Nama Teman Tak Makan Kuota di Twitter

Penulis: Darmansyah

Jumat, 31 Maret 2017 | 15:08 WIB

Dibaca: 1 kali

Sejak tahun lalu, Twitter berjanji bakal membuat pengguna lebih leluasa berekspresi dengan batasan seratus empat puluh karakter pada tiap kicauan.

Untuk itu ada beberapa cara yang dilakukan.

Pertama, konten berupa foto, video, GIF, dan polls, tak lagi memakan kuota seratus empat puluh0 karakter. Selain itu, Quote Tweet juga tak dihitung sebagai karakter.

Yang teranyar, nama akun teman ketika Anda hendak membalas kicauannya alias reply, sudah tak menghabiskan kuota karakter yang diberikan

Bersamaan dengan ini, ada tiga pembaruan pada antarmuka Twitter yang diharapkan mempermudah perbincangan Anda.

Pertama, nama akun teman bakal terpatri di atas kicauan -bukan di dalam kicauan- ketika Anda hendak membalas kicauannya.

Kedua, untuk perbincangan grup yang ramai, Anda bisa menekan “replying to”. Gunanya untuk melihat siapa saja akun yang nimbrung dalam diskusi pada suatu kicauan.

Ketiga, ketika membaca suatu percakapan, Twitter bakal lebih menonjolkan isi diskusi dibandingkan nama-nama akun yang menjadi anggota diskusi.

“Ini adalah pembaruan yang berasal dari masukan mayoritas pengguna,” begitu tertera pada blog layanan mikroblog tersebut.

Pembaruan ini tersedia di situs Twitter dan aplikasi Twitter di Android dan iOS. Pastikan aplikasi Anda sudah diperbarui di Google Play Store atau Apple App Store.

Twitter mengumumkan tiga pembaruan terkait fitur keamanan di platformnya.

Ketiganya adalah pencegahan pembuatan akun baru yang berisikan konten-konten melecehkan, fitur pencarian aman, serta memindahkan tweet yang melecehkan, merendahkan, dan berpotensi mengancam.

Ketiga pembaruan ini akan diluncurkan secara global.

Namun, dikarenakan beberapa algoritma masih secara spesifik berdasarkan bahasa, maka perubahan akan diawali dalam basis bahasa Inggris lebih dahulu.

Menurut keterangan tertulis, semua bahasa yang tersedia di Twitter akan menyusul setelahnya secara bertahap.

Upaya ini dimulai pada November tahun lalu

Sejak saat itu, Twitter terus berupaya agar para pengguna memiliki lebih banyak kendali atas apa yang mereka ingin nikmati di Twitter.

Bebefrpa waktu lalu, Twitter memperkenalkan perbaikan untuk prosedur pelaporan kicauan yang menghina dan merendahkan.

Hal ini memungkinkan orang yang mengalami pelecehan memiliki lebih banyak cara untuk melapor.

“Kami mendukung kebebasan berekspresi bagi semua orang agar mereka dapat melihat semua sisi dari beragam topik,” kata Ed Ho, VP of Engineering Twitter.

“Namun demikian, kebebasan berekspresi menjadi tidak nyaman saat penyalahgunaan dan pelecehan terjadi sehingga membungkam dan meredam beragam ekspresi,” lanjutnya.

Pencegahan pembuatan akun yang berisikan konten melecehkan dan merendahkan dilakukan Twitter dengan mengidentifikasi orang-orang yang telah ditangguhkan secara permanen dan menghentikan mereka membuat akun baru.

Hal ini akan terfokus lebih efektif pada beberapa perilaku yang paling mengganggu, khususnya akun yang memang dibuat secara sengaja hanya untuk disalahgunakan dan melecehkan orang lain.

Pengenalan hasil pencarian yang lebih aman dilakukan melalui fitur “pencarian aman” yang menghilangkan konten sensitif serta tweet dari akun yang diblokir dari “hasil pencarian”.

Walaupun jenis konten seperti ini dapat saja ditemukan jika pengguna dengan sengaja mencarinya, tetapi konten tersebut tidak akan mengacaukan hasil pencarian lagi ke depannya.

Penurunan kicauan yang melecehkan, merendahkan, dan berpotensi mengancam dilakukan dengan mengidentifikasi dan memindah respons-respons  yang kasar, melecehkan, merendahkan, serta berpotensi menyebarkan ancaman ke bagian bawah.

Twitter juga akan mendahulukan percakapan yang lebih relevan ke bagian awal.

Respons-respons tersebut tetap dapat diakses pengguna yang memang sengaja mencarinya.

Komentar