Password Facebook Digantikan oleh Wajah

Penulis: Darmansyah

Selasa, 3 Oktober 2017 | 10:06 WIB

Dibaca: 6 kali

Facebook memastikan akan  menggunakan wajah penggunanya sebagai paswoord.

Metode tersebut mirip dengan Face ID buatan Apple yang disematkan dalam iPhone X.

Fitur tersebut sebenarnya masih dirahasiakan oleh Facebook.

Namun peneliti media sosial Devesh Logendran mendapatkan screenshot password wajah itu dan menyebarkannya ke media.

Seperti ditulis  TechCrunch, hari ini, Selasa, 03 Oktober, screenshot itu kemudian dibenarkan keberadaannya oleh Facebook sendiri.

“Kami memang sedang menguji beberapa fitur baru untuk pemilik akun yang ingin memulihkan akunnya, dan perlu melakukan verifikasi dengan cepat,” demikian konfirmasi yang diberikan salah satu pegawai Facebook.

“Fitur tambahan ini hanya tersedia di perangkat yang sudah pernah dipakai untuk login oleh pengguna. Ini adalah metode tambahan, sebagai pelengkap otentifikasi dua langkah melalui SMS, yang bisa dipakai verifikasi pemilik akun,” imbuhnya.

Sekarang, Facebook masih menguji berbagai aspek keamanan fitur tersebut.

Jika memang kunci akun menggunakan wajah pemiliknya bisa aman dari potensi serangan peretas, serta berbagai ancaman lain, bisa jadi akan diluncurkan ke publik.

Sebelumnya, akhir bulan lalu, Facebook  mengenyahkan para pengganggu  yang sering membuat posting-an spam

“ Tak lama lagi mungkin mereka bisa “dibungkam”dengan sebuah tombol khusus bernama “Snooze”.

Tombol yang bersangkutan diketahui sedang diuji coba oleh Facebook. Dengan menekan Snooze, pengguna akan tidak mengikuti sebuah akun, laman, atau grup secara sementara.

Periode waktu unfollow temporer ini bisa diatur, mulai dua puluh empat4 jam, tujuh hari, atau tiga puluh hari.

Dengan demikian, posting dari akun, laman, atau grup yang di-snooze pun tidak akan muncul di linimasa pengguna selama waktu yang ditentukan.

Seorang juru bicara Facebook yang dikontak oleh TechCrunch membenarkan pihaknya sedang menguji coba fitur tombol Snooze di situs desktop Facebook untuk wilayah Amerika Serikat.

Kami sedang menguji cara baru agar pengguna bisa mengontrol News Feed, jadi mereka bisa tetap terhubung dengan hal-hal yang paling relevan,” ujar sang juru bicara

Terhadap akun, laman, atau grup tertentu. Ini menjaga supaya jejaring pengguna tetap “padat”, sehingga menguntungkan pengelola Facebook, misalnya untuk keperluan targeting iklan.

Belum diketahui kapan fitur “Snooze” akan mulai diterapkan secara meluas di Facebook.

Saat sudah hadir nanti, Snooze bisa diakses dengan meng-klik panah drop down di pojok atas sebuah posting, lalu memilih opsi “Snooze”.

Facebook kini juga dikabarkan tengah menguji coba kemampuan serupa di aplikasi mobile besutannya.

Hal tersebut dikemukakan oleh jurnalis Motherboard, Jacob Dube, yang belakangan terkejut mendapati notifikasi bahwa ada ” lima belas orang yang ingin bertemu” dengannya ketika membuka Facebook pekan lalu.

“Saat saya membuka tautan, saya dibawa ke laman berisi foto teman-teman Facebook dan sebuah pertanyaan: ‘Maukah Anda bertemu dengan A pekan ini?'”, tulis Dube.

Facebook hanya akan meneruskan respon apabila pengguna yang bersangkutan menjawab “ya”. Apabila jawabannya adalah “tidak”, maka tidak akan diteruskan.

Fitur ala Tinder tersebut, menurut dia, sekarang baru muncul di akun Facebook miliknya dan segelintir teman di negara asal Dube, Kanada. Sebagian besar pengguna Facebook lain belum mendapat notifikasi.

Bedanya dengan Tinder, fitur yang belum diberi nama itu tidak mencoba “menjodohkan” pengguna dengan orang asing, melainkan teman-teman yang sudah terhubung sebelumnya di Facebook.

Karena itu pengguna bisa langsung dihubungi lewat Messenger.

“Orang-orang biasanya memakai Facebook untuk membuat rencana dengan teman-teman mereka. Jadi, kami menjalankan tes kecil di aplikasi Facebook untuk mempermudah,” sebut seorang juru bicara Facebook

Untuk saat ini, disebutkan bahwa fitur ala Tinder di Facebook baru dijalankan dalam uji coba terbatas di Kanada dan Selandia Baru. facebook melibatkan segelintir pengguna aplikasinya di Android dan iOS.

Komentar