Opera Pangkas Kuota Data Facebook

Penulis: Darmansyah

Senin, 8 Mei 2017 | 09:27 WIB

Dibaca: 0 kali

Opera Max, aplikasi manajemen data internet khusus Android, baru saja mendapat pembaruan.

Aplikasi ini hadir dengan desain baru dan menjanjikan penghematan data internet yang cukup besar untuk berbagai layanan media sosial.

“Dengan kehadiran versi terbaru, Opera Max akan menjadi teman pintar bagi Android Anda dengan memberikan kendali lebih besar atas penggunaan data dan privasi aplikasi.”

Salah satu layanan jejaring sosial yang dijanjikan bakal bisa dihemat datanya adalah Facebook.
Tidak tanggung-tanggung, Opera mengklaim penghematan data yang mampu diberikan oleh Max mencapai lima puluh persen.

Penggunaan fitur tersebut cukup mudah, yakni sentuh menu bertuliskan “Saving for Facebook” yang ada di dalam aplikasi Opera Max.

Setelah menyalakan fitur “Saving for Facebook” pengguna bakal diminta untuk log in ke akun miliknya melalui aplikasi web media sosial tersebut.

Opera Max juga otomatis membuat ikon pemintas menuju aplikasi web ini di home screen smartphone.

Namun penghematan tersebut hanya berlaku untuk akses aplikasi web Facebook, bukan melalui aplikasi yang tersedia di Google Play Store.

Selain Facebook, Opera menjanjikan penghematan data sebesar enam puluh  persen untuk Instagram, sekitar lima puluh persen untuk Pinterest, dan sebesar empat puluh persen untuk Line dan BBM.

“Data ibarat bahan bakar bagi kehidupan dunia maya saat ini. Namun, sebagian besar pengguna smartphone khawatir akan penggunaan data seluler yang berlebih karena biaya yang ditimbulkan,” kata Lossev.

Opera Max juga akan melaporkan jika ada ancaman keamanan dari luar sambil memberikan enskripsi data, misalnya ketika Anda berada di area Wi-Fi umum untuk memastikan informasi pribadi Anda terlindungi.

Selain itu juga sedang Opera menyiapkan sebuah produk browser  internet baru untuk komputer desktop dan laptop.

Browser ini mereka namakan Neon.

Peramban tersebut disebut-sebut sebagai produk masa depan oleh Opera.

Browser yang kita gunakan sekarang ini berasal dari milenium yang silam, masa ketika internet masih penuh dengan dokumen dan halaman.

Melalui Opera Neon, kami ingin menampilkan visi kami tentang masa depan internet.

Secara desain, Neon memang berbeda dari peramban yang ada selama ini. Ia memang tampak lebih mengedepankan segi desain.

Saat aplikasi tersebut dibuka, pengguna bakal langsung berhadapan dengan gambar wallpaper komputer saat itu.

Dengan cara ini, pengguna seakan tidak meninggalkan desktop sama sekali.

Di atas gambar wallpaper tersebut, seperti ditulis Mashable, beberapa waktu lalu,  pengguna bakal melihat berbagai bubble sebagai jalan pintas ke situs-situs populer.

Bubble lain akan menggantikan tab pada umumnya dan diletakkan di sebuah vertical bar di bagian kanan layar.

Di bagian kiri layar, Opera juga meletakkan berbagai jalan pintas lain. Bar tersebut berisikan pemutar video, galeri gambar, dan download manager.

Neon sendiri saat ini merupakan produk eksperimen dari Opera. Keberadaan dari produk tersebut juga tidak akan menggantikan browser Opera yang ada saat ini.

Fitur-fitur penting dari browser Opera yang ada sekarang, seperti pemblokir iklan ad-blocker dan VPN, dikatakan tidak akan hadir di Neon.

Opera akhirnya merilis aplikasi virtual private network  atau VPN gratis buatannya untuk sistem operasi Android di sinia.

Dengan demikian, pengguna Android bisa memakai Opera VPN untuk membuka situs apapun tanpa terhalang oleh pemblokiran yang berlaku di sebuah negara.

Aplikasi ini juga menjamin privasi penggunanya karena otomatis menghapus cookies saat dioperasikan.

Hal menarik lainnya, aplikasi Opera VPN ini bisa dipakai oleh peramban apa pun dan tanpa harus mengeluarkan biaya. Pengguna cukup memasang dan menyalakannya begitu saja.

Aplikasi Opera VPN untuk Android berbeda dari aplikasi VPN lain dengan menawarkan layanan gratis, tanpa batas penggunaan data, log-in, memiliki fitur perlindungan Wi-Fi canggih, dan tanpa perlu berlangganan

Sebelumnya, Opera telah lebih dulu merilis aplikasi serupa untuk perangkat genggam bersistem operasi iOS. Fitur yang ditawarkan pun sama persis dengan versi Android ini.

Opera VPN memiliki sejumlah pilihan bahasa yang terbatas, yaitu Indonesia, Inggris, Arab, Perancis, Jerman, Portugis, Rusia, dan Spanyol.

Kemudian, pengguna bisa memilih salah satu dari lima server yang tersedia, yaitu  Amerika Serikat, Kanada, Jerman, Singapura, dan Spanyol.

Sekadar diketahui, VPN adalah sebuah jaringan yang dapat dihubungkan ke perangkat seseorang melalui internet. Intinya, saat berada di sebuah negara, pengguna bisa mengoperasikan perangkatnya seperti seakan-akan berada di negara lain.

Efeknya, pengguna dapat mengakses lebih banyak konten karena tak perlu takut dengan pemblokiran akses ke situs tertentu yang ditetapkan suatu negara.

Perang browser makin memanas.

Perusahaan browser yang berbasis di Oslo, Norwegia ini mengedepankan fitur battery saver yang diperkenalkan bulan lalu.

Menurut Opera, saat fitur ini diaktifkan, maka peramban   yang bersangkutan bakal jauh lebih irit baterai dibandingkan browser lain.

Seperti tim engineering lain, kami suka saat ada yang mengajak bertengkar

Kata-kata Opera coba dibuktikan lewat sebuah pengujian otomatis yang menyimulasikan kunjungan ke situs-situs web populer.

Metodologi pengujian Opera dijelaskan secara detil dalam sebuah posting blog. Perusahaan ini menantang Microsoft agar melakukan hal serupa.

“Kalau Microsoft ingin membuktikan perambannya lebih baik (dalam hal apapun), maka Microsoft harus transparan soal metodologi sehingga bisa direplikasi oleh yang lain,” kata Kazmierczak.

Komentar