Microsoft Tutup Music Streaming Miliknya

Penulis: Darmansyah

Rabu, 3 Januari 2018 | 12:45 WIB

Dibaca: 0 kali

Microsoft secara resmi menutup layanan music-streamingGroove” miliknya mulai awal 2018 ini.

Para pengguna bisa memindahkan konten mereka ke Spotify dengan mudah, mengingat layanan music-streaming asal Swedia tersebut merupakan mitra bisnis Microsoft.

Pengguna kini sudah tidak bisa lagi mendengar lagu secara online dari aplikasi Groove di platform manapun dan membeli musik dari Microsoft Store.

Meski begitu, aplikasi Groove masih mendukung playback untuk file lokal. Pengguna bisa memutar file lokal via OneDrive untuk lintas perangkat dengan Windows 10 dan Xbox One.

Diketahui, Groove merupakan bagian dari rebranding Microsoft Xbox Music pada dua tahun lalu lalu. Aplikasi tersebut dilengkapi fitur-fitur semacam Video Playback, Radio, Explore, dan Recommended Song.

Mekanismenya serupa dengan layanan music-streaming yang beredar saat ini, tetapi gagal memancing ketertarikan netizen untuk menggunakannya, seperti ditulis MobileSyrup.

Sejak Oktober , Microsoft sudah sesumbar soal rencana penutupan Groove. Lantas pada 31 Desember, Groove secara bertahap mulai dimatikan.

Setelah Tahun Baru, tepatnya pada 2 Januari 2018 kemarin, elemen-elemen online dari Groove sepenuhnya tak bisa lagi digunakan.

Ketika membuka Microsoft Store di perangkat Windows 10, pengguna bakal melihat menu baru selain tab musik.

Sementara itu, Spotify semakin menunjukkan dominasinya dalam industri layanan music streaming.

Jumlah pelanggan berbayar alias subscriber Spotify kini tembus enam puluh juta.

Jumlah itu mengalahkan pelanggan Apple Music dan Soundcloud.

Sebelumnya, pada Maret lalu, Spotify mengumumkan jumlah subscriber baru, lima puluh juta.

Artinya ada penambahan sepuluh juta subscriber dalam kurun waktu tak sampai setengah tahun.

Peningkatan bisnis Spotify digadang-gadang menjadi pendorong perusahaan tersebut melempar saham publik perdana alias Initial Public Offering  sebagaimana dilaporkan Mashable

Menurut rumor yang beredar, Spotify berencana IPO pada akhir tahun ini.

Pihak Spotify masih enggan berkomentar.

Diketahui, kejayaan Spotify berbanding terbalik dengan SoundCloud sebagai kompetitornya. Beberapa pekan terakhir SoundCloud diisukan segera berhenti beroperasi.

Kantor pusat SoundCloud telah ditutup dan PHK besar-besaran dilakukan. Semua ini untuk menyelamatkan keuangan perusahaan yang stagnan karena tak kunjung memonetisasi layanannya.

Sebanyak seratus tujuh puluh lima juta orang mendengar musik di SoundCloud tiap bulannya, namun tak teridentifikasi berapa yang terdaftar sebagai pengguna. Selain itu, mereka mendengarkan lagu-lagu di SoundcCloud secara gratis.

Selain SoundCloud, Apple Music juga merupakan kompetitor Spotify namun masih tertinggal jauh. Baru dua puluh tujuh juta orang yang menjadi subscriber Apple Music.

Di Spotify sendiri, selainenam puluh juta subscriber, ada seratus empat puluh juta orang yang mendengar musik secara aktif tiap bulannya.

Meski sedang mendominasi, Spotify tak boleh lengah karena industri music streaming semakin sesak oleh berbagai layanan seperti Tidal, Amazon Music, hingga Google Play Music.

Komentar