Netflix Janji Akan Tumpas Akses Curang

Penulis: Darmansyah

Jumat, 22 Januari 2016 | 11:12 WIB

Dibaca: 0 kali

Bersamaan dengan melambungnya popularitasnya dengan mengunjungi seratus tiga puluh negara di awal Januari lalu, Netflix menjanjikan sesuatu yang paling berharga untuk pengguna, berupa bakal memblokir “akses curang” ke layanannya
.
Sejak melakukan terobosan besar aplikasi streaming film itu kini sudah dipakai oleh lebih dari tujuh puluh lima juta orang di seluruh dunia.

Jumlah tersebut merupakan total pelanggannya dari seratus sembilan puluh negara.

Setelah mengumumkan memperluas wilayah operasionalnya di ajang Consumer Electronic Show, Netflix langsung ketambahan jumlah pengguna yang cukup signifikan.

Dalam waktu yang cukup singkat itu, Netflix sukses menggaet sekitar enam juta orang pelanggan baru.

Perusahaan aplikasi hiburan itu pun memprediksi bahwa perkembangan layanannya bakal memikat enam juta pelanggan baru sepanjang kuartal pertama 2016 ini.

“Kami prediksi akan ada pertumbuhan lebih dari enam juta orang pada kuartal pertama ini, terutama sebagai akibat ekspansi Netflix ke berbagai wilayah kecuali China,” pungkas Chief Executive Officer Netflix Reed Hasting.

Diluncurkan sembilan tahun lalu di AS, Netflix kemudian hadir di enam puluh negara.

Untuk menjaga komitmen awal tentang kenyamanan pengguna, Netflix akan memblokir penggunaan Virtual Private Network untuk mengakses layanan streaming filmnya.

VPN adalah koneksi privat yang diakses melalui jaringan publik. VPN bisa mengelabui sistem Netflix dengan memberikan informasi alamat IP “palsu” sesuai negara yang diinginkan pengguna.

Proxy terbatas itu memungkinkan pengguna di suatu negara mengakses Netflix walau layanan tersebut belum berekspansi ke negaranya.

Fullagar mengatakan sudah waktunya VPN diblokir

“Jika konten kami sudah tersedia global, tak ada alasan pengguna menggunakan proxy untuk mengelabui sistem kami,” kata dia.

Kecurangan netizen mengelabui sistem dengan VPN sudah lama berlangsung. Namun Netflix tak ingin gegabah dengan serta-merta memblok proxy tersebut karena sebelumnya layanannya hanya tersedia di enam puluh negara.

VPN masih perlu digunakan karena tidak seragamnya koleksi film di tiap negara.

Misalnya, Sleepless in Seattle yang dibintangi Meg Ryan tersedia di Indonesia namun tak ada di Amerika Serikat.

Dengan memakai VPN, pelanggan bisa menonton seluruh film yang dimiliki Netflix.

Pemblokiran VPN dijadwalkan mulai diberlakukan beberapa minggu ke depan.

Seiring dengan itu, Fullagar berjanji Netflix akan terus memperluas cakupan layanannya.

“Kami berusaha menyediakan konten kami di manapun ke konsumen agar bisa menikmati Netflix tanpa proxy. Itu adalah tujuan kami.” ia menuturkan.

Netflix memang sudah meluaskan layanannya ke seluruh dunia. Dengan peluncuran ini, konsumen di seluruh dunia—dari Singapura ke St Petersburg, dari San Francisco ke Sao Paolo—dapat menikmati acara TV dan film secara simultan, tak lagi menunggu.

Konten dari Netflix sendiri bisa dinikmati dengan mudah melalui beberapa jenis perangkat.
Syarat utamanya, perangkat tersebut harus bisa terhubung ke internet untuk kebutuhan streaming.

Cara paling standar untuk menikmati layanan tersebut adalah dengan menggunakan browser di PC atau laptop.

Layanan Netflix pun bisa ditonton melalui smartphone dan tablet.

Pengguna iPad, iPhone, smartphone, dan tablet berbasis Android, serta smartphone Windows Mobile bisa langsung mengunduh aplikasi Netflix melalui toko digital masing-masing.

Selain itu, aplikasi Netflix juga sudah tersedia di konsol game masa kini.

Dirangkum Nextren dari situs resmi Netflix, aplikasi tersebut juga bisa diunduh di konsol Xbox 360, Xbox One, Playstation 3, dan Playstation 4.

Perangkat lain yang bisa digunakan adalah SmartTV. Produk-produk TV buatan vendor-vendor papan atas, seperti Samsung, LG, Panasonic, Toshiba, dan Sony, biasanya memang sudah dilengkapi dengan aplikasi Netflix.

Cara lain adalah melalui streaming device (Apple TV dan Google Chromecast), beberapa jenis set-top box, dan Blu-ray player dari vendor tertentu.

Sebagai layanan streaming, sangat wajar apabila Netflix membutuhkan bandwidth internet yang cukup banyak.

Menurut Netflix dalam situs resminya, estimasi paket internet yang dipakai untuk menonton satu film di layanan Netflix memang cukup besar, yakni tiga ratus MB per jamnya.

Itu pun perkiraan untuk video dengan kualitas terendah, yakni di bawah Standar Definition.

Sementara itu, apabila pelanggan memutuskan untuk menonton film berkualitas SD, Netflix memperkirakan, dibutuhkan paket internet sebanyak tujuh ratus MB hingga satu GB per jamnya.

Semakin tinggi kualitas gambar dari sebuah film, tentunya akan semakin banyak kuota internet yang dipakai.

Untuk mengonsumsi satu film berkualitas HD, pelanggan dikatakan butuh paket data sebesar tiga GB per jamnya. Kebanyakan sebuah film berdurasi dua jam, berarti akan menghabiskan jatah internet sekitar enam GB.

Sedangkan, untuk menonton film dengan kualitas gambar tertinggi, Ultra HD, pengguna harus menyiapkan internet sebanyak tujuh GB per jamnya.

Namun karena merupakan layanan streaming, disarankan menggunakan paket internet dengan skema unlimited, bukan yang dibatasi oleh kuota.

Beberapa penyedia layanan internet fixed broadband unlimited sudah ada di Indonesia saat ini, seperti Biznet, Firstmedia, dan MyRepublic yang menggunakan kabel optik.

Komentar