Meteor Rusia, Ledakan Terbesar 100 Tahun Terakhir

Penulis: Darmansyah

Sabtu, 16 Februari 2013 | 14:24 WIB

Dibaca: 0 kali

BOLA api raksasa dari angkasa yang meledak di Rusia merupakan ledakan meteor terbesar dalam lebih dari satu abad, ilmuwan mengatakan. Dampak ledakan merusak ratusan bangunan dan melukai 1.000 orang lebih di wilayah Chelyabinsk.Prediksi awal, meteor ini berdiameter 15 meter dan beratnya sekitar 7.000 ton, kata Peter Brown, direktur Center for Planetary Science and Exploration at the University  di Ontario, Kanada.

Dari beberapa sensor menggunakan beberapa teknologi, sebuah estimasi awal yang terbaik dari total energi yang dilepaskan meteor itu adalah setara 300 kiloton TNT, Brown mengatakan. Namun ia menekankan bahwa jumlahnya bisa berubah karen ilmuwan masih mempelajari lebih lanjut.”Tapi saya yakin, bagaimanapun, bahwa itu adalah lebih dari 100 kiloton, sehingga merupakan yang terbesar sejak ledakan Tunguska tahun 1908,” katanya.

Dalam peristiwa 1908, objek berdiameter 40 meter meledak di atas Sungai Tunguska di Siberia, dan dampaknya dirasakan hingga 2.137 km persegi.

Dalam sebuah kebetulan kosmik, bola api Rusia terbaru meledak hanya beberapa jam sebelum asteroid  45 meter 2012 DA14 melintas pada jarak 27 ribu km dari Bumi hari ini, jarak terdekat bagi batuan raksasa luar angkasa melintas.

Meteor yang jatuh di Rusia sedang melakukan perjalanan sekitar  64.800 km/jam saat memasuki atmosfer, kata para peneliti. Berdasarkan durasi rekaman video yang diambil oleh para pengamat, Brown mengatakan, “Jelas ini adalah entri yang sangat dangkal, pasti kurang dari 20 derajat dan bahkan mungkin lebih dangkal.”

Benda yang meledak di langit Rusia merupakan batu yang jatuh dari luar angkasa. Batu yang meledak pernah terjadi di Teluk Bone. Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia memperkirakan batu dari luar angkasa ini berbobot 10 ton. Batu meluncur deras dari timur menembus angkasa dengan kecepatan minimal 54 ribu kilometer per jam, 60 kali lipat kecepatan pesawat Boeing 777.

Dari rekaman video yang beredar di internet, dipastikan objek tersebut terbakar ketika masuk ke dalam atmosfer. Udara menggesek permukaan batu, membuatnya terbakar hingga ribuan derajat Celsius di sisi luar. Tekanan udara menyebabkan batu retak. Batu meledak dan pecah menjadi serpihan ketika tak kuat menahan tekanan pada ketinggian 30-50 kilometer di atas daratan.

“Penduduk kota melihat cahaya putih menyilaukan,” ujar seorang guru di daerah Chelyabinsk kepada kantor berita Rusia RIA Novosti.Ledakan menjalarkan udara terkompresi atau dikenal sebagai gelombang kejut. Kaca-kaca pecah dan jalur komunikasi nirkabel terganggu. Sedikitnya 400 orang cedera akibat terkena pecahan kaca.

Gubernur Chelyabinsk, Mikhail Yurevich, menyebutkan sebuah serpihan besar batu dari langit tersebut jatuh di sebuah danau di daerahnya. Polisi setempat melaporkan kawah selebar delapan meter ditemukan dekat danau tersebut. Laporan lain menyebutkan serpihan juga jatuh di daerah Tyumen, Kurgan dan Sverdlovsk. Tiga ribu bangunan dilaporkan rusak setelah ledakan batu.

Sehubungan dengan kawah akibat tumbukan, lembaga nuklir Rusia melaporkan tingkat radiasi di sekitar kawah masih normal. Selain itu tak ada peningkatan radiasi dari beberapa fasilitas nuklir di kawasan sekitar kejadian.

“Informasi yang kami dapatkan menyebutkan meteorit ini berasal dari batu yang terpecah menjadi beberapa bagian,” ujar juru bicara Kementerian Darurat Rusia, Elena Smirnykh.

Indonesia pun pernah ketiban batu angkasa. Pada 8 Oktober 2009, asteroid 10 meter meluncur deras menuju Indonesia bagian timur. Tanpa sempat terdeteksi, batu ini meledak di udara, didahului munculnya bola api. Kesaksian warga menunjukkan batu tersebut meledak di atas Teluk Bone. Warga juga merasakan gempa setelah ledakan ini. Para ahli memperkirakan ledakan asteroid kecil ini setara dua kali bom atom yang dijatuhkan di Nagasaki pada Perang Dunia Kedua.

Komentar