempat yang aman dan tidak mudah diakses oleh sembarang orang, seperti dompet, lemari besi, atau laci meja yang terkunci rapat.

Komentar