Nanti Malam Akan Ada Gerhana Bulan

Penulis: Darmansyah

Selasa, 15 April 2014 | 14:22 WIB

Dibaca: 1 kali

Langit Indonesia, nanti malam, Selasa, 15 April 2014, sejak dari sore hingga tengah malam, akan kembali disapa oleh gejala alam dalam bentuk Gerhana Bulan.

Gerhana Bulan, kali ini, tidak akan bisa disaksikan oleh orang-orang di Sumatera dan Jawa, tapi bisa dinikmati oleh penduduk Papua, Irian Jaya Barat, Maluku, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Timur, untuk sebagian kecilnya.

Astronom amatir Ma’rufin Sudibyo, ysng biasanya menulis gejala dan perubahaan alam di berbagai media, mengungkapkan, hanya wilayah Indonesia bagian timur yang bisa melihat gerhana bulan kali ini.

Wilayah-wilayah Indonesia Timur itu akan menyaksikan fase akhir gerhana. Puncak gerhana tidak bisa dilihat karena terjadi sebelum bulan terlihat di wilayah tersebut.

“Tidak ada satu pun titik di Indonesia yang kebagian puncak gerhana,” kata Ma’rufin.

Lamanya waktu setiap wilayah tersebut melihat gerhana secara kasat mata berbeda-beda, tergantung wilayah.

Mereka yang di Jayapura bisa melihat gerhana secara kasat mata selama lima puluh lima menit setelah senja. Di Ambon, gerhana hanya akan bisa dilihat secara kasat mata selama lima menit setelah senja.

Warga Jayapura dan Ambon juga takkan menyaksikan bulan gelap atau memerah, tetapi hanya akan melihat sebagian bulan lebih gelap.

Bagaimana dengan wilayah lain di Indonesia?

Untuk Sumatera, Jawa bagian barat, dan Kalimantan bagian barat; gerhana takkan bisa disaksikan.

Untuk sebagian besar Indonesia Tengah serta Jawa bagian tengah dan timur, gerhana sebenarnya masih berlangsung ketika senja datang.

Namun, saat itu, bulan sudah mengalami kontak akhir dengan penumbra. Saat bulan ada di penumbra, gerhana takkan bisa dilihat secara kasat mata.

Gerhana Bulan adalah peristiwa ketika Matahari, Bumi, dan Bulan terletak pada satu garis lurus. Bumi berada di antara Matahari dan Bulan.

Tahapan gerhana bisa dibagi menjadi lima tahap, kontak awal penumbra, kontak awal umbra, puncak gerhana, kontak akhir umbra, dan kontak akhir penumbra.

Periode gerhana yang bisa dilihat adalah saat puncak gerhana dan saat Bulan berada di umbra.

Bila kondisi memungkinkan, artinya seluruh tahapan gerhana terjadi pada malam hari dan tak ada awan. Total waktu gerhana yang bisa dilihat hanya 3 jam 35 menit.

Di Indonesia, sebagian besar gerhana berlangsung pada siang hari, maka sebagian besar wilayah Indonesia tak bisa melihatnya secara langsung.

Wilayah Indonesia yang beruntung hanya bagian timur, yakni di sekitar Jayapura dan wilayah Papua lainnya, Halmahera, dan wilayah Maluku lainnya, serta sebagian Nusa Tenggara Timur.

Begitu Bulan terbit di wilayah Jayapura pada sore hari, Bulan sudah memasuki fase gerhana. .

Wilayah yang kali ini beruntung melihat keseluruhan gerhana Bulan total antara lain adalah Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Walau warga Indonesia di beberapa wilayah tak bisa menyaksikan gerhana secara langsung, pertunjukan gerhana Bulan tetap bisa disaksikan secara online di Slooh.com.

Komentar